Maspolin.id

Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Ditutup, Satpam Jangan Menduduki Jabatan Kepala Serikat Pekerja

MASPOLIN | Tanjung Selor – Pelatihan dasar satpam gada pratama angkatan I tahun 2021 PT. Rajhesindo Multi Tama resmi ditutup. Satpam diingatkan jangan menduduki jabatan kepala serikat pekerja.

Kegiatan pelatihan dasar satpam berakhir dengan jumlah 42 peserta yang digelar di lembaga pelatihan gedung knpi kabupaten Bulungan dinyatakan lulus dengan hasil yang cukup baik.

“Dalam upaya melaksanakan pengamanan di instansi atau perusahaan dimana saudara bertugas, setiap anggota satpam adalah merupakan ujung tombak perusahaan yang bertugas sebagai aparat keamanan dan ketertiban di lingkungan tugasnya. Disamping itu satuan pengamanan merupakan pengemban fungsi kepolisian terbatas dalam rangka penegakkan hukum secara preventif di lingkungan tugasnya” ucap Kasat Binmas Polres Bulungan Iptu Enko Palita Sihombing, S.H mewakili Dirbinmas Polda Kaltara, Kombes Eri Dwi Hariyanto, S.IK kepada peserta pelatihan saat acara penutupan, Jumat (26/02/2021).

Lanjut Enko, Mencermati kondisi belakangan ini, terjadi berbagai kasus atau permasalahan yang timbul di berbagai perusahaan sehingga dapat mempengaruhi proses produksi dan kemungkinan permasalahan cenderung meningkat baik dari kuantitas maupun kualitasnya antara lain.

“Terjadinya kegiatan unjuk rasa yang menuntut ganti rugi atas tanah yang digunakan oleh perusahaan. Atau unjuk rasa yang menuntut hak dan kesejahteraan karyawan perusahaan atau mungkin juga tuntutan pesangon para karyawan yang di phk, tuntutan hak-hak karyawan akan tetap mewarnai peristiwa-peristiwa yang terjadi dimasa yang akan datang termasuk tuntutan masyarakat setempat atas masalah tanah, pencemaran lingkungan dan sebagainya” lanjut Enko.

Menurut Enko unjuk rasa juga sering dilakukan oleh karyawan yang menuntut kenaikan gaji atau upah dan hal lainnya. Menghadapi situasi yang demikian polri sebagai unsur terdepan yang dibantu oleh satpam dalam mencegah dan menanggulangi setiap gangguan kamtibmas mengutamakan tindakan preventif dengan meningkatkan kamtibmas swakarsa dan terpadu melalui pola kemitraan dengan instansi pemerintah atau perusahaan, masyarakat atau mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

“Untuk menghadapi dan mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti tersebut maka diperlukan satuan pengamanan yang mampu mengatasi setiap gangguan kamtibmas yang terjadi di lingkungan kerjanya setiap saat. Terjaminnya situasi keamanan dan ketertiban disuatu perusahaan / instansi adalah merupakan tanggung jawab yang sudah melekat pada petugas satuan pengamanan” Tuturnya.

Oleh sebab itu menurut Enko, diperlukan satpam yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan yang patut diandalkan.

“Dengan terjaminnya rasa aman dan kenyamanan para karyawan perusahaan, produktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik, yang berarti akan bertambah pula keuntungan perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawannya” Terangnya.

Namun ada 4 pesan yang menjadi harapannya untuk peserta yang mengikuti pelatihan itu.

“Tingkatkan profesionalisme sehingga profesi saudara mendapat tempat yang lebih baik dan terhormat. Kedua, terapkan ilmu yang saudara peroleh, dan jadikan bekal tugas di lapangan, Ketiga, tugas saudara adalah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan perusahaan atau instansi oleh sebab itu hendaknya saudara jangan mudah terprovokasi yang akhirnya satpam sendiri turut melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti mogok kerja, demonstrasi atau unjuk rasa dan bahkan melakukan tindak pidana lainnya apalagi ada satpam yang menjadi kepala serikat pekerja, hal ini akan bertentangan dengan tugas, fungsi dan peranan saudara- saudara sebagai satuan pengamanan” Tuturnya.

Serta satpam diminta membantu mensosialisasikan tentang kebijakan baru yang diterapkan pemerintah.

“Keempat jauhi sifat arogansi dalam melaksanakan tugas di lapangan dan tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya menjaga situasi kamtibmas di tempat saudara bekerja dan di lingkungan sekitar instansi/perusahaan.

Kelima, bantu pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di sekitar saudara bermukim dan kepada karyawan dimana saudara bertugas tentang kebijakan pemerintah yang telah diambil” imbuhnya.

Goklas/Enko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *