Polresta Bandung Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape dan Sita, 400 Cartridge

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung membongkar laboratorium gelap yang diduga digunakan untuk meracik cairan rokok elektrik atau liquid vape mengandung narkotika golongan I.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka dan mengamankan 400 cartridge berisi cairan narkotika yang nilai peredarannya ditaksir mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliesta Ageng Wicaksana mengatakan cairan tersebut bukan merupakan bahan biasa, melainkan narkotika sintetis yang berbahaya bagi penggunanya.

“Zat ini bukan sekadar stimulan biasa, melainkan narkotika sintetis golongan I yang memicu ketergantungan ekstrem dan efek kerusakan fatal pada saraf,” kata Oliestha di Bandung, Kamis (17/09/2026).

Pengungkapan bermula ketika polisi menangkap seorang tersangka di Gang Bongkaran, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, pada 14 September 2026.

Dari penangkapan tersebut, penyidik kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua di kawasan Cikuya Mekar, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Dari dua lokasi itu, polisi mengamankan dua pria berinisial RGP (35) dan OBP (34). Keduanya diketahui sehari-hari bekerja sebagai mitra pengemudi ojek daring.

RGP diduga berperan sebagai peracik utama, sedangkan OBP membantu proses pencampuran bahan baku kimia. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 400 cartridge berisi liquid, plastik klip, alat pemanas listrik, serta botol berisi bahan kimia.

Bahan yang ditemukan antara lain alkohol, propilen glikol (PG), dan gliserin nabati (VG). Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan cairan tersebut positif mengandung MDMB-4en-PINACA, yakni senyawa narkotika sintetis golongan I.

“Dampaknya jauh melampaui kondisi teler biasa, dapat menyebabkan kejang, hilang kesadaran, keracunan akut, hingga kematian akibat overdosis,” ujar Oliesta.

Polisi menyebut pengungkapan dilakukan sebelum cairan tersebut sempat beredar di pasaran. Setiap cartridge rencananya dijual seharga Rp3,5 juta.

“Alhamdulillah kegiatan ini dapat kami ungkap sebelum barang ini sempat dipasarkan. Rencananya akan dijual per cartridge senilai Rp3.500.000,” ujarnya.

Oliestha mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran narkotika yang dikemas menyerupai produk rokok elektrik. Masyarakat juga diminta melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan lain yang disangkakan penyidik.

“Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat 15 tahun atau pidana maksimal hukuman mati dan penjara seumur hidup,” kata Oliesta. (ad/hn/rs)

 

Tribratanews

bjabar/mpl/sc

Polda Sumsel Raih Penghargaan Polda Terbaik Kompolnas Awards 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) meraih penghargaan sebagai Polda Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan pada malam penganugerahan Kompolnas Awards 2026 di Sari Pasifik Hotel, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja Polda Sumsel dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif, penegakan hukum berkeadilan, penguatan akuntabilitas, inovasi pelayanan publik, serta kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kompolnas Awards merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terhadap satuan kerja Polri yang dinilai memiliki kinerja, integritas, inovasi dan kualitas pelayanan yang baik. Pada 2026, ajang tersebut memasuki penyelenggaraan kelima dengan melibatkan jajaran Polri dari tingkat Mabes Polri hingga satuan kewilayahan.

Dalam proses penilaian, Polda Sumsel mengedepankan empat aspek utama, yakni validitas data, inovasi, dampak dan keberlanjutan. Berbagai program juga dipetakan melalui pendekatan 5P, yaitu People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.

Berbagai penguatan dilakukan Polda Sumsel, mulai dari optimalisasi Command Center dan layanan pengaduan masyarakat, pelayanan kepolisian yang terintegrasi, langkah preventif dalam menjaga Kamtibmas dan penanganan Karhutla, hingga penyelesaian perkara yang mengedepankan keadilan serta perlindungan terhadap korban.

Di sisi internal, Polda Sumsel terus memperkuat pengawasan, akuntabilitas dan pembangunan Zona Integritas. Sementara dari aspek kemitraan, berbagai program sosial, kesehatan, ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan untuk menghadirkan manfaat langsung sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh personel jajaran Polda Sumsel serta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

“Alhamdulillah, penghargaan sebagai Polda Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 merupakan hasil kerja keras bersama seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran serta dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder. Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Kapolda.

Menurut Kapolda, capaian tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran untuk terus menjaga profesionalisme, integritas dan kualitas pelayanan. Setiap inovasi yang dibangun, kata dia, harus mampu memberikan dampak dan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pertahankan yang sudah baik, evaluasi yang masih kurang, dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Penghargaan ini kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Selatan,” tegasnya.

Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi momentum untuk menjaga konsistensi sekaligus keberlanjutan berbagai program dan inovasi Polda Sumsel.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal yang terpenting adalah setiap program dan inovasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan Polda Terbaik Kompolnas Awards 2026 menjadi dorongan bagi Polda Sumsel untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat inovasi dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata yang profesional, responsif, humanis serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Kompolnas Awards 2026: Mengapresiasi Prestasi , Menguatkan Reformasi Polri

KOMPOLNAS – Maspolin.id|| Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menganugerahkan Kompolnas Awards 2026 kepada satuan kerja dan
personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menunjukkan capaian, inovasi, integritas, dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas.

Malam Penganugerahan Kompolnas Awards 2026 menjadi puncak
rangkaian seleksi dan penilaian terhadap satuan kerja serta personel Polri yang masuk dalam nominasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kompolnas mendorong budaya prestasi dan peningkatan kualitas
pelaksanaan tugas kepolisian.

Ketua Kompolnas, Djamari Chaniago, mengatakan seluruh proses penilaian
Kompolnas Awards 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, objektif dan berbasis bukti dengan tahapan mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, penentuan lima besar, visitasi, hingga rapat pleno dewan juri.

Dewan juri yang berjumlah 13 orang, terdiri atas anggota kompolnas dan
berbagai unsur di luar kompolnas, termasuk unsur polri, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur media, serta konsultan profesional dan kredibel.

Keterlibatan dewan juri dari berbagai perspektif tersebut dimaksudkan untuk memperkaya proses penilaian, sehingga penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja, inovasi, dan dampak yang dihasilkan para nominator,” ungkap Djamari.

Kompolnas Awards 2026 terdiri atas 11 kategori yang terbagi dalam kategori satuan kerja dan kewilayahan serta kategori perseorangan.

Kategori satuan kerja meliputi Satker Mabes, Polda, Polres Kelompok A, B,
dan C, serta Polsek Kelompok A (Urban dan Metro) dan Kelompok B (Rural dan Pra-Rural).

Adapun kategori perseorangan meliputi Perseorangan 5P, yang terdiri atas People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership; Perseorangan
Peacekeeper; Perseorangan Satgas Daerah Konflik; serta Perseorangan
Densus 88 AT. Kategori tersebut mencerminkan beragam bentuk
pengabdian personel, mulai dari kontribusi kepada masyarakat dan
lingkungan, misi perdamaian, penugasan di wilayah konflik, hingga upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.

Kompolnas menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Kompolnas
Awards 2026 serta mengapresiasi seluruh nominator yang telah
menunjukkan kinerja dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas.

“Kami berharap kompolnas awards 2026 tidak hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang praktik baik yang dapat menjadi pembelajaran, bagian dari upaya mendorong penguatan inovasi, integritas, dan kualitas pelayanan polri bagi masyarakat”, tutup Djamari.

Adapun penerima Kompolnas Awards 2026 sebagai berikut:

Kategori Satuan Kerja dan Kewilayahan
1. Satker Mabes Terbaik: Pasukan Gegana Korbrimob Polri
2. Polda Terbaik: Polda Sumatera Selatan
3. Polres Kelompok A: Polres Banjar, Polda Jawa Barat
4. Polres Kelompok B: Polres Bantul, Polda Daerah Istimewa
Yogyakarta
1. Polres Kelompok C: Polresta Malang Kota, Polda Jawa Timur
2. Polsek Kelompok A (Urban dan Metro): Polsek Biringkanaya,
Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan
1. Polsek Kelompok B (Rural dan Pra-Rural): Polsek Arso Timur, Polres
Keerom, Polda Papua

Kategori Perseorangan
1. Perseorangan 5P:
– People: Bripka Khairi, Polsek Rangsang, Polres Kepulauan
Meranti, Polda Riau
– Planet: Aiptu Dillia Rika Sari, S.H., Polsek Mertoyudan,
Polresta Magelang, Polda Jawa Tengah
– Prosperity: Bripka Sony Ikhwandi, Polsek Pringgabaya, Polres
Lombok Timur, Polda Nusa Tenggara Barat
– Peace: Aipda Arjunif, S.I.P., Polsek Bathin II Babeko, Polres
Bungo, Polda Jambi
– Partnership: Brigpol Agus Kurniawan, Polsek Nogosari, Polres
Boyolali, Polda Jawa Tengah

1. Perseorangan Peacekeeper: Brigpol Tiara Nissa Zulbida, S.E., M.A.,
Div Hubinter Polri

1. Perseorangan Satgas Daerah Konflik:
– Tamtama: Bharaka I Ketut Murtina, A,Md.Kep., Korbrimob Polri
– Bintara: Bripda Isak S. Kafiar, Polda Papua Tengah
– Perwira: Iptu Suratman, Polda Papua Tengah

1. Perseorangan Densus 88 AT: [Brigpol Afriza Fachmi, S.Kom.,
M.H., Ditcegah, Densus 88 A.T. (ta/hn/rs)

 

red/mpl/pr

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menegaskan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong olahraga skydiving Indonesia semakin berprestasi di tingkat dunia. Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat membuka International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global,” ujar Wakapolri.

Kejuaraan yang berlangsung pada 17–20 September 2026 tersebut diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut berpartisipasi, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.

Atmosfer kompetisi semakin terasa dengan keterlibatan 20 juri internasional dari 12 negara, yaitu Australia, Belanda, Finlandia, Inggris, Jerman, Kroasia, Lithuania, Prancis, Republik Ceko, Selandia Baru, Spanyol, dan Swedia.

Dengan memperhitungkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan kejuaraan.

Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan.

Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia,” kata Wakapolri.

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 yang digelar di fasilitas yang sama. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

Menurut Wakapolri, peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan atlet serta juri dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman dan kualitas kompetisi.

Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan rasa saling menghormati.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara,” ujarnya.

Wakapolri juga meminta panitia penyelenggara dan personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.

“Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia, dan dalam hal ini Polri, sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” kata Wakapolri.

Ia menambahkan, keberhasilan kejuaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan dan kerja sama yang terbangun.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurut Irvan, perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar minat, pembinaan, dan prestasi atlet dapat terus berkembang.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Irvan.

Irvan mengatakan pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia, dengan dukungan organisasi terjun payung internasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving di kawasan Asia secara rutin dan berkesinambungan.

“Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan dapat semakin mendorong perhatian masing-masing negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet,” katanya.

Ia berharap Kapolri Cup II dapat menjadi momentum untuk mendorong target pengembangan olahraga tersebut sekaligus memperluas jejaring kompetisi di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga,” ujar Irvan.

Atas nama pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, Irvan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut.

Kepada seluruh atlet, panitia, dan wasit, ia berpesan agar pertandingan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Selamat bertanding kepada para atlet, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety,” ucapnya.

Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas menjadi fasilitas penting dalam pengembangan indoor skydiving nasional. Fasilitas yang diresmikan pada Maret 2023 tersebut memiliki diameter 4,8 meter, kapasitas hingga 10 penerjun, serta dapat dioperasikan selama 24 jam.

Melalui penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, Cikeas tidak hanya menjadi tempat para atlet mengejar podium. Lebih dari itu, Wind Tunnel Korps Brimob menjadi ruang bertemunya atlet dan komunitas dari berbagai negara, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan pembinaan skydiving Indonesia terus didorong menuju panggung dunia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Dorong Daya Saing Indoor Skydiving Indonesia, 382 Peserta dari 20 Negara Ramaikan Kapolri Cup II 2026

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Sebanyak 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim mengikuti International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Gedung Soemardhi, Cikeas, Kabupaten Bogor. Kejuaraan olahraga dirgantara tersebut berlangsung pada 17–20 September 2026 dan diikuti atlet dari dalam maupun luar negeri.

Kejuaraan dibuka oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo yang mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Pembina Komite Olahraga Polri, Kamis (17/9/2026).

Kapolri Cup II 2026 turut melibatkan 89 atlet dan ofisial mancanegara dari sembilan negara, yaitu China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand. Atmosfer kompetisi internasional semakin kuat dengan kehadiran 20 juri dari 12 negara.

Jika dihitung berdasarkan negara asal atlet, ofisial, dan juri, penyelenggaraan kejuaraan ini melibatkan peserta dari 20 negara.

Kompetisi mempertandingkan empat nomor, yakni Formation Skydiving (FS), Vertical Formation Skydiving (VFS), Dynamic, dan Freestyle.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa perkembangan olahraga indoor skydiving di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Korps Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia,” ujar Wakapolri.

Prestasi tersebut berlanjut pada penyelenggaraan Kapolri Cup I 2024. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana turut mencatatkan prestasi dalam kompetisi kelas internasional.

Wakapolri berharap Kapolri Cup II 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga mendorong pembinaan atlet serta meningkatkan daya saing olahraga dirgantara Indonesia di tingkat global.

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati selama kompetisi berlangsung. Kepada panitia dan personel pengamanan, Wakapolri menekankan pentingnya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara profesional, aman, tertib, dan lancar.

Selain itu, semangat kolaborasi di antara seluruh pihak yang terlibat diminta terus dijaga untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, mengapresiasi dukungan Polri dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut. Menurutnya, perkembangan indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi yang lebih luas agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang,” kata Irvan.

Ia berharap penyelenggaraan Kapolri Cup dapat menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi yang rutin dan berkesinambungan di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga yang telah kami sampaikan,” ujarnya.

Setelah pelaksanaan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Keberadaan Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem olahraga indoor skydiving di Indonesia, baik sebagai fasilitas latihan, pembinaan atlet, maupun penyelenggaraan kompetisi bertaraf internasional.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Lewat Program Bapak Asuh dan Sahabat Pelajar Polda Metro Jaya Dekatkan Polisi dengan Pelajar

PMJ – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar untuk memperkuat perlindungan serta pencegahan berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan anak di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/09/2026).

Program ini dirancang agar kehadiran polisi di sekolah tidak sebatas memberikan penyuluhan. Personel kepolisian diharapkan dapat menjadi sosok yang dekat dengan pelajar, mau mendengar keluhan mereka, serta membantu ketika siswa menghadapi tekanan, ajakan, atau pengaruh yang berpotensi merugikan.

Bagi orang tua dan sekolah, menciptakan rasa aman bagi anak bukan hanya memastikan mereka berangkat dan pulang dengan selamat. Lebih dari itu, anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka nyaman untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan.

Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar merupakan tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026.

Sebelumnya, FKPMS telah dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum tersebut menjadi sarana untuk melakukan deteksi dini serta bersama-sama menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

“Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Asep Edi Suheri.

Melalui program tersebut, personel kepolisian diarahkan melakukan pendampingan, pembinaan, dan komunikasi secara berkelanjutan dengan para pelajar. Dengan pendekatan yang lebih dekat, siswa diharapkan memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, maupun menyampaikan persoalan yang mereka alami.

Polisi juga akan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum. Selain itu, personel diharapkan dapat membantu siswa menghadapi tekanan maupun pengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

Peran orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam program ini. Komunikasi yang terbuka antara siswa, guru, orang tua, dan kepolisian diharapkan membuat berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.

Asep Edi Suheri menegaskan bahwa upaya melindungi pelajar tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Personel juga diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terjalinnya kemitraan yang semakin erat antara polisi, sekolah, orang tua, dan siswa. Kehadiran polisi diharapkan dapat dirasakan sebagai sosok yang dekat, mau mendengar, dan siap membantu pelajar menghadapi berbagai persoalan.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Kapolda Metro Jaya Besuk Tiga Polisi yang Cedera Saat Bertugas di RS Polri

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono

PMJ – Maspolin.id|| Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono menjenguk tiga personel yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kamis (17/09/2026).

Ketiga personel tersebut mengalami cedera saat menjalankan tugas. Mereka yakni Ipda Rizal Zulkarnain dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, serta Bripda Aditya Ilyas Nurfauzan dan Bripda Alvin Indra Yudiana dari Satsamapta Polres Metro Jakarta Utara.

Ipda Rizal mengalami luka tembak pada paha kanan ketika menangani tersangka kasus narkotika yang berupaya merebut senjatanya. Setelah mendapat penanganan awal, Rizal kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, Bripda Aditya dan Bripda Alvin mengalami kecelakaan saat melaksanakan patroli keamanan wilayah. Keduanya mengalami cedera pada bagian kaki serta luka di tangan dan masih menjalani perawatan medis.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Metro Jaya berbincang langsung dengan ketiga personel. Asep juga memberikan dukungan dan semangat kepada mereka agar tetap fokus menjalani proses pemulihan.

“Fokuslah pada pemulihan dan ikuti semua anjuran tim medis. Kami semua mendoakan serta menunggu rekan-rekan pulih sehat dan bertugas kembali melayani masyarakat,” tuturnya.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan Polda Metro Jaya terhadap personel yang mengalami cedera saat menjalankan tugas sekaligus memberikan dukungan moril selama menjalani proses pemulihan.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polda Kalbar Sita Hampir 2 Kg Sabu dan Rp693,2 Juta dari Dua Kasus Narkotika

POLDA KALBAR – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Barat mengungkap dua kasus tindak pidana narkotika selama periode Juli hingga September 2026, Rabu(16/9/26). Dari dua laporan polisi tersebut, petugas mengamankan empat tersangka, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Para tersangka masing-masing berinisial D dan V pada kasus pertama serta AS dan TW pada kasus kedua.

Dalam pengungkapan kasus pertama, polisi menyita 995,56 gram narkotika jenis sabu. Selain itu, turut diamankan narkotika jenis happy water sebanyak lima bungkus dengan total berat netto 239,21 gram.

Sementara pada kasus kedua, petugas mengamankan 998,50 gram sabu serta uang tunai sebesar Rp693.200.000

Dari hasil penyelidikan, modus operandi para tersangka adalah mengedarkan narkotika jenis sabu.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Kalimantan Barat.

“Kami terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika. Masyarakat juga kami harapkan berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba,” ujarnya.

“Polda Kalbar mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkotika serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.”tutup Bambang.

 

Humas Polda Kalbar

red/mpl/nn

Satgas Damai Cartenz dan Koops TNI Habema Tindaklanjuti Dugaan Pembunuhan Sopir Lajuran di Habema

Wamena, PAPUA BARAT – Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua dan Satgas Koops TNI Habema bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pembunuhan terhadap seorang sopir kendaraan lajur rute Wamena–Mbua berinisial AS (41) di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban AS berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan orang penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga mengalami penghadangan oleh kelompok bersenjata di kawasan Habema.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, saat diwawancarai, Rabu (16/9) menjelaskan, laporan awal diterima dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan lajuran. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari.

“Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi dari kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Kasatgas Humas.

Pada Rabu (16/9/2026) pagi, Satgas Koops TNI Habema melaksanakan pergantian penyisiran ke lokasi. Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan kendaraan yang dilaporkan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan juga ditemukan korban dengan keadaan hangus terbakar.

Mendapat informasi tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua langsung merespons dengan melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah TKP. Pengamanan perimeter lokasi dilakukan dengan dukungan personel Satgas Koops TNI Habema.

“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” jelas Kasatgas Humas.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter dan tenaga medis. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses identifikasi untuk mengetahui pelaku dalam kejadian ini,” kata Kasatgas Humas.

Terkait dugaan keterlibatan kelompok tertentu, Kasatgas mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh di lapangan. Salah satu informasi yang sedang didalami mengarah pada kelompok Kodap III Ndugama yang disebut berada di sekitar lokasi kejadian.

“Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” ujar Kasatgas Humas.

Kasatgas Humas juga mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, agar tetap berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk klaim yang disampaikan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Ia menegaskan, terkait adanya klaim yang menyebut sopir angkutan lanjuran tersebut merupakan anggota intelijen aparat keamanan, informasi tersebut tidak benar.

“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegas Kasatgas Humas.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang terlibat.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” pungkas Kasatgas Humas.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan keamanan.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Habema. Kami melakukan langkah penanganan secara profesional dan terukur, mulai dari pencarian, TPTKP, olah TKP, pengamanan barang bukti, hingga evakuasi korban,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Kaops menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap masyarakat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan terukur. Kami akan memastikan seluruh fakta dikumpulkan dan setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kaops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Koops TNI Habema terus bersinergi dalam penanganan kejadian tersebut, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel. Dan meminta masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan untuk segera menyampaikan informasi kepada aparat agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Masyarakat yang membutuhkan pengawalan dalam perjalanan juga dapat mengajukan permintaan kepada petugas keamanan terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Saat ini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Ko Ops TNI Habema dan unsur terkait masih melanjutkan penyelidikan terhadap rangkaian kejadian, termasuk dugaan penghadangan, perampasan, pembunuhan, dan pembakaran kendaraan, serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat akan ditangani melalui proses penegakan hukum secara profesional, terukur, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan perlindungan serta keselamatan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Bareskrim Bongkar Modus Narkoba Sabu dalam Ban Serep, Satu Tersangka Ditangkap

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Jawa Timur I dan Rutan Kelas I Surabaya membongkar peredaran 5,4 kilogram sabu jaringan Jakarta-Surabaya-Lombok.

Narkotika tersebut ditemukan disembunyikan di dalam ban serep mobil. Seorang tersangka bernama Sayed Zuwanda ditangkap petugas di Terminal Ro-Ro Jamrud, Surabaya, Kamis (10/09/2026) sekitar pukul 16.10 WIB.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan sejumlah instansi.

“Terungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan Jakarta-Surabaya-Lombok. Kami berhasil mengamankan seorang tersangka beserta barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan dalam ban serep mobil,” katanya.

Barang bukti yang diamankan memiliki berat 5.418,10 gram atau sekitar 5,4 kilogram. Nilainya diperkirakan mencapai Rp975,25 juta dan berpotensi menyelamatkan sekitar 27.091 orang dari penyalahgunaan narkotika.

Pengungkapan tersebut masih terus dikembangkan. Polisi kini memburu Daniel Alfian yang diduga membantu memasukkan sabu ke dalam ban serep mobil.

Daniel telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, berdasarkan keterangan tersangka, jaringan tersebut diduga dikendalikan seseorang bernama Haykal Fikri. Polisi masih memburu Haykal untuk mengungkap lebih jauh jaringan peredaran narkotika tersebut.

Kasus ini terungkap melalui operasi gabungan Subdirektorat IV dan Tim Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I serta Rutan Kelas I Surabaya.

Untuk mendukung proses penyidikan, Rutan Kelas I Surabaya melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri dan memperkuat pengamanan internal. Petugas juga melakukan razia secara insidental di blok hunian warga binaan.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan alat komunikasi yang diduga berkaitan dengan perkara. Barang tersebut kemudian diserahkan kepada kepolisian untuk kepentingan penyidikan.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi bagian dari penerapan program Zero HALINAR, yakni upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari telepon seluler, pungutan liar, dan narkoba. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Jangan Lewatkan

Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.