DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz

Mimika, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia, almarhum Simson Mulia. Penangkapan dilakukan di kawasan Jalan Gorong-Gorong, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

AK merupakan DPO dalam perkara penembakan yang terjadi pada 11 Maret 2026 di Area Ngapua Reklamasi Enviro Bunaken Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pemantauan dan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan AK. Penindakan tersebut merupakan tindak lanjut laporan polisi tertanggal 11 Maret 2026 dan surat DPO yang diterbitkan pada 29 Agustus 2026.

Penangkapan AK juga merupakan hasil pengembangan penyidikan setelah sebelumnya seorang pria berinisial YM (24) ditangkap pada 6 Juni 2026 di kawasan Pasar Kago, Kota Ilaga, Kabupaten Puncak.

“Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari proses penyelidikan dan pengembangan kasus penembakan yang terjadi pada Maret 2026. AK diduga turut serta dalam kejadian penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia tersebut sebagai pasukan dan juga yang merekam aksi penembakan,” ujar Yusuf saat memberikan keterangan kepada media, Senin (26/10/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan tiga orang lainnya berinisial O.W., M.M., dan O.M. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon genggam, satu buah besi pemukul M16, satu bilah pisau, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

“Keempat orang tersebut beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Mimika untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan AK dalam tindak pidana lainnya,” kata Yusuf.

Atas perkara tersebut, AK disangkakan dengan pasal berlapis, yakni primair Pasal 458 ayat (1) KUHP tentang pembunuhan, subsidair Pasal 306 KUHP, serta lebih subsidair Pasal 468 ayat (2) juncto Pasal 21 KUHP. Penerapan pasal dan ancaman pidananya akan mengikuti hasil penyidikan serta pembuktian unsur tindak pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa penanganan perkara yang mengakibatkan hilangnya nyawa harus dilakukan secara profesional dengan berlandaskan fakta dan alat bukti.

“Setiap tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa harus ditangani secara serius melalui proses hukum yang profesional dan berdasarkan fakta serta alat bukti. Kami mendukung pendalaman perkara ini secara menyeluruh agar seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Ardiansyah Daulay menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam tindak pidana lainnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh keterlibatan pihak-pihak terkait. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menyampaikan informasi terkait tindak pidana melalui saluran resmi kepolisian.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Selidiki Penganiayaan Berat Tenaga Honorer RSUD Dekai

Yahukimo, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menyelidiki kasus penganiayaan berat berupa penikaman terhadap seorang tenaga honorer bagian Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai berinisial LM (32). Peristiwa tersebut terjadi di area belakang kios di kawasan Perumahan Guru SMA Negeri 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.

Berdasarkan hasil penyidikan awal, korban sedang duduk di bagian belakang kios ketika tiba-tiba diserang menggunakan senjata tajam oleh dua orang tidak dikenal (OTK). Serangan tersebut diduga dilakukan dari arah samping kiri dan belakang korban hingga menyebabkan dua luka tusuk, masing-masing pada punggung kanan dan perut kiri.

Saat kejadian, kondisi di sekitar lokasi minim pencahayaan akibat pemadaman listrik. Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha melakukan perlawanan hingga kedua pelaku melarikan diri. Warga yang mendengar teriakan kemudian mendatangi korban dan membawanya ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat dijumpai media, pada hari Sabtu (24/10), menjelaskan bahwa saat korban tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Dekai, sebilah senjata tajam berbentuk menyerupai samurai pendek tanpa gagang masih tertancap di punggung kanan korban.

“Korban mengalami dua luka tusuk, masing-masing pada bagian perut sebelah kiri dan punggung sebelah kanan. Saat dibawa ke rumah sakit, senjata tajam yang diduga digunakan pelaku masih tertancap di punggung kanan korban. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini kondisinya sudah stabil, tetapi masih dalam pengawasan tim medis,” jelas Kasatgas Humas.

Setelah menerima laporan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo merespons dengan mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban, kemudian melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Personel melakukan penyisiran, memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa temuan yang berkaitan dengan perkara, serta melaksanakan olah TKP guna mendukung proses penyidikan.

Dalam olah TKP tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi dan mengumpulkan barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa penikaman. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu buah gagang senjata tajam dan sepasang sandal. Temuan tersebut diamankan untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut.

Petugas juga mendalami keterangan saksi serta kondisi di lokasi kejadian guna membantu mengungkap kronologi peristiwa, mengidentifikasi pelaku, dan memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, menyampaikan bahwa penyidik telah memperoleh informasi awal mengenai ciri-ciri para pelaku. Berdasarkan pola dan karakteristik aksi, keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan lebih lanjut.

“Berdasarkan pendalaman awal, kami telah memperoleh informasi mengenai ciri-ciri para pelaku yang diduga memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan. Kami bersama Polres Yahukimo terus melakukan penyidikan dan pengembangan untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku,” ujar Kasatgas Humas.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 menambahkan, setiap tindak pidana dan aksi kekerasan akan ditindaklanjuti melalui proses hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh. Menurutnya, dukungan masyarakat dibutuhkan untuk membantu penyidik memperoleh informasi yang relevan dengan perkara tersebut.

“Dalam kejadian ini, korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai tenaga honorer di bagian Radiologi RSUD Dekai. Kami menilai aksi kekerasan seperti ini merupakan bentuk teror terhadap masyarakat sipil. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk menyampaikan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini,” tegas Kasatgas Humas.

Perkara penganiayaan berat tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/57/X/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tanggal 23 Oktober 2026. Dalam laporan tersebut, penyidik menerapkan sangkaan primair Pasal 469 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Dan sangkaan subsidair Pasal 468 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, tentang penganiayaan berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun. Penerapan pasal-pasal tersebut tetap mengacu pada hasil penyidikan dan pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan kasus penikaman tersebut akan dilakukan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Setiap tindak kekerasan terhadap masyarakat harus ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum. Kami mendukung proses penyelidikan agar perkara ini dapat diungkap berdasarkan bukti dan fakta yang terverifikasi,” tegas Kaops.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut kepada kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Setiap informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pemberi informasi,” ujar Wakaops.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., turut mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi maupun melakukan tindakan main hakim sendiri, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Apabila mengetahui informasi terkait kejadian ini maupun dugaan tindak pidana lainnya, segera sampaikan kepada kepolisian. Polri bersama masyarakat berkomitmen menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua,” tutup Kasatgas Humas.

Hingga saat ini, penyidik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo masih mendalami keterangan saksi dan temuan di lapangan untuk mengungkap identitas serta motif pelaku. Dugaan keterkaitan pelaku dengan kelompok bersenjata juga masih diverifikasi melalui proses penyidikan lebih lanjut.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Selama Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 101 Kilogram Narkotika

PAKANBARU, RIAU – Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Riau bersama polres jajaran mengungkap 29 kasus tindak pidana narkotika dan menangkap 39 tersangka dalam Operasi Sarang Narkoba (OSN) pada Sabtu (24/10/2026). Dalam operasi yang berlangsung selama 15 hari sejak 9 hingga 23 Oktober 2026 tersebut, petugas menyita total 101,05 kilogram barang bukti narkotika serta memfasilitasi rehabilitasi bagi 150 pengguna.

Capaian penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau di bawah kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam menekan angka peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Provinsi Riau. Rincian barang bukti yang disita terdiri atas 82,75 kilogram sabu, 18,07 kilogram ganja, 258 butir ekstasi, serta 62 cartridge mengandung etomidate. Dilansir dari Media Center, Minggu (25/10/26).

“Operasi Sarang Narkoba merupakan upaya kami untuk memberantas bandar dan memulihkan pengguna. Kami terus menggempur sarang-sarang narkoba yang ada di Riau melalui penegakan hukum dan upaya rehabilitasi bagi pengguna sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira.

Pelaksanaan OSN digelar sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan petunjuk Kapolda Riau. Operasi menyasar sejumlah titik rawan yang terindikasi menjadi lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

Secara khusus, Ditresnarkoba Polda Riau mencatat pengungkapan tujuh kasus dengan sembilan tersangka, memfasilitasi rehabilitasi bagi 79 orang, serta menyita 81,86 kilogram sabu, 2,82 gram ganja, dan 4,5 butir ekstasi. Sementara itu, Polresta Pekanbaru mengungkap tiga kasus dengan tiga tersangka dan lima warga direhabilitasi, disusul Polres Dumai yang mengungkap dua kasus dengan dua tersangka serta merehabilitasi 26 orang.

Pengungkapan kasus juga dilakukan oleh Polres Kampar dengan dua kasus dan empat tersangka, Polres Indragiri Hulu tiga kasus dengan enam tersangka, serta Polres Indragiri Hilir empat kasus dengan tiga tersangka. Selain itu, Polres Pelalawan mencatat dua kasus dengan dua tersangka, Polres Rokan Hilir tiga kasus dengan empat tersangka, serta Polres Kuantan Singingi tiga kasus dengan enam tersangka, disamping kegiatan rehabilitasi di Polres Rokan Hulu dan Polres Kepulauan Meranti.

 

Humas Polda Riau

red/mpl/pr

Polisi Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Tersangka Ditangkap

JAKARTA – Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menyita 1.599 gram atau sekitar 1,5 kilogram sabu dan menangkap dua pria berinisial AA dan AR dalam pengungkapan kasus narkotika di kawasan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberantas peredaran narkotika serta melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Upaya pemberantasan narkoba bukan sekadar mengungkap kasus dan mengamankan barang bukti, tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa manusia, melindungi keluarga, serta menjaga masa depan generasi muda,” ujar Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Kasus ini bermula dari penyelidikan Tim Opsnal Unit III Sub 3B Satresnarkoba pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Salam Raya, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu, petugas mencurigai AA yang sedang mengendarai sepeda motor.

Dari pemeriksaan kendaraan, polisi menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 51 gram yang disimpan di dalam kotak jam pada dasbor sepeda motor tersebut.

Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan berdasarkan hasil pemeriksaan awal hingga menangkap AR pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dalam penggeledahan di rumah kontrakan AR di kawasan yang sama, polisi menemukan tiga paket sabu dengan berat bruto 1.548 gram. Dengan demikian, total barang bukti yang disita dari kedua lokasi mencapai 1.599 gram.

Menurut Reynold, pengungkapan kasus tersebut diperkirakan dapat mencegah sekitar 3.300 orang dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkotika di lingkungannya,” kata Reynold.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dan mengirimkan barang bukti untuk pemeriksaan laboratorium forensik.

Atas dugaan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Mesuji, Senjata Api Rakitan Ikut Disita

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polres Mesuji, Lampung, mengungkap peredaran gelap narkotika di sejumlah lokasi di Kecamatan Mesuji Timur. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga orang tersangka dan menyita 230 pil ekstasi, sabu, serta satu pucuk senjata api rakitan beserta amunisi.

Kasat Narkoba Polres Mesuji IPTU Candra Hirawan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh petugas.

“Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka serta menyita barang bukti bernilai tinggi, mulai dari ratusan pil ekstasi, sabu, hingga satu pucuk senjata api (senpi) rakitan lengkap dengan amunisinya,” kata Kasat Narkoba IPTU Candra Hirawan di Mesuji, Provinsi Lampung Minggu.

Pengungkapan pertama dilakukan di jalan poros Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur. Di lokasi tersebut, petugas menangkap pria berinisial SI (34), warga Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Dari tangan SI, polisi menyita 230 butir pil ekstasi. Berdasarkan hasil pengembangan, petugas kemudian bergerak ke sebuah rumah di Dusun Tebing Tinggi, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur. Di lokasi kedua, polisi mengamankan tersangka berinisial AI (48).

Petugas turut menyita enam plastik klip kecil berisi sabu dengan berat 1,05 gram, satu plastik klip sedang berisi sisa pakai, serta uang tunai Rp600.000.

Penyelidikan tidak berhenti sampai di situ. Petugas kembali melakukan penggerebekan di Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, dan menangkap seorang perempuan berinisial TR (38).

“Kami tidak berhenti di situ, intensitas penyelidikan yang ketat membuahkan hasil lanjutan. Tim gabungan kembali menggerebek sebuah lokasi di Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, dan mengamankan seorang perempuan berinisial TR (38),” kata dia.

Dari lokasi tersebut, polisi menemukan sabu seberat 23,81 gram, satu pucuk senjata api rakitan, delapan butir amunisi kaliber 5,56 mm, timbangan digital, alat isap berupa sekop pipet, plastik klip berbagai ukuran, serta uang tunai Rp4.900.000 yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Saat ini, ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Mesuji untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap dugaan jaringan pemasok narkotika yang lebih luas. Selain itu, penyidik berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal untuk mendalami asal-usul kepemilikan senjata api rakitan beserta amunisi yang ditemukan.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta subsider Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” kata dia.

 

Humas Polda Lampung

red/mpl/sc

10 Kg Ganja dan Senjata Disita Polda Papua dalam Operasi Sarang Narkoba di Jayapura

JAYAPURA, PAPUA – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua mengamankan 10 kilogram ganja, sejumlah senjata, dan 10 orang dalam Operasi Sarang Narkoba (OSN) 2026 di Kampung Vietnam, Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (24/10/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas menyita dua senapan angin, satu pucuk airsoft gun, senjata tajam, minuman beralkohol merek Singaraja, serta sejumlah barang bukti lainnya. Dari 10 orang yang diamankan, enam di antaranya merupakan warga negara Papua Nugini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian mengatakan, operasi gabungan dimulai sekitar pukul 05.00 WIT. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BNN Papua Brigjen Pol. Anang Triwidiandoko dan melibatkan personel Brimob, Sabhara, Ditpolairud, serta Polresta Jayapura.

Saat petugas menyisir kawasan tersebut dan memeriksa sejumlah orang yang dicurigai, salah seorang terduga sempat melarikan diri ke laut. Namun, petugas berhasil mengamankannya.

“Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti saat ini diamankan di Polda Papua untuk menjalani proses lebih lanjut,” kata Kombes Pol. Alfian di Jayapura, Sabtu (24/10/2026).

Alfian menambahkan, sebelum operasi tersebut, tim gabungan juga telah mengamankan 20 kilogram ganja dari penggerebekan di dua lokasi berbeda.

Seluruh barang bukti kini berada di Mapolda Papua untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

 

Humas Polda Papua

red/mpl/sc

Polda Sulteng Amankan 40 Orang dalam Operasi Pemberantasan Narkotika

POLDA SULTENG – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) telah mengamankan sedikitnya 40 orang dalam rangkaian operasi penggerebekan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Operasi ini digencarkan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto sejak tiga pekan terakhir, di bawah koordinasi Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan dan dipimpin oleh Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Pribadi Sembiring.

Dalam rangkaian Operasi Sarang Narkoba (OSN) yang berlangsung Kamis (22/10/2026), penggerebekan dilakukan di kawasan Kayumalue dan Tatanga, Kota Palu. Dari kegiatan tersebut, lebih dari 10 orang diduga sebagai pengedar narkoba berhasil diamankan. Berdasarkan tes urine yang dilakukan terhadap 21 orang yang ditangkap, sebanyak 15 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba; lima orang di Kayumalue dan sepuluh orang di Tatanga.

“Dengan demikian, dari total 21 orang yang diamankan dalam Operasi Sarang Narkoba tersebut, sebanyak 15 orang positif narkoba,” ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin.

Selama operasi, petugas juga menghancurkan sejumlah lapak yang diduga sebagai lokasi transaksi narkoba di Kayumalue dan menyita dua paket sabu di Tatanga. Namun, proses penggerebekan tidak berjalan mulus.Menurut Kombes Pol Pribadi Sembiring, terdapat perlawanan serius dari masyarakat, khususnya di Tatanga di mana warga melempari kendaraan petugas dengan batu dan menyalakan petasan.

“Kami berkomitmen akan terus melakukan penindakan sampai daerah Kayumalue dan Tatanga benar-benar bersih dari narkoba,” tegas Pribadi Sembiring.

Operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang diteruskan melalui Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah.

 

Humas Polda Sulteng

red/mpl/sc

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pemicu Kericuhan di Surabaya

SURABAYA, JAAWA TIMUR – Maspolin.id|| Polda Jawa Timur mengamankan 11 orang yang diduga berupaya memicu kericuhan saat aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan, 11 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya. Dari jumlah tersebut, dua orang berstatus mahasiswa, sedangkan sembilan lainnya merupakan anak putus sekolah.

“Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya,” kata Dekananto saat konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Kamis (22/10/2026) malam.

Menurutnya, petugas mengamankan mereka dari sejumlah titik di sekitar lokasi aksi, meliputi kawasan Taman Apsari, Gang Setan, depan Hotel Ina Simpang, hingga area air mancur Alun-Alun Surabaya.

Dalam pengamanan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara, di antaranya cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata buku jari atau knuckle, serta sejumlah telepon seluler.

Dari pemeriksaan awal terhadap telepon seluler yang diamankan, penyidik menemukan percakapan yang diduga berisi ajakan melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polisi kini mendalami isi percakapan tersebut untuk mengetahui keterkaitannya dengan dugaan rencana kericuhan. Penyidik juga menelusuri peran masing-masing orang yang diamankan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Dekananto menegaskan, proses hukum akan dilakukan apabila penyidik menemukan bukti yang cukup dan unsur tindak pidana terpenuhi.

“Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan alat bukti yang cukup dan terpenuhi unsur pidananya, tentunya akan kami proses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap 11 orang tersebut merupakan perkara terpisah dari aksi penyampaian aspirasi mahasiswa. Secara umum, aksi mahasiswa di kawasan Gedung Negara Grahadi berlangsung aman dan tertib.

Kapolda Jatim pun mengapresiasi mahasiswa, koordinator lapangan, dan seluruh peserta aksi yang mampu menjaga ketertiban serta membubarkan diri sesuai dengan ketentuan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ia menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi akan kami layani dan kami amankan dengan baik. Kami menghormati penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan,” kata Dekananto.

Meski demikian, Polda Jatim memastikan akan menindak setiap perbuatan yang terbukti melanggar hukum secara profesional dan proporsional sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Polri Bongkar Sindikat BBM Ilegal, Oplosan Disulap Jadi Solar Industri Pertamina

Muratara, SUMSEL – Maspolin.id|| Jajaran Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik pengolahan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Penindakan tegas tersebut dilakukan penyidik di dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berlokasi di Desa Mekar Sari pada Jumat (23/10/2026).

Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan dua orang tersangka, yaitu SP selaku pemilik tempat pengolahan minyak mentah ilegal dan AT yang menjabat sebagai Manajer PT Ratiga Abdi Meksa.

Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Teddy Ristiawan, mengungkapkan bahwa modus operandi yang digunakan para tersangka tergolong sangat kompleks dan terstruktur. Minyak mentah didatangkan dari Musi Banyuasin (Muba) untuk diolah secara tradisional sebelum diproses kembali agar menyerupai produk resmi.

“Selanjutnya BBM itu diduga didistribusikan menggunakan truk tangki milik PT Ratiga Abdi Meksa ke sejumlah perusahaan kontraktor di wilayah Kabupaten Muratara,” ujar Kombes Teddy Ristiawan pada Sabtu (24/10/2026).

Pada TKP pertama, penyidik menemukan fasilitas penyulingan tradisional milik tersangka SP. Minyak mentah yang dipasok dari Muba dimasak menggunakan tungku besi untuk menghasilkan bensin, minyak tanah, dan solar. Aktivitas ilegal tanpa izin serta tanpa pengolahan limbah B3 ini diketahui telah beroperasi sejak Januari 2025.

Dari lokasi pertama, polisi mengamankan seorang pekerja berinisial OP beserta barang bukti berupa 13.000 liter minyak mentah, 10.000 liter solar olahan, 2.200 liter bensin, 42 toren plastik, peralatan memasak minyak, mesin pompa, hingga satu unit mobil pikap.

Sementara itu, di TKP kedua yang dikelola oleh PT Ratiga Abdi Meksa di bawah kendali tersangka AT, petugas menemukan lokasi penampungan sekaligus tempat pemrosesan ulang minyak olahan ilegal tersebut.

Di lokasi kedua, penyidik menyita 26.000 liter solar olahan, dua unit truk tangki, bahan bleaching, 25 liter asam sulfat, belasan toren, mixer, mesin penyaring, serta dokumen delivery order (DO) dan surat jalan.

“Modus operandi pada TKP dua ini adalah PT Ratiga Abdi Meksa membeli minyak dari hasil olahan ilegal dari tersangka SP di TKP pertama. Jadi ini suatu rangkaian dari TKP pertama dan kedua,” jelas Teddy.

Minyak olahan tersebut dicampur dengan bahan kimia tertentu hingga warna dan tampilannya sangat mirip dengan solar industri asli Pertamina. BBM oplosan itu kemudian diangkut menggunakan truk tangki biru-putih berlogo PT Ratiga Abdi Meksa untuk dipasok ke perusahaan-perusahaan kontraktor.

Penyidikan mengungkapkan bahwa PT Ratiga Abdi Meksa beroperasi secara ilegal tanpa mengantongi izin usaha maupun izin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Atas perbuatannya, tersangka SP dijerat Pasal 53 huruf a UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang telah diubah dalam UU No. 6 Tahun 2023.

Sedangkan untuk TKP kedua, penyidik menerapkan Pasal 54 juncto Pasal 28 ayat (1) UU Migas serta Pasal 98 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pengungkapan ini menjadi gambaran bagaimana aktivitas pengolahan minyak ilegal diduga dilakukan secara berantai, mulai dari pengolahan minyak mentah, pembelian hasil olahan, pemrosesan kembali hingga pendistribusian kepada pengguna akhir,” tandas Kombes Teddy Ristiawan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Pidie, ACEH – Maspolin.id|| Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai mengungkap laboratorium gelap pembuatan sabu yang diduga menjadi bagian dari jaringan narkotika internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika, menjadikannya pengungkapan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar di Indonesia.

Penindakan dilakukan secara serentak pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Pengungkapan ini berawal dari pengembangan informasi intelijen serta pemantauan pergerakan jaringan dan logistik yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu.

Di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan laboratorium gelap yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi.

 

Secara keseluruhan, barang bukti yang disita dalam operasi tersebut mencapai hampir 1,2 ton bruto. Sebanyak 11 orang yang diamankan terdiri atas dua WNA dan sembilan WNI. Penyidik masih mendalami peran masing-masing serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika internasional.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga bergerak dari kawasan Asia Tenggara sebelum tiba di Aceh. Tim gabungan kemudian memantau pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi yang digunakan sebagai laboratorium gelap.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan tersebut.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa, untuk memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan.

“ Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Penyidik masih mendalami jaringan yang terlibat, mengejar sejumlah pihak yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), serta menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan. Polri bersama instansi terkait juga akan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap keterkaitan jaringan tersebut.

Kapolri turut mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang terlibat dalam pengungkapan tersebut. Kerja sama lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika dan mencegah Indonesia digunakan sebagai lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz

Mimika, PAPUA TENGAH - Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.