BANJARBARU, KALSEL – Maspolin.id|| Pengelolaan ribuan kendaraan dinas Polri di lingkungan Polda Kalimantan Selatan kini memasuki era digital.
Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik Polda Kalsel, AKBP Arifin, menghadirkan inovasi aplikasi SIRANMOR (Sistem Informasi Perawatan Kendaraan Bermotor) untuk mengintegrasikan pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan kendaraan dinas secara lebih transparan dan akuntabel.
Inovasi tersebut menjadi solusi atas pengelolaan pemeliharaan dan perawatan kendaraan bermotor (Harwat Ranmor) yang sebelumnya masih banyak mengandalkan pencatatan manual, laporan berbasis kertas, serta rekapitulasi menggunakan Microsoft Excel.
Kondisi tersebut membuat pembaruan data kendaraan tidak selalu berlangsung secara real-time. Riwayat servis, penggantian oli, hingga laporan kerusakan kerap terlambat diperbarui.
Selain itu, pengawasan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan suku cadang juga belum sepenuhnya terintegrasi.
“SIRANMOR punya sejumlah fitur unggulan untuk memudahkan dalam pengecekan data ranmor dinas Polri secara real-time hingga perawatannya,” kata Arifin di Banjarbaru, Kamis (05/11/2026).
Melalui aplikasi yang dapat diakses menggunakan perangkat Android maupun web dashboard tersebut, data kendaraan dinas kini dapat dipantau dalam satu sistem terpusat.
Salah satu fitur unggulannya adalah database kendaraan berbasis QR Code. Setiap kendaraan memiliki kode unik yang dapat dipindai untuk menampilkan informasi nomor polisi, nomor registrasi, jenis kendaraan, tahun produksi, kondisi terakhir, foto kendaraan, hingga satuan kerja pengguna.
“Saat ini total lebih dari 2.800 ranmor dinas Polda Kalsel masuk dalam satu database,” ungkap alumni Akpol 1994 jebolan Sarjana Ilmu Kepolisian ini.
SIRANMOR juga dilengkapi fitur E-Harwat dan pengingat otomatis. Sistem tersebut memberikan notifikasi ketika kendaraan memasuki jadwal perawatan, seperti penggantian oli mesin setiap 5.000 kilometer, penggantian filter solar dan filter oli, perpanjangan STNK, pengujian KIR, hingga servis berkala.
Dengan sistem pengingat tersebut, operator Biro Logistik tidak perlu lagi mengandalkan pencatatan manual untuk memantau jadwal perawatan setiap kendaraan.
Fitur lainnya adalah E-Complain dan pelaporan kerusakan digital. Melalui fasilitas ini, anggota yang mengalami kendala pada kendaraan dinas dapat langsung mengunggah foto kerusakan disertai keterangan keluhan melalui aplikasi.
“Laporan ini langsung masuk ke dashboard Kabag Logistik dan Kasubbag Harwat guna mempercepat proses verifikasi dan pengajuan perbaikan,” tambah Arifin.
Untuk memperkuat pengawasan anggaran, SIRANMOR turut menyediakan fitur manajemen logistik BBM dan suku cadang.
Seluruh pengajuan kebutuhan bahan bakar maupun komponen kendaraan dilakukan melalui sistem sehingga proses pengawasan menjadi lebih transparan dan meminimalkan potensi tumpang tindih pengadaan.
Tak hanya untuk kebutuhan operasional, aplikasi ini juga menyediakan dashboard pimpinan atau Commander Wish.
Melalui fitur tersebut, Kapolda, Wakapolda, dan Karo Logistik dapat memantau kondisi kendaraan dinas dalam satu tampilan, mulai dari jumlah kendaraan siap operasi, rusak ringan, rusak berat, hingga realisasi anggaran perawatan.
Data tersebut menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan secara lebih cepat berdasarkan kondisi aktual kendaraan.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan turut memberikan apresiasi terhadap proyek perubahan yang dikembangkan AKBP Arifin melalui aplikasi SIRANMOR.
Sejak diuji coba di lingkungan Biro Logistik Polda Kalsel, aplikasi tersebut dilaporkan memberikan sejumlah dampak positif.
Salah satunya efisiensi anggaran pemeliharaan dan perawatan kendaraan hingga 15 persen melalui pencegahan servis ganda dan pengadaan suku cadang yang tidak diperlukan.
Selain itu, tingkat kesiapan operasional kendaraan roda empat (R4) yang sebelumnya berada di angka 75 persen meningkat menjadi 92 persen siap operasi.
Digitalisasi ini juga membuat seluruh proses pemeliharaan dan perawatan kendaraan tercatat dalam sistem sehingga riwayat penggunaan anggaran dan kondisi kendaraan lebih mudah ditelusuri.
Arifin menegaskan, transformasi digital di tubuh Polri tidak hanya berkaitan dengan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun aplikasi pelayanan publik. Inovasi teknologi juga harus menyentuh aspek pendukung tugas kepolisian, termasuk pengelolaan dan perawatan kendaraan dinas.
Menurutnya, kendaraan dinas yang terawat dengan baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan personel ketika menjalankan tugas di lapangan.
Dengan kondisi kendaraan yang prima, anggota diharapkan dapat bertugas lebih aman dan optimal dalam melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.
“Peningkatan semangat dan kesiapan dalam tugas ini menjadi implementasi dari tagline Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yakni Polisi Bersama Masyarakat,” ujar Arifin.
