Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

Subang, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Bareskrim Polri mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan berupa importasi ilegal pakaian bekas atau balpres di sebuah gudang kawasan Pergudangan Intijaya Subang Industri, Blok A-29, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menemukan 1.257 bal pakaian bekas yang diduga berasal dari impor ilegal dengan taksiran nilai mencapai Rp15 miliar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol Suhasto mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh tim Dittipideksus Bareskrim Polri berdasarkan surat perintah Kabareskrim Polri tertanggal 21 Oktober 2026.

“Penindakan ini sebagai wujud komitmen Bareskrim Polri dalam rangka menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Penindakan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti secara profesional oleh penyelidik Dittipideksus Bareskrim Polri,” ujar Suhasto di Subang, Rabu (28/10/2026).

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan ribuan bal pakaian bekas yang tersimpan di dalam gudang tertutup. Berdasarkan inventarisasi awal, setiap bal diperkirakan bernilai Rp6 juta hingga Rp12 juta, sehingga total nilai barang yang ditemukan ditaksir mencapai Rp15 miliar.

Suhasto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, aktivitas penyimpanan dan perdagangan tersebut diduga telah berlangsung sejak September 2026. Penyidik memperkirakan perputaran transaksi dalam kegiatan tersebut dapat mencapai puluhan miliar rupiah.

“Dari hasil inventarisasi awal, per balnya ditaksir senilai Rp6 juta sampai dengan Rp12 juta. Kalau kita kalkulasikan dari 1.257 bal itu, nilainya bisa mencapai Rp15 miliar. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak September, sehingga perputarannya diprediksi bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, gudang tersebut diduga disewa oleh seseorang berinisial DAN, sementara penanggung jawab operasional yang disebut sebagai kepala gudang berinisial W. Penyidik masih mendalami identitas, peran, serta keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan dugaan importasi ilegal tersebut.

Suhasto menegaskan, penyidikan tidak hanya berfokus pada barang yang ditemukan di gudang, tetapi juga akan menelusuri asal-usul pakaian bekas, modus operandi, jalur masuk barang ke Indonesia, hingga jaringan distribusi yang diduga terlibat.

“Kami tidak akan berhenti sampai di gudang, tetapi akan menelusuri lebih jauh dari mana barang ini berasal. Penyidik masih mendalami secara komprehensif identitas para pihak yang terlibat, asal-usul barang, modus operandi, jalur masuk ke wilayah Indonesia, serta jaringan distribusinya,” tegas Suhasto.

Dalam perkara ini, penyidik mempersangkakan dugaan pelanggaran Pasal 111 juncto Pasal 47 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Lebih lanjut, Suhasto menegaskan bahwa penindakan terhadap dugaan importasi ilegal tersebut bukan semata-mata penegakan hukum, melainkan juga bagian dari upaya melindungi kepentingan ekonomi nasional, menciptakan tata niaga impor yang sehat, serta menjaga keberlangsungan industri tekstil dalam negeri.

“Penindakan ini bukan hanya sekadar penegakan hukum, tetapi bagian dari upaya negara untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional, mewujudkan tata niaga impor yang sehat dan berkeadilan, serta melindungi keberlangsungan industri tekstil yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Langkah tersebut, lanjut Suhasto, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui program Quick Wins Polri dalam penegakan hukum terhadap penyelundupan.

Bareskrim Polri juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran barang impor ilegal dengan tidak terlibat dalam rantai pemasukan maupun distribusinya. Masyarakat yang mengetahui dugaan praktik serupa diharapkan menyampaikan informasi kepada aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyidik akan terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta menelusuri jaringan di balik dugaan importasi ilegal pakaian bekas tersebut.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Pelatihan Terjun Payung Bagi Personel Korps Brimob Polri Tahun 2026 Resmi Dibuka

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, resmi membuka Pelatihan Terjun Payung bagi personel Korps Brimob Polri Tahun Anggaran 2026 dalam upacara di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).

Pelatihan berlangsung selama 28 hari, mulai 27 Oktober hingga 23 November 2026, diikuti 40 personel dari Korbrimob dan Satbrimob Polda, yang terdiri dari Pasukan Gegana, Pasukan Pelopor, Satlat Brimob, Bid TIK, serta Satbrimob Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah. Mereka akan dibina oleh 16 instruktur dengan dukungan 16 personel Kolat dan pendukung latihan.

Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi: Satlat Brimob Cikeas, Kolam Renang Pelopor Korbrimob, dan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Peserta akan menempuh materi pengantar terjun payung, pengenalan peralatan, pelipatan parasut, teknik exit, pattern, prosedur darurat, hingga latihan melayang menggunakan simulator Wind Tunnel.

Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, selaku inspektur upacara membuka kegiatan secara resmi, disertai penyematan tanda instruktur dan peserta latihan. Suasana upacara diwarnai penghormatan pasukan, penyanyian Mars dan Hymne Brimob, serta doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatlat Brimob menegaskan bahwa pelatihan terjun payung bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan pembentukan mental, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi tugas operasional. Beliau berharap seluruh peserta mampu menyerap seluruh materi dengan sungguh-sungguh, menjaga keselamatan selama pelatihan, serta menjadi agen penularan pengetahuan dan keterampilan di kesatuan masing-masing.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk membentuk personel Brimob yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental. Kami berharap para peserta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan, serta siap mendukung tugas operasional kepolisian di mana pun dibutuhkan,” ujar Dansatlat Brimob.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Korbrimob dalam membangun personel yang tangguh, adaptif, dan siap siaga. Ketika parasut akhirnya mengembang di udara Kertajati, bukan hanya keterampilan yang diuji, melainkan juga kesiapan Brimob menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala arah.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polda Jatim Uji Abu dan Tulang di Tungku dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

Madiun, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur terus mendalami kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun. Fokus penyidikan kini mencakup pemeriksaan sisa abu dan tulang yang ditemukan di tungku pembakaran serta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan upaya menghilangkan jejak kejahatan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, penyidik menelusuri proses pembakaran yang diduga dilakukan tersangka DBM (40), suami siri korban, setelah kedua korban meninggal dunia.

“Jadi, tungku itu dibuat setelah ada proses pembakaran di situ. Setelah itu abunya dibersihkan dan dilarutkan. Jadi, tungku itu untuk menutupi ada pembakaran,” ujarnya di Madiun, Rabu (28/10/2026).

Menurut penyidik, tersangka diduga menyiapkan kayu untuk membakar jenazah beberapa hari setelah peristiwa pembunuhan di sebuah hotel. Keberadaan tungku tersebut kini turut didalami untuk mengungkap rangkaian tindakan yang diduga dilakukan tersangka.

Polisi juga menyelidiki dugaan penggunaan mesin pencacah atau penggiling yang dibeli tersangka untuk mengolah sisa pembakaran. Mesin tersebut telah diamankan bersama abu dari tungku dan sejumlah bagian tulang yang diduga berkaitan dengan kedua korban.

Seluruh barang bukti tersebut menjalani pemeriksaan laboratorium forensik. Pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi karakteristik tulang yang ditemukan, termasuk membantu memastikan apakah tulang tersebut berasal dari orang dewasa atau anak-anak.

Untuk memperjelas kronologi perkara, penyidik Polda Jatim juga melakukan prarekonstruksi di rumah pribadi tersangka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (27/10/2026).

Di lokasi tersebut, penyidik menelusuri dugaan rangkaian tindakan setelah pembunuhan, mulai dari pembakaran jenazah, penggunaan mesin pencacah rumput, hingga pembuangan sisa pembakaran ke Sungai Bengawan Madiun.

Prarekonstruksi juga dilakukan di Hotel Mataram Baru, Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, serta rumah orang tua tersangka di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kota Madiun.

Sementara itu, motif pembunuhan masih didalami. Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa tersebut diduga dipicu percekcokan antara tersangka dan korban Dini di hotel. Perselisihan itu disebut berkaitan dengan status hubungan mereka, kecemburuan, serta persoalan perhatian setelah istri sah tersangka meneleponnya.

Tersangka dan korban diketahui telah menjalin hubungan sejak 2023 dan menikah secara siri, meskipun tersangka masih memiliki istri sah.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Polda Jatim terus memeriksa barang bukti dan mendalami keterangan terkait untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta memastikan proses penegakan hukum berjalan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti ilmiah. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

bjatim/mpl/gg

Massa Aksi BEM UI Bubarkan Diri Saat Hujan Deras

Massa aksi membubarkan diri usai hujan melanda kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026). ANTARA/Adimas Raditya

JAKARTA (Antara) – Maspolin.id|| Massa aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam aksi #IndonesiaSadar membubarkan diri pada Rabu malam, sekitar pukul 19.15 WIB akibat hujan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat massa mulai meninggalkan lokasi aksi.

Pembubaran berlangsung setelah peserta menyampaikan aspirasi di sekitar depan Gedung UOB.

Petugas gabungan yang berjaga di sekitar lokasi turut memantau proses pembubaran massa untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Meski demikian, sejumlah titik terpantau masih terdapat penumpukan massa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung melalui pengeras suara mengimbau agar massa segera membubarkan diri secara tertib.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung kondusif.

Dengan berakhirnya aksi, petugas terus memantau kondisi arus lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi setelah massa meninggalkan kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, lalu lintas masih ditutup di kedua arah, baik arah Semanggi menuju Bundaran HI dan sebaliknya.

 

antara

bjak/mpl/ma

Himbauan Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Umum Saat Penyampaian Aspirasi

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto

PMJ – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas umum dan ruang publik saat kegiatan penyampaian aspirasi pada Rabu (28/10/2026). Kepolisian menekankan pentingnya saling menghormati dan menjaga ketertiban agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan damai, sementara aktivitas warga lainnya tetap berjalan dengan baik.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, ruang publik merupakan tempat bersama yang digunakan masyarakat untuk berbagai kepentingan, termasuk menyampaikan aspirasi, bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, seluruh pihak diharapkan saling menjaga dan menghormati hak masing-masing.

“Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang perlu kita hormati,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Kombes Budi menjelaskan, menjaga fasilitas umum merupakan bagian dari tanggung jawab bersama karena keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Komunikasi yang terbuka dan penyampaian informasi yang akurat juga penting untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam memberikan pelayanan selama kegiatan penyampaian aspirasi, Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis. Hal ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat untuk Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat”, yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak warga, keselamatan, dan kepentingan bersama.

“Aspirasi masyarakat harus tetap mendapat ruang, sementara keselamatan dan kepentingan bersama juga kita jaga. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga Jakarta,” tutupnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polda Metro Jaya Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Penyampaian Aspirasi

PMJ – Maspolin.id|| Penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Polda Metro Jaya berkomitmen menghormati dan melindungi hak tersebut agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan damai.

Untuk itu, Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) siap memberikan pelayanan serta mengawal jalannya penyampaian aspirasi dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Keselamatan seluruh warga negara, baik peserta penyampaian aspirasi maupun masyarakat yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari, menjadi tanggung jawab dan prioritas utama petugas gabungan. Kehadiran petugas ditujukan untuk memastikan hak setiap warga tetap terlindungi.

Pada Rabu (28/10/2026), petugas gabungan memberikan pelayanan terhadap 77 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 53 kegiatan penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan masyarakat lainnya.

Pelayanan dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan DPR/MPR RI, depan UOB, Tugu Tani, Silang Selatan Monas, serta lokasi lainnya. Personel disiagakan untuk mendampingi peserta penyampaian aspirasi sekaligus membantu kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto saat memimpin apel kesiapan menekankan pentingnya komunikasi, negosiasi, serta pendekatan persuasif dan humanis dalam pelaksanaan tugas.

“Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis,” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk bertugas secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, pelayanan di lapangan mencakup pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta komunikasi dengan peserta penyampaian aspirasi. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan kegiatan di lapangan.

Kombes Budi mengajak peserta penyampaian aspirasi untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan damai, menghormati hak masyarakat lainnya, serta bersama-sama menjaga ruang publik dan fasilitas umum.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat menjadi bagian penting dalam pelayanan ini,” ujarnya.

Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan maupun pengaturan lalu lintas berdampak pada perjalanan dan aktivitas masyarakat. Warga diimbau mengikuti arahan petugas serta memantau informasi lalu lintas melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya dan Polda Metro Jaya. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Kapolda Sumatera Utara Lulusan AKPOL 1997

Profil terbaru per 26 Oktober 2026
Nama lengkap: Sonny Irawan, S.I.K., M.H.
Pangkat: Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), bintang 2.
Jabatan sekarang: Kapolda Sumatera Utara.
Akademi: Akpol 1997.
Kenaikan pangkat: Menjadi Irjen Pol pada Oktober 2026. 
Riwayat jabatan

2007 Kasat Lantas Polres Banyuwangi
2022–2023 Dirlantas Polda Kalimantan Timur
2023–2025 Dirlantas Polda Jawa Tengah
2025 Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri
Januari 2026 Wakapolda Sumatera Utara
Agustus 2026 Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri
Oktober 2026 Kapolda Sumatera Utara

 

Sumber: Medsos

Polresta Serang Kota Sita 8,8 Kg Sabu Senilai Rp8,8 Miliar

SERANG, BANTEN – Maspolin.id|| Polresta Serang Kota menyita sekitar 8,8 kilogram narkotika jenis sabu senilai Rp8,8 miliar dari hasil pengembangan kasus peredaran narkoba hingga Jakarta Selatan dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Barang bukti tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 45.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan Unit II Satuan Reserse Narkoba yang berlangsung sejak Maret 2026. Penelusuran tersebut membawa petugas ke sejumlah lokasi hingga akhirnya menemukan sabu dalam jumlah besar di wilayah Sukabumi.

Kasus bermula pada 4 Maret 2026, ketika petugas mengamankan seorang pria berinisial RH di Kampung Pasar Padarincang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Dari penggeledahan, polisi menemukan 14 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 3,23 gram.

Berdasarkan pemeriksaan, RH mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang pria berinisial M.A. (29) yang kemudian masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Petugas selanjutnya menelusuri keberadaan M.A. hingga ke Jakarta Selatan.

Pada 22 Oktober 2026, polisi melakukan penindakan di area parkir Apartemen Pancoran Riverside. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat bruto 2,06 gram dan lima cartridge etomidate. Pengembangan berikutnya mengarah pada informasi rencana pengambilan sabu di Kabupaten Sukabumi.

Tim kemudian mengamankan dua pria berinisial Y.S. (53) dan H.F. (31) di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Raya Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada 24 Oktober 2026.

Saat menggeledah Y.S., petugas menemukan sabu dengan berat bruto sekitar 3,18 kilogram yang disimpan dalam tas belanja berwarna hijau. Sementara itu, penggeledahan di rumah kontrakan H.F. di Kampung Mangkalaya, Kabupaten Sukabumi, menemukan sabu seberat sekitar 5,65 kilogram.

Dengan demikian, total sabu yang disita dari kedua lokasi tersebut mencapai sekitar 8.839 gram atau 8,8 kilogram.

Kapolresta Serang Kota menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai peredaran narkotika yang jaringannya diduga menjangkau sejumlah wilayah.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Serang Kota Kompol Vhalio Agafe mengatakan, barang bukti yang disita diperkirakan bernilai sekitar Rp8,8 miliar dan berpotensi menyelamatkan sekitar 45.000 orang dari penyalahgunaan narkotika.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian dengan menyampaikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepolisian.

Polresta Serang Kota menyatakan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

 

Humas Polda Banten

red/mpl/sc

Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

PMJ – Maspolin.id|| Aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Aksi penyampaian pendapat tersebut direncanakan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di sejumlah titik, yakni kawasan DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monas, dan Tugu Tani.

Seiring dengan rencana aksi tersebut, sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat dan sekitarnya berpotensi mengalami kepadatan. Ruas yang perlu diantisipasi antara lain Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Bundaran HI, serta Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR RI.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

“Dikarenakan ada aksi penyampaian pendapat dan diperkirakan akan terjadi kepadatan, rekayasa arus lalu lintas (diberlakukan) secara situasional di sekitar kawasan Monas, sampai dengan DPR,” kata Firman, Rabu (28/10/2026).

Selain ruas tersebut, potensi kepadatan juga dapat terjadi di Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Perwira, Jalan Abdul Muis, Jalan KH Mas Mansur, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Majapahit.

Kepadatan juga perlu diantisipasi di Jalan Gatot Subroto arah Slipi, Jalan Jenderal Sudirman dari arah Blok M, Jalan Gelora, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Palmerah Timur, Jalan Penjernihan, hingga kawasan Bendungan Hilir.

Untuk mengantisipasi dampak kepadatan, Firman mengimbau masyarakat agar menghindari kawasan yang menjadi lokasi aksi, menggunakan jalur alternatif, serta menyesuaikan waktu perjalanan.

“Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut, menggunakan rute alternatif, mengatur waktu perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Masyarakat juga dapat memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan rekayasa jalan melalui akun media sosial resmi @tmcpoldametrojaya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/apl

Polisi Jenguk Korban Kecelakaan Ojol di Blok M, Pastikan Penanganan Medis hingga Sembuh

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan menjenguk seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Blok M. Melalui Karumkit Tk. I Pusdokkes Polri bersama jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya, Polri memberikan dukungan moril serta pendampingan kepada korban dan keluarga, Selasa (27/10).

Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab Polri dalam memastikan masyarakat yang mengalami musibah mendapatkan perhatian serta bantuan yang dibutuhkan. Tidak hanya memberikan dukungan psikologis kepada keluarga, Polri juga memastikan kebutuhan penanganan medis korban menjadi perhatian utama.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui jajaran terkait, menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan bantuan kepada korban, termasuk menjamin penanganan medis hingga korban dinyatakan sembuh.

Sebagai bagian dari upaya optimalisasi pelayanan kesehatan, Karumkit Tk. I Pusdokkes Polri juga merekomendasikan agar korban dapat dialihkan perawatannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto atau RS Polri Kramat Jati, apabila kondisi klinis korban telah memungkinkan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung proses perawatan dan pemulihan secara optimal sesuai kebutuhan medis.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas Polri. Kehadiran anggota Polri di tengah warga yang mengalami musibah menjadi wujud nyata pelayanan yang mengedepankan empati dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan kepedulian dan bantuan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan dan keluarga memperoleh pendampingan selama proses pemulihan,” ujar Kadivhumas Polri.

Ia menambahkan, Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan yang humanis dan responsif, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam situasi sulit.

“Harapan kami, korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Ini merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan empati, kepedulian, dan semangat kemanusiaan,” tutupnya.

Melalui langkah tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada tugas kepolisian, tetapi juga mengedepankan kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

Subang, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Bareskrim Polri mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan berupa importasi ilegal pakaian bekas atau balpres di sebuah gudang kawasan Pergudangan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.