Edarkan 1,25 Kg Sabu, Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi

Bangkinang – Maspolin.id|| AR (23), warga Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau ditangkap polisi karena mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo saat ekspose pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba di teras Mapolres yang ia pimpin, Senin pagi (19/9/2022), membenarkan hal itu.

Dibeberkannya, tersangka AR ditangkap Minggu pekan lalu (11/9/2022). Penangkapan itu merupakan pengembangan kasus ditangkapnya tersangka AW oleh Tim Res Narkoba Polres Kampar, sehari sebelumnya (10/9/2022), sekira pukul 23.00 WIB.

Ketika diinterogasi tersangka AW mengaku mendapatkan barang bukti narkoba itu dari tersangka AR.

”Tim Resnarkoba Polres Kampar dibantu Tim Direktorat Narkoba Polda Riau berhasil mengamankan AN dan DS di Jalan Ampera nomor 105 Rumbai Limbungan Kota Pekanbaru. Setelah diinterogasi, DS mengaku mendapatkan sabu dari CA yang kini DPO (Daftar Pencarian Orang, Red),” kata Kapolres Kampar yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Hendrizal Gani, SH, M.Si dan Kasat Narkoba, AKP Aprinaldi, SH, MH.

Tim melakukan pemancingan terhadap CA melalui sambungan telepon. Cara ini berhasil, orang suruhan CA, yakni DS bersedia bertemu untuk transaksi narkoba di Jalan Kulim, Kelurahan Tirtasiak, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Sayangnya setiba di TKP, Tim gabungan berhasil mengamankan tersangka AR beserta barang bukti 1 paket yang diduga narkotika jenis sabu dibungkus plastik klip bening dan dimasukkan kedalam bungkusan teh tarik warna hijau yang dipegang menggunakan tangan kiri diatas sepeda motor roda dua merek Honda ADF warna hitam dengan Nopol BM 4498 ABF.

Petugas lalu menginterogasi AR di tempat kejadian perkara (TKP), dan akhirnya dia mengaku masih ada sabu lagi yang disimpannya di rumah kosnya, Jalan Perjuangan, Rumbai, Pekanbaru.

Tanpa membuang waktu, Tim Gabungan Polres Kampar dan Polda Riau ini pun bergerak ke kos kosan tersangka AR.

Sesampai di rumah kos tersangka, ungkap Kapolres Kampar, didampingi Ketua RT setempat, petugas pun melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa 1 buah tas jinjing warna hijau yang didalamnya terdapat 1 bungkus besar plastik teh Cina warna hijau bertuliskan Daguanyin berisi sabu, 3 bungkus plastik bening ukuran sedang, serta 1 paket kecil sabu lagi.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” kata AKBP Didik Priyo Sambodo.

Kapolres Kampar menambahkan, dengan digagalkannya peredaran gelap sabu seberat 1,25 kg tersebut, berarti 12.500 jiwa terselamatkan dari ancaman bahaya narkoba. * (Denny W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *