Maspolin.id

Evaluasi Dana Otsus Papua Harus Libatkan Masyarakat

MASPOLIN.ID.-JAKARTA- Alokasi Anggaran dari Pemerintah Pusat untuk Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua akan berakhir tahun depan. Sejak pemberlakuannya yang berlangsung hampir 19 tahun belum ada evaluasi. Padahal, dana Otsus Papua berdampak positif dan menyambut baik rencana perpanjangan. Hanya saja, masyarakat Papua tidak menikmati yang menjadi haknya. Hal itu diamini tokoh Papua atau Ketua FKUB Jayawijaya Pdt. Desmond Walikota.

“Dana itu langsung masuk Pemda, ya tergantung Bupati, Walikota, Gubernur mau bikin apa. Sekarang bilang mau perpanjangan dana otsus. Kita tak pernah Nikmati barang itu,” ujarnya seusai acara Moya Discussion Group WAG Unity in Diversity (UID) dengan tema Dana Otsus Untuk Membangun Papua, Sabtu (19/09/2020).

Menurutnya, Pemerintah pusat gulirkan dana tersebut tapi tidak ada evaluasi terserap atau tidak. Padahal, ia menilai masyarakat Papua masih menderita saat pemberlakuan dana Otsus ini. “Kami minta maaf Pemerintah sebenarnya nihil. Terimakasih Pemerintah Pusat beri atensi dalam pemberdayakan. Kalau kita lihat bagaimana tekanan dari bangsa lain agar mau merdeka,”paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu evaluasi bersama secara menyeluruh dan duduk bersama. Dalam evaluasi tersebut perlunya melibatkan tokoh masyarakat. Ia berharap kedepannya agar keadilan bisa tegakkan. Ia menilai, ada masalah yang tak bisa diselesaikan di tingkat Walikota, Bupati, Gubernur, DPR.

“Sakit hati orang Papua, mereka ada yang bilang lebih baik merdeka. Perlu evaluasi tiap tahun. Oknum, mereka gunakan dana secara tidak jelas. Pemerintah di Jakarta benar, di Papua yang tidak jelas,” katanya.

Ia menambahkan, evaluasi dilakukan karena bisa saja Bupati gunakan dana tersebut seenaknya. Bila Daerah lain setahun sekali ke Luar Negeri, tapi di Papua bisa setahun enam kali. Menurutnya kalau tujuannya untuk manfaat masyarakat tidak masalah, namun untuk menyenangkan keluarga perlu dipertanyakan. Dirinya juga meminta audit keuangan harus jujur, mereka pergi dalam rangka menyelamatkan daerah.

“Bukan Negara tidak perhatian pada Papua, uang sudah dikirim tapi dimainkan di daerah. Kita berharap agar teman-teman bisa membantu kami. Ada persoalan mendasar, agar mereka tetap setia membangun Papua yang dicintai,” jelasnya.

Webinar Moya Discussion Group WAG Unity in Diversity (UID) dengan tema Dana Otsus Untuk Membangun Papua. Sebagai Narasumber Pemerhati Papua dan Politik Global Prof. Dubes Imron Cotan, Ketua FKUB Jayawijaya Pdt. Esmond Walilo, Sekretaris FKUB Jayawijaya Pdt. Alexsander Mauri, Pemantik Pemerhati Politik LHKI-PP Muhammadiyah Heri Sucipto, moderator: Internasional Association for Counter Terrorism and Security Profesional. Penyelenggara Moya Institut. Unity in Diversity (UID). Jl. Raya Ragunan NO. B2, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (AR/Debar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *