Seminggu Terakhir, Polda Riau dan Jajaran Ekspose Sikat 78 Pelaku Perjudian

PEKANBARU – Maspolin.Id|| Dalam seminggu terakhir,pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan jajarannya berhasil menangkap 78 tersangka tindak pidana perjudian.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Asep Darmawan dalam konferensi pers, Jumat pagi (19/8/2022), membenarkan pengungkapan kasus 303 (perjudian) tersebut.

”Dalam satu minggu terakhir, persisnya 10 hingga 18 Agustus 2022, kita berhasil mengungkap 50 kasus perjudian dengan 78 tersangka,” ungkap perwira polisi yang akrab disapa Narto ini.

Narto juga menampik anggapan gencarnya Polda Riau dan jajaran merazia tempat tempat perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) dan jenis judi lainnya dalam seminggu terakhir terkait kasus pembunuhan terhadap Brigadir J, ajudan Kadiv Propam Mabes Polri non aktif, Irjen Pol FS.

Tersangka otak pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J,
yang disebutsebut memiliki bisnis perjudian atau disebut dengan istilah link 303.

”Tidak ada itu. Ini sudah komitmen Polda Riau dibawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal. Sejak beliau dilantik akhir Desember 2021 yang lalu, tidak ada tempat dan ruang bagi pelaku permainan judi, jenis apapun,” tegasnya.

Penegasan ini juga disampaikan Dirreskrimum Kombes Pol Asep Hidayat. Para pelaku yang diamankan baik oleh anggotanya, maupun Kasat Reskrim Polres dan Polresta se Polda Riau berjumlah 78 orang.

”Yang kita amankan selama seminggu terakhir sebanyak 78 tersangka, satu di antaranya adalah perempuan. Mereka tersangka pelaku judi kupon Togel (toto gelap, Red), gelper dan permainan kartu,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan, tambah Asep, terdiri dari uang tunai sebesar Rp48.649.000,- , 4 unit mesin meja gelper dan berapa alat bukti lainnya.

Di kesempatan itu, Kapolda Riau melalui Kabid Humas Kombes Sunarto mengajak tokoh agama berperan aktif mengingatkan kepada warga untuk tidak berjudi.

”Berjudi itu tidak ada manfaatnya. Malah mudaratnya lebih banyak. Agama melarang. Kalau dilakukan suami, istri melarang. Dan tidak ada yang kaya dari hasil judi,” tutup Sunarto.

* (Denny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *