Polda Metro Jaya Bongkar Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah

PMJ – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengungkap dugaan impor ilegal kacang tanah dengan total barang bukti mencapai 49,85 ton. Sebanyak 1.536 karung kacang tanah diamankan petugas karena diduga masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Pengungkapan tersebut dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Komoditas yang diduga berasal dari luar negeri itu disebut telah masuk melalui wilayah Dumai, Riau, sebelum dibawa menggunakan jalur darat menuju wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon mengatakan, kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran ketentuan izin impor dan persyaratan karantina.

“Barang ini diduga berasal dari luar negeri, masuk melalui wilayah Dumai, Riau, kemudian diangkut jalur darat menuju wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Victor dalam keterangannya, Rabu (16/09/2026).

Dari pemeriksaan awal, pihak terkait diketahui tidak dapat menunjukkan sejumlah dokumen yang dipersyaratkan dalam kegiatan impor. Dokumen tersebut antara lain Persetujuan Impor (PI), Laporan Surveyor, dan Sertifikat Karantina.

Tak hanya mengamankan puluhan ton kacang tanah, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan berkas yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Di antaranya berkas transaksi, surat jalan, catatan penjualan, bukti setoran, hingga dokumen penyimpanan barang.

Saat ini, penyidik masih mendalami asal-usul kacang tanah tersebut serta jalur distribusinya. Penelusuran dilakukan mulai dari proses masuk ke Indonesia, penyimpanan, hingga rencana pemasaran komoditas tersebut.

Pendalaman kasus dilakukan untuk melengkapi alat bukti sekaligus mengetahui pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rangkaian kegiatan impor dan distribusi tersebut.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, proses penyidikan dilakukan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

“Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan keterlibatan pihak-pihak terkait. Setiap perkembangan akan disampaikan secara proporsional,” tegasnya.

Polda Metro Jaya mengimbau pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan impor dan tata niaga yang berlaku. Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyelundupan maupun perdagangan ilegal juga dapat menyampaikan informasi melalui layanan Polri 110. (Ad/hn/rs)

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

 

 

Polda Metro Jaya Dalami TPPU yang Dilakukan Influencer Asal Malaysia, Dugaan Kerugian Rp5,7 Miliar

PMJ – Maspolin.id|| Seorang influencer asal Malaysia berinisial AK dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Dalam laporan tersebut, kerugian yang disebut dialami pihak pelapor mencapai Rp5,7 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan telah diterima dan kini tengah ditangani penyidik untuk dilakukan pendalaman.

“Benar, laporan sudah kami terima pada Senin (14/09/2026). Saat ini, laporan tersebut sedang dipelajari dan didalami oleh tim penyidik,” kata Budi.

Budi mengatakan penyidik selanjutnya akan memanggil pelapor dan sejumlah saksi untuk mengklarifikasi bukti-bukti awal yang telah diserahkan.Langkah tersebut dilakukan sebelum kepolisian menentukan proses hukum berikutnya.

Budi juga menyebutkan pemengaruh asal Negeri Jiran tersebut disangkakan dengan Pasal 492 UU 1/2023 tentang penipuan dan atau Pasal 486 KUHP tentang penggelapan biasa dan atau Pasal 607 KUHP tentang tindak pidana pencucian uang (money laundering).

Laporan tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan agensi di Indonesia yang sebelumnya memfasilitasi karier AK di Indonesia. Pihak agensi mengaku telah menempuh berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kuasa hukum pelapor, Machi Achmad, menyatakan laporan tersebut merupakan langkah hukum terakhir setelah pihaknya menilai AK tidak menunjukkan itikad baik. Terlebih, tiga kali surat somasi yang telah dilayangkan disebut tidak mendapatkan respons.

Laporan itu dibuat menggunakan Pasal 492, Pasal 486, dan Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Anggota tim kuasa hukum pelapor lainnya, Michael Sugijanto, menjelaskan perkara tersebut bermula pada Februari lalu ketika pihak agensi dan AK menandatangani perjanjian kerja sama investasi.
Sebelumnya, agensi tersebut juga disebut membantu perjalanan karier AK di Indonesia, termasuk menalangi sejumlah kewajiban finansial sang influencer kepada pihak ketiga.

“AK berjanji untuk membayar ataupun melakukan pekerjaannya secara live dengan datang ke event. Nilai awal kewajibannya sebenarnya mencapai puluhan miliar rupiah, tetapi menyusut hingga tersisa Rp5,7 miliar karena pemotongan langsung dari sisa pendapatan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya,” terang Michael.

Menurut Michael, komunikasi antara pihak agensi dengan AK mulai memburuk sejak pertengahan tahun. Kontak terakhir disebut terjadi pada Juli lalu ketika AK menghadiri sebuah acara agensi setelah adanya pembicaraan mengenai pemotongan nominal kewajiban di atas tarif normal.

Namun, setelah acara tersebut, pihak agensi mengaku kesulitan menghubungi AK. Panggilan telepon dan pesan singkat dari pimpinan agensi disebut tidak lagi mendapatkan respons. Begitu pula dengan tiga surat somasi yang telah dikirimkan.

Awalnya, pihak agensi berniat menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur perdata. Namun, setelah melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana yang dinilai tidak sesuai peruntukan serta tidak adanya respons dari terlapor yang disinyalir berada di luar negeri, pihak agensi kemudian menduga terdapat unsur penipuan dan penggelapan.

Atas laporan tersebut, pihak pelapor menyerahkan proses penanganan perkara, termasuk pencarian keberadaan terlapor, kepada kepolisian. Proses hukum selanjutnya akan bergantung pada hasil pendalaman dan penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya. (Ad/hn/rs)

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

MABES POLRI – Maspolin.id|| Polri kembali memperkuat penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 dengan mengevakuasi dua jenazah korban menggunakan Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3/P-3103 dari perairan selatan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026).

Evakuasi dilakukan setelah tim SAR gabungan menemukan dua jenazah yang berada di atas kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP 205. Helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 nautical mile (NM) dari Banjarmasin.

Setibanya di lokasi, proses pengangkatan dua jenazah dilakukan menggunakan metode hoist dengan Basket Life dari kapal tongkang menuju helikopter. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan maupun personel.

Kedua jenazah kemudian dibawa menuju Bandara Syamsudin Noor untuk selanjutnya diserahkan kepada Tim DVI Polri dan pihak terkait guna proses penanganan serta identifikasi lebih lanjut.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dukungan Polri dalam operasi SAR dilakukan secara terpadu, mulai dari pencarian di laut hingga evakuasi korban yang ditemukan.

“Polri terus memberikan dukungan penuh dalam operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8. Ketika korban ditemukan, Polri juga menyiapkan kemampuan evakuasi, termasuk melalui dukungan helikopter, agar korban dapat segera dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan data perkembangan operasi SAR terakhir hingga Pukul 09.00 WITA Hari Selasa (15/9/2026), sebanyak 114 orang dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8 telah ditemukan, terdiri dari 108 orang dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Trunoyudo menegaskan, Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan dukungan kapal maupun udara.

“Operasi SAR masih terus berlangsung. Polri bersama Basarnas dan seluruh potensi SAR terus melakukan penyisiran untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Setiap korban yang ditemukan akan segera ditangani dan dievakuasi sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Selain dukungan udara, Korpolairud Baharkam Polri juga mengerahkan KP Laksmana-7012, KP Manyar-5003 dan KP Ibis-6001 untuk memperkuat penyisiran di wilayah perairan sekitar lokasi kejadian. Dukungan udara dan laut tersebut dilakukan bersama unsur SAR lainnya dengan tetap memperhatikan kondisi gelombang dan keselamatan personel.

Polri memastikan dukungan terhadap operasi SAR KM Virgo Transport 8 akan terus dilakukan hingga seluruh proses pencarian dan penanganan korban dapat dioptimalkan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Kapal Polri Tetap Sisir Laut Bersama Tim Sar Cari Korban KM Virgo Transport 8 Meskipun Gelombang Kurang Bersahabat

Banjarmasin, KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat. Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polisi tetap dikerahkan untuk memperkuat penyisiran di laut, sementara dukungan udara dilakukan untuk membantu pencarian dan evakuasi.

Dua Kapal Polisi yang dikerahkan dalam pencarian hari ini adalah KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012.

KP Ibis-6001, kapal kelas B1 yang berjarak sekitar 103 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian, berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00.

Dalam pelaksanaan pencarian, lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut dilibatkan. Pada pukul 09.00 WITA, KP Ibis-6001 melakukan penyisiran di wilayah utara area pencarian, tepatnya sekitar koordinat 03°49’228’’ LS dan 114°18’009’’ BT.

Penyisiran dilakukan dalam kondisi gelombang sekitar 2–2,5 meter dengan kecepatan angin 25–35 knot. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan kapal.

Pada pukul 11.00 WIB, KP Ibis-6001 kembali menuju Pelabuhan Banjar Raya Banjarmasin. Hingga pukul 17.00 WITA, kapal telah sandar di Dermaga Banjar Raya untuk melakukan bekal ulang sebelum kembali mendukung operasi SAR.

Sementara itu, KP Laksmana-7012, kapal kelas A3 yang berjarak sekitar 80 NM dari lokasi kejadian, telah diberangkatkan lebih dahulu dari Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.

Dalam perjalanan menuju lokasi pencarian, kondisi gelombang yang kurang bersahabat membuat KP Laksmana-7012 melakukan lego jangkar pada pukul 20.00 WITA. Setelah kondisi memungkinkan, kapal kembali mengangkat jangkar pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA untuk melanjutkan operasi.

Pada pukul 07.54 WITA, KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam, yakni koordinat S 4°32’538” dan E 114°01’967”, sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelam.

Kapal kemudian melakukan penyisiran di sekitar area tersebut. Pada pukul 09.08 WITA, KP Laksmana-7012 bergerak menuju wilayah perairan Kalimantan Tengah untuk memperluas pencarian, dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus.

Hingga pukul 16.00 WITA, hasil pencarian KP Laksmana-7012 masih nihil. Kapal kemudian kembali dan sandar di Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin.

DUKUNGAN DARI UDARA

Di tengah operasi pencarian di laut, Polri juga memberikan dukungan melalui helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103.

Dalam rangkaian operasi SAR gabungan, satu jenazah ditemukan di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP. Temuan tersebut merupakan hasil pencarian dalam operasi gabungan seluruh unsur dan kapal yang membantu SAR, bukan hasil pencarian Kapal Polisi.

Setelah menerima informasi mengenai temuan tersebut, helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin untuk mendukung proses evakuasi.

Helikopter menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoist menggunakan Basket Life, dengan Kombes Pol. Herli sebagai Kapten Pilot.

Misi berlangsung pada pukul 14.48 hingga 16.50 WITA. Setelah tiba di Bandara Syamsuddin Noor, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans TNI AU untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut di Kalimantan Selatan.

PERKEMBANGAN EVAKUASI KORBAN

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.

Berdasarkan data Pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 243 orang.

Dari jumlah tersebut, 86 orang telah berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan 1 orang berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor.

Sementara itu, terdapat 27 orang yang belum terevakuasi, sedangkan 129 orang masih dalam pencarian.

POLRI TERUS PERKUAT OPERASI SAR

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri terus memberikan dukungan untuk memperkuat operasi SAR yang dikoordinasikan Basarnas.

“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak memperkuat operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat.”

“Operasi ini merupakan kerja bersama. Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Polri akan terus memberikan dukungan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Seluruh unsur SAR terus melakukan penyisiran dengan memperhatikan perkembangan kondisi laut, arah arus, angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi terakhir kapal.

Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polri tetap bergerak bersama tim SAR. Laut terus disisir dan dukungan udara dikerahkan, demi menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polri Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dengan Helikopter 30 Mil Laut Dari Darat

Banjarmasin, KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Di tengah operasi SAR KM Virgo Transport 8, sebuah kapal yang membawa jenazah korban berada sekitar 30 nautical mile (NM) dari daratan. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan evakuasi yang cepat untuk membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3 P-3103 kemudian dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi. Setelah mencapai lokasi, tim melaksanakan hoist menggunakan Basket Life untuk mengangkat 1 jenazah korban dari kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP menuju helikopter.

Misi tersebut dilaksanakan pada Senin (14/9/2026), pukul 14.48 WITA hingga 16.50 WITA. Helikopter berangkat dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju lokasi operasi yang sebelumnya berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi angin dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 25–35 knots. Meski menghadapi kondisi tersebut, proses hoist berhasil dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dan personel.

Misi penerbangan dipimpin Kombes Pol. Herli sebagai Kapten Pilot, bersama tim penerbang dan rescue/hoist operator.

Jenazah selanjutnya dibawa menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan diserahkan untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, dukungan udara menjadi bagian dari upaya Polri mempercepat proses evakuasi korban dalam operasi SAR gabungan.

“Ketika posisi korban masih berada puluhan mil laut dari daratan, dukungan udara menjadi sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi. Polri mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi dan membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan serta proses identifikasi. Bersama seluruh unsur SAR, Polri akan terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk kemanusiaan,” ujar Johnny.

Sejak Minggu (13/9/2026), Polri telah mengerahkan berbagai kekuatan untuk mendukung operasi SAR, termasuk 3 Kapal Polisi, yaitu KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.

Dukungan personel dari unsur Polri antara lain 9 personel Ditpolairud Polda Jatim serta 18 personel yang terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim kesehatan, dan Biddokkes/DVI Polda Jatim.

Operasi gabungan juga diperkuat 20 personel Basarnas dan 10 personel KSOP, serta unsur TNI AL, Polairud Polda Kalsel, Pelindo, SROP Navigasi, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, dan unsur terkait lainnya.

Sarana laut yang dikerahkan meliputi KN Laksamana, KNP 382, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dukungan udara turut diperkuat 1 helikopter Polri dan 1 helikopter Basarnas Surabaya.

Untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan profesional dan akurat, Polri juga menyiapkan 3 Posko DVI di Kalimantan Selatan, yakni di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, dan Pelabuhan Trisakti.

“Operasi SAR ini merupakan kerja bersama. Polri terus memberikan dukungan melalui kapal, helikopter, personel, kesehatan, dan DVI. Setiap korban yang ditemukan akan mendapatkan penanganan secara profesional dan manusiawi, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR,” pungkas Johnny.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Dukung Penanganan Hilangnya Kapal Virgo Polri Kerahkan Tim DVI

MABES POLRI – Maspolin.id|| Polri mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses penanganan dan identifikasi korban terkait hilangnya kapal Virgo dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin.

Dukungan DVI Polri dilakukan melalui sejumlah posko yang ditempatkan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban, identifikasi, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait dapat berjalan secara terpadu.

Saat ini terdapat lima posko DVI yang disiapkan, yakni Posko DVI di Sumenep, Polda Jawa Timur, dengan kekuatan 8 personel; Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Surabaya, Polda Jawa Timur, sebanyak 20 personel; serta Posko DVI di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, sebanyak 8 personel.

Sementara di Kalimantan Selatan, Polri menyiapkan Posko DVI di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan kekuatan 20 personel dan Posko DVI di Ruang Otopsi RSB Banjarmasin sebanyak 15 personel.

Selain lima posko tersebut, Tim DVI Rodokpol Pusdokkes Polri juga disiapkan untuk diberangkatkan pada malam ini, 14 September 2026. Tim tersebut berjumlah 6 personel, terdiri dari 1 personel DNA expert dan 5 personel lainnya, dengan keberangkatan menunggu petunjuk dan arahan pimpinan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengerahan personel DVI merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mendukung proses penanganan insiden serta memberikan kepastian melalui proses identifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur.

“Polri melalui tim DVI terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan hilangnya kapal Virgo. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi, penanganan, dan proses identifikasi apabila ditemukan korban,” ujar Johnny, Senin (14/9).

“Tim DVI akan bekerja secara profesional, mengedepankan ketelitian dan prosedur identifikasi korban. Polri juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” katanya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan Perkuat Pencarian Operasi SAR KM Virgo Transport 8

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri terus memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) dalam penanganan insiden hilang kontak dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu. Pengerahan kekuatan dilakukan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, identifikasi, hingga pelayanan kepada keluarga korban.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, prioritas Polri saat ini adalah mendukung pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal yang masih belum ditemukan.

“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan data sementara hingga Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WIB, KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, dengan jarak sekitar 86 mil laut (NM) dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Data sementara mencatat jumlah Person On Board (POB) sebanyak 243 orang, terdiri atas sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal. Dari jumlah tersebut, 125 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian,” jelas Trunoyudo.

Untuk memperkuat operasi, Korpolairud Baharkam Polri telah memberangkatkan tiga Kapal Polisi terdekat menuju lokasi kejadian. Ketiganya yakni KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 NM dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 NM dan estimasi waktu tempuh sembilan jam, serta KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 NM dan estimasi waktu tempuh 24 jam.

Ketiga Kapal Polisi tersebut telah melaksanakan persiapan bekal ulang dan diberangkatkan untuk memperkuat pencarian serta evakuasi di lokasi.

Selain tiga Kapal Polisi, operasi SAR juga diperkuat KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya.

Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel yang telah diberangkatkan menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.

“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.

Operasi SAR di wilayah Kalimantan Selatan melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta unsur terkait lainnya. Polairud Polda Kalsel terus melakukan koordinasi dan dukungan operasional di lapangan bersama unsur SAR lainnya.

Posko Operasi SAR juga telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan pengumpulan informasi operasi.

Dukungan turut diberikan Polda Jawa Timur mengingat KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya. Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan satu tim berjumlah sembilan personel untuk mendukung operasi SAR serta koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak. Posko tersebut diperkuat 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim.

Posko tersebut melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin terkait perkembangan penanganan dan evakuasi korban. Polri juga membuka layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 serta layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.

Selain operasi pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan proses identifikasi korban dilakukan secara profesional dan akurat. Sebanyak enam posko DVI telah didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Di Jawa Timur, posko DVI terdiri atas Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.

Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.

Trunoyudo menegaskan, pengerahan unsur DVI dilakukan sebagai bagian dari kesiapan Polri dalam menangani seluruh tahapan penanganan korban.

“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tuturnya.

Trunoyudo menambahkan, Polri akan terus mengikuti perkembangan operasi berdasarkan informasi dan hasil koordinasi dari lapangan. Seluruh unsur yang terlibat akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mendukung operasi SAR.

“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Trunoyudo.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polda Metro Bongkar Sindikat Narkotika Jenis Sabu di Bekasi

POLDA METRO JAYA – Maspoli.id|| Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap lima tersangka sekaligus menyita sejumlah senjata api, airsoft gun, dan amunisi.

Kelima tersangka yang diamankan yakni RAH (41), NAS (19), MF (28), AN (27), dan RM (24). Mereka ditangkap secara bertahap di dua lokasi berbeda pada Rabu (2/9).

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di kawasan Tambun Selatan.

“Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/09/2026).

Penangkapan pertama dilakukan di depan sebuah minimarket. Petugas meringkus RAH dan NAS dengan barang bukti sabu seberat 7,32 gram serta senjata api beserta amunisinya.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari MF,” katanya.

Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan ke sebuah perumahan di kawasan Tambun Selatan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan MF, AN, dan RM sedang mengonsumsi sabu.

“Di lokasi kedua tersebut, petugas kembali menemukan barang bukti berupa sabu seberat 15,19 gram, tujuh butir ekstasi, satu cartridge vape berisi etomidate, satu pucuk senjata api, serta satu unit airsoft gun beserta amunisinya,” kata Ardyan.

Dari dua lokasi pengungkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Total terdapat 22,51 gram sabu, tujuh butir ekstasi, satu cartridge etomidate, delapan alat hisap atau bong, dua pucuk senjata api, dua unit airsoft gun, 16 butir peluru tajam, dua botol peluru airsoft gun, serta sembilan unit telepon seluler.

Temuan senjata api dalam perkara tersebut menjadi perhatian khusus penyidik. Polisi masih mendalami keterkaitan senjata tersebut dengan aktivitas jaringan narkotika yang dibongkar.

Ardyan menegaskan kepolisian serius menyelidiki asal-usul dan fungsi senjata yang ditemukan karena keberadaannya berpotensi menimbulkan ancaman keamanan yang lebih luas.

“Saat ini kami sedang mendalami secara serius apakah senjata tersebut hanya terkait kepemilikan pribadi atau ada keterkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, perlindungan jaringan, maupun kemungkinan tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Saat ini kelima tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap jaringan serta kemungkinan tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

65 Kg Narkotika Jenis Sabu Diduga dari Malaysia Digagalkan Polres Bengkalis

RIAU – Maspolin.id|| Polres Bengkalis bersama Polsek Bantan menggagalkan dugaan penyelundupan 65 kilogram narkotika jenis sabu yang diduga berasal dari Malaysia. Barang haram tersebut diduga masuk melalui jalur laut sebelum dibawa ke daratan menggunakan kendaraan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan pengiriman narkotika dari Malaysia menuju wilayah Bengkalis.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis Ajun Komisaris Polisi Tidar Laksono mengatakan informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan di sepanjang garis pantai.

Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa transaksi narkotika akan dilakukan di Desa Bantan Air pada Kamis (10/09/2026).

“Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas mendapati satu unit mobil pikap yang dikemudikan seorang pria berinisial S dalam keadaan mencurigakan. Petugas kemudian menghentikan kendaraan itu dan melakukan pemeriksaan serta penggeledahan,” katanya.

Hasil pemeriksaan menemukan empat karung berisi 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu. S bersama barang bukti kemudian diamankan ke Mapolsek Bantan untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan.

Dari hasil pengembangan, polisi kembali mengamankan dua orang berinisial ST dan P. Keduanya diduga terlibat dalam proses pengangkutan narkotika dari jalur laut menuju daratan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, ST dan P diduga membawa barang tersebut menggunakan satu unit kapal motor atau pompong nelayan.

Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan ke sebuah rumah dan toko dua lantai di Jalan Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengemasan maupun pengiriman narkotika.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan narkotika tersebut diduga berasal dari Malaysia dan melibatkan jaringan yang berada di luar negeri.

Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap jaringan secara menyeluruh, termasuk mencari pihak lain yang diduga terlibat dalam penyelundupan dan distribusi narkotika.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran narkotika. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti dan kembangkan sesuai prosedur hukum,” katanya.

Pengungkapan 65 kilogram sabu tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Bengkalis dan jajaran untuk memutus jalur masuk narkotika melalui wilayah perairan serta membongkar jaringan yang berada di balik peredaran narkotika.

 

Humas Polda Ri8au

red/mpl/sc

Jenazah ASN Jayawijaya Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Kupang

Jayawijaya, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Jenazah Wili Mbuik (26), salah satu dari tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, akhirnya dievakuasi ke Jayapura, Kamis (10/09/2026).

Setibanya di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, jenazah Wili Mbuik selanjutnya akan diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan, dua korban lainnya, yakni Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35), masih berada di Wamena.

“Sedangkan dua jenazah lainnya, yaitu Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35) masih berada di Wamena,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito di Jayapura, Kamis (10/09/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, ketiga korban ditembak saat dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menyalurkan bantuan ternak babi ke Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya.

ia mengatakan para korban kemudian diserang ketika melintas di sekitar Distrik Muliama.

“Saat dalam perjalanan dan berada di sekitar Distrik Muliama, KKB menembak ketiga korban,” kata Cahyo.

Sementara itu, Kasatgas Humas ODC Kombes Polisi Yusuf Sutejo mengatakan, penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan KKB kelompok Nduga. Meski demikian, polisi masih terus mendalami identitas pelaku untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

“Kami masih mendalami untuk memastikan siapa pelaku penembakan terhadap ketiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama,” kata Yusuf.

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Jangan Lewatkan

Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.