Lagi Sertijab Untuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Dipimpin Kapolri

MABES POLRI – Maspolin.id|| Polri melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri dan tiga Kapolda di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/10/2026). Sertijab tersebut meliputi satu jabatan pejabat utama Mabes Polri dan tiga jabatan Kapolda.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi sekaligus langkah untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di tengah tantangan yang terus berkembang.

“Setiap pergantian jabatan membawa tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membaca kebutuhan organisasi, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya, serta mengambil langkah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam sertijab tersebut, jabatan Kakorlantas Polri diserahterimakan dari Irjen Pol Wibowo kepada Brigjen Pol Dr. Aries Syahbudin. Jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung diserahterimakan dari Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing kepada Irjen Pol Agus Wijayanto.

Selanjutnya, jabatan Kapolda Kalimantan Utara diserahterimakan dari Irjen Pol Agus Wijayanto kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Sementara itu, jabatan Kapolda Lampung diserahterimakan dari Irjen Pol Helfi Assegaf kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani.

Johnny turut menyampaikan apresiasi Polri kepada para pejabat lama atas pengabdian dan kontribusi selama menjalankan tugas. Menurutnya, pengalaman dan hasil kerja yang telah dibangun menjadi bagian penting dari kesinambungan pelaksanaan tugas di lingkungan Polri.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Apa yang sudah dikerjakan menjadi fondasi bagi pejabat selanjutnya untuk melanjutkan hal-hal positif, melakukan evaluasi, dan menghadirkan peningkatan kinerja sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.

Kepada para pejabat baru, Polri mengharapkan percepatan adaptasi, penguatan koordinasi internal dan eksternal, serta pemahaman terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Ia menambahkan, sejalan dengan arahan Kapolri, setiap pejabat Polri diharapkan menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Kami berharap para pejabat yang baru dapat segera bekerja, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutup Johnny.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Grebek Kampung Narkoba Gunung Bugis, Gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan Tahan 48 orang Positif Narkoba

KALTIM – Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan menggelar razia di kawasan Gunung Bugis, Kecamatan Balikpapan Barat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan peredaran narkotika.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang. Dari total 58 orang yang menjalani tes urine, sebanyak 48 orang dinyatakan positif narkotika, sedangkan 10 orang lainnya memperoleh hasil negatif.

Polisi juga mengamankan dua orang yang diduga membawa narkotika jenis sabu serta seorang warga yang kedapatan membawa senjata tajam. Dilansir dari TBN Kaltim, Minggu (11/10/26).

Kegiatan ini merupakan bagian
dari Operasi Sarang Narkoba yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi tersebut bertujuan menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika melalui penindakan terhadap bandar, pengedar, kurir, hingga pengguna, sekaligus mengantisipasi kepemilikan senjata tajam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, S.Sos., S.I.K., M.Krim., menjelaskan bahwa razia di Gunung Bugis melibatkan personel gabungan dari sejumlah satuan fungsi kepolisian.

Menurut Kombes Romylus, pelaksanaan operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pusat yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia. Khusus di Kalimantan Timur, kegiatan serupa dilaksanakan di 10 kabupaten dan kota.

Ia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan puluhan orang terindikasi menggunakan narkotika. Meski demikian, penanganan terhadap setiap orang dilakukan berdasarkan temuan dan hasil pemeriksaan masing-masing.
Dua orang yang diduga membawa sabu kini menjadi perhatian penyidik untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Keduanya disebut berpotensi dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan penerapan pasal yang akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan.

Sementara itu, 48 orang yang dinyatakan positif melalui tes urine, tetapi tidak ditemukan barang bukti narkotika pada diri mereka, akan ditindaklanjuti melalui mekanisme asesmen. Penanganan tersebut dilakukan untuk menentukan langkah yang tepat, termasuk kemungkinan menjalani rehabilitasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Romylus menegaskan, orang yang terindikasi sebagai pengguna tidak serta-merta diperlakukan sama dengan pihak yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika.

Pendekatan pemulihan menjadi salah satu langkah yang dikedepankan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

Untuk mendukung tindak lanjut tersebut, Polda Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Para pengguna yang terindikasi positif direncanakan mendapatkan penanganan melalui tiga fasilitas Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), yakni Rumah Sakit Bhayangkara, Puskesmas Mekarsari, dan Klinik Pratama BNNK Balikpapan. (ax/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

Polda Jateng bersama BNN dan POM Lakukan Operasi Sarang Narkoba Serentak, Ribuan Pil Diamankan

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Polda Jawa Tengah bersama Polres jajaran menggelar Operasi Sarang Narkoba secara serentak pada Jumat (9/10/2026).

Kegiatan hari pertama ini dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Jateng dengan melibatkan personel Polda Jateng, Polrestabes, Polresta, dan Polres jajaran, serta bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polisi Militer (POM) TNI.

Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, menekan peredaran narkoba, serta mengantisipasi peredaran senjata api dan senjata tajam yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum.

Dir Narkoba Polda Jateng Kombespol. Yos Guntur mengatakan bahwa dalam pelaksanaan hari pertama, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng bersama satuan kewilayahan mencatat barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran narkotika dan obat-obatan tertentu.

“Total barang bukti tersebut meliputi sabu seberat 19,29 gram, ganja seberat 0,99 gram, 18 butir Heximer, serta 1.261 butir pil Yarindo,” ungkap Dir Narkoba, Sabtu (10/10/2026)

Kombes Pol. Yos Guntur mengatakan, Operasi Sarang Narkoba dilaksanakan sebagai langkah terpadu untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba sekaligus meningkatkan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

“Operasi menjadi upaya untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami melakukan langkah-langkah secara terpadu bersama jajaran kewilayahan dan instansi terkait untuk menekan peredaran narkoba serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kombes. Yos Guntur.

Ia juga menegaskan, barang bukti yang ditemukan akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sesuai prosedur guna memastikan jenis, jumlah, serta keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana.

Penanganan setiap perkara dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh di lapangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman peredaran narkoba maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya.
BacaPanduan Tur

Kabid Humas juga menambahkan, keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif membutuhkan sinergi antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

“ Dengan kepedulian, keberanian menyampaikan informasi dari masyarakat dan kerja sama seluruh elemen kita dapat bersama-sama mempersempit ruang gerak peredaran narkoba serta mewujudkan Jawa Tengah yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (nf/hn/rs)

 

Tribratanews

bjateng/mpl/gg

Selundupkan 3,6 Kg Kokain Cair dalam Botol Sampo WN Brazil Ditangkap Polda Bali

DENPASAR, BALI – Maspolin.id|| Polda Bali mengembangkan penyidikan kasus dugaan penyelundupan 3,6 kilogram kokain cair yang melibatkan seorang perempuan warga negara Brasil berinisial TCDS (36). Polisi kini menelusuri jaringan pemasok dan tujuan pengiriman narkotika tersebut.

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut.

“Jaringannya masih didalami oleh Ditresnarkoba Polda Bali,” kata Rina saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (11/10/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula pada Selasa (06/10/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Petugas Polda Bali bersama Bea dan Cukai Ngurah Rai mengamankan TCDS di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan narkotika jenis kokain yang telah diubah menjadi bentuk cair atau liquid cocaine. Barang tersebut diduga disamarkan menggunakan kemasan produk perawatan tubuh untuk mengelabui petugas.

“Narkotika itu disimpan di dalam tujuh botol kemasan produk perawatan tubuh dan sampo untuk mengelabui pemeriksaan petugas,” katanya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita kokain cair dengan berat bruto mencapai 3.659,9 gram atau sekitar 3,6 kilogram. Penemuan tersebut menjadi perhatian serius karena narkotika diduga dibawa melalui jalur penerbangan internasional dengan modus penyamaran dalam kemasan produk sehari-hari.

AKBP Rina menyebut pengungkapan tersebut sebagai salah satu penyitaan kokain cair terbesar di Bali dalam beberapa waktu terakhir.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi Polda Bali dengan Bea dan Cukai Ngurah Rai dalam memperketat pengawasan terhadap lalu lintas barang dan penumpang di pintu masuk internasional.

Polda Bali menegaskan upaya pemberantasan narkotika akan terus dilakukan melalui penegakan hukum dan kerja sama lintas instansi. Pengawasan di bandara dan pintu masuk lainnya juga menjadi bagian penting untuk mencegah penyelundupan narkotika ke wilayah Bali.

Penyitaan barang bukti tersebut diharapkan dapat mencegah narkotika beredar di masyarakat dan mengurangi risiko penyalahgunaan yang membahayakan kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Hingga Minggu (11/10/2026), penyidik Ditresnarkoba Polda Bali masih mendalami asal-usul kokain cair tersebut, jaringan pemasok, serta tujuan akhir pengirimannya. Polisi belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai hasil pengembangan penyidikan.

Sementara itu, TCDS telah ditahan di Markas Polda Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/sc

Polisi Amankan 21 Orang dan Belasan Alat Isap Sabu Saat Gerebeg Saritem

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polrestabes Bandung menggerebek kawasan Saritem, Kota Bandung, yang terindikasi menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 orang yang hasil tes urinenya menunjukkan indikasi positif metamfetamin atau sabu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi mengatakan, penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk memberantas kawasan yang rawan peredaran narkoba. Dalam operasi itu, sekitar 300 personel dikerahkan untuk menyisir permukiman.

“Sore hari ini Polrestabes Bandung merilis hasil operasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memberantas kampung narkoba. Kami menerjunkan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan,” kata Dedi di Bandung, Jumat (09/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir gang-gang permukiman dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk belasan alat isap yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Dedi menegaskan, operasi pemberantasan narkoba tersebut tidak berhenti di kawasan Saritem. Kepolisian telah memetakan sejumlah permukiman di Kota Bandung yang dinilai rawan menjadi lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

“Nanti akan terus berlanjut tentunya ke kampung-kampung ataupun permukiman yang sudah masuk target operasi, yang mana dinilai rawan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tes urine di lokasi, sebanyak 21 orang terindikasi positif metamfetamin. Mereka terdiri atas 18 laki-laki dan tiga perempuan.

“Untuk orang-orang yang telah kami amankan ini kami bawa ke mako untuk dimintai keterangan, guna menentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya,” kata Oliestha.

Ia menambahkan, pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing orang yang diamankan. Polisi akan menelusuri apakah mereka hanya sebagai pengguna atau memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

Adapun warga yang hasil tes urinenya negatif akan mendapatkan pendekatan preventif melalui penyuluhan. Kegiatan tersebut akan melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Bandung bersama jajaran polsek.

Melalui operasi ini, Polrestabes Bandung menegaskan komitmennya untuk menindak peredaran narkotika sekaligus meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kawasan permukiman Kota Bandung.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/he

Polrestro Bekasi Tetapkan Guru Pesantren di Bekasi sebagai Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Bekasi, PMJ – Maspolin.id|| Polres Metro Bekasi Kota menetapkan seorang pria berinisial MHH (28), yang berprofesi sebagai guru di sebuah pondok pesantren, sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di wilayah Bekasi Selatan.

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pelayanan Perempuan dan Orang (PPO) Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait, mengatakan bahwa tersangka telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik pada Jumat.

“Berdasarkan hasil penyidikan, MHH telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami mendalami dugaan perbuatannya, termasuk hubungan yang bersangkutan dengan korban serta kedudukannya di lingkungan pesantren,” kata Rosdiana di Bekasi, Jumat (09/10/2026).

Berdasarkan keterangan salah satu korban, MHH telah mengenalnya sejak 2023, ketika korban masih menempuh pendidikan di pondok pesantren tersebut. Korban juga menyebutkan bahwa MHH menjabat sebagai ketua pondok pesantren.

Saat ini, penyidik masih mencocokkan keterangan tersangka dengan keterangan korban, para saksi, serta alat bukti yang sah guna memperjelas dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut.

Selain memeriksa MHH, polisi juga mendalami dugaan keterlibatan tiga orang lainnya. Salah satu di antaranya diketahui merupakan petugas keamanan pesantren. Penyidik masih menelusuri peran masing-masing pihak untuk memastikan keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

“Kami terus mengembangkan perkara ini untuk memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum. Setiap perkembangan akan disampaikan berdasarkan hasil penyidikan, dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kerahasiaan identitas korban,” ujar Rosdiana.

Polres Metro Bekasi Kota masih mengusut kasus dugaan kekerasan seksual di pondok pesantren wilayah Bekasi Selatan tersebut. Berdasarkan informasi dalam penanganan perkara, jumlah korban yang teridentifikasi disebut lebih dari 10 orang.

Polisi terus mendalami perkara ini untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana serta memastikan proses hukum berjalan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap para korban. (Ad/hn/rs)

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polisi Sita 51,58 Gram Sabu dan Uang Rp23 Juta di Karam Bagu Kota Mataram

MATARAM, NTB – Maspolin.id|| Aparat gabungan kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyita 51,58 gram sabu dan uang tunai Rp23 juta dalam operasi pemberantasan narkotika di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram AKP Abisatya Darma Wiryatmaja mengatakan, operasi tersebut menyasar tiga lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Kegiatan berlangsung pada Jumat (09/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WITA.

“Selain sabu, petugas juga mengamankan timbangan digital, alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, serta uang tunai,” katanya.

Operasi gabungan itu melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB, Satresnarkoba Polresta Mataram, BNNP NTB, Direktorat Samapta Polda NTB, Detasemen Polisi Militer Mataram, serta Satuan Brimob Polda NTB.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB bersama Satresnarkoba Polresta Mataram melalui serangkaian penyelidikan. Petugas selanjutnya mengamankan dua orang berinisial S dan SG serta melakukan penggeledahan di tiga lokasi.

S dan SG yang masih berstatus terduga pelaku, bersama barang bukti yang diamankan, kemudian dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Abisatya mengatakan, penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku, asal-usul barang bukti, serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika di wilayah Kota Mataram.

“Jadi, kami masih perlu mendalami peran masing-masing terduga, termasuk asal-usul barang bukti dan dugaan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika di Kota Mataram,” katanya.

 

Humas Polda NTB

red/mpl/sc

Polisi Gerebek Kampung Rawan Narkoba di Makassar, Amankan 104 Orang

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, SH, SIK,M.Si bersama Direktur Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso, SIK, SH, M.M

MAKASSAR, SULSEL – Maspolin.id|| Tim gabungan Sat Narkoba Polrestabes Makassar dan Dit Narkoba Polda Sulsel menggerebek kampung rawan narkoba di Borta Kelurahan Suangga Kecamatan Tallo Kota Makassar, sabtu (10/10/2026).

Dalam Konferensi pers di Polrestabes Makassar,  Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, SH, SIK,M.Si bersama Direktur Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso, SIK, SH, M.M dan didampingi Wadir Narkoba Polda Sulsel serta Kasat Narkoba Polda Sulsel, mengungkapkan penggrebekan ini berkolaborasi dengan sat narkoba Polda sulsel.

Kapolrestabes Makassar menjelaskan bahwa kawasan Sapiria-Borta, Kecamatan Tallo, telah lama menjadi perhatian aparat karena diduga memiliki peredaran narkoba yang cukup besar.

“Rekan-rekan media juga pernah mengetahui bahwa tahun lalu kami pernah merobohkan tembok yang sangat besar di sana. Namun, ketika personel kembali ke lokasi, ternyata tembok tersebut sudah terbangun kembali. Diduga, tembok itu bertujuan agar para pengguna dan penjual di sana bebas melakukan transaksi,” ungkapnya.

Kapolrestabes Makassar menegaskan operasi ini merupakan instruksi Bapak Presiden RI, melalui  Bapak Kapolri yang ditindak lanjuti oleh  Bapak Kapolda Sulsel dan kami bersama sama Ditnarkoba Polda Sulsel melakukan penggrebekan dengan jumlah personil yang diturunkan sebanyak 80 orang dari Sat Narkoba Polrestabes Makassar dan 25 orang dari Ditnarkoba Polda Sulsel.

“Dari hasil penggrebekan di lokasi, kami menangkap 104 orang terduga menggunakan narkoba dan 3 orang bandar narkoba , semuanya telah dilakukan tes urin dan hasilnya dari 104 orang ada 6 yang negatif sisanya positif semua”, jelasnya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 10 gram sabu, tidak ada ganja dan ekstasi, ada barang  bukti lain  dari bandar yang berhasil diamankan uang  sebesar Rp. 49.600.000,00 ( Empat Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang diduga hasil penjualan sabu, 104 alat hisap (bong), dua buah timbangan, 26 unit ponsel, saset kosong, pintu loket dari baja.

Lebih lanjut, Kapolrestabes Makassar mengatakan, pintu loket baja yang diamankan tersebut digunakan untuk melindungi penyedia yang menjual narkoba.

“Dari ratusan yang diamankan kalau memang ada barang bukti kami akan proses lanjut dan yang tidak ada barang bukti nanti kita akan rehap bersama sama dengan pemerintah dan pihak swasta,” ucapnya.

Lanjut Kapolrestabes, pihaknya melakukan pemberantasan narkoba Ini merupakan wujud Polisi Bersama Masyarakat.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Borta-Sapiria sering terjadi tindak pidana narkotika banyak pengguna dan penjual dan sering berulang sehingga dilakukan penggerebakan dengan target operasi (TO) atau bandar yang sudah lama kami targetkan,” jelasnya.

Direktorat Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso menambahkan benar bahwa, “tadi sore kami sudah laksanakan operasi gabungan dengan Polrestabes Makassar dan Direktorat reserse narkoba Polda Sulsel dimana ini merupakan tindak lanjut apa yang jadi programa Asta Cita bapak Presiden RI yang terus ditindak lanjuti oleh bapak Kapolri yang disampaikan kepada bapak kapolda Sulsel saat comaderwish salah satunya bersih narkoba,” ujarnya.

“Jadi kegiatan ini serentak dilaksanakan dan ini akan kita sering lakukan sampai benar-benar Makassar atau Sulawesi Selatan ini bersih dari narkoba. Selain di Makassar juga dilakukan di Polres tToraja Utara dan beberapa polres lainnya,” pungkasnya.

 

Humas Polda Sulsel

red/mpl/pr

Ratusan Warga Terdampak Banjir Berhasil Dievakuasi, Ratusan Personel Brimob Dikerahkan

PADANG, SUMBAR – Maspolin.id|| Polri melalui Satuan Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan 300 personel untuk membantu penanganan banjir dan mengevakuasi warga terdampak akibat curah hujan tinggi di Kota Padang, Sumatera Barat. Hingga Minggu (11/10/2026), personel masih bersiaga dan melanjutkan proses evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengerahan personel Brimob merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama untuk menyelamatkan warga dan menjangkau kawasan yang tergenang banjir.

“Polri mengerahkan personel beserta peralatan pendukung untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan terdampak menuju tempat yang lebih aman,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Sebanyak 300 personel Satbrimob Polda Sumbar dipimpin Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik. Personel dibagi menjadi tiga tim yang ditempatkan di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah; Dadok Tunggul Hitam; serta Guo Kuranji, Kota Padang.

Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, petugas telah mengevakuasi sekitar 300 warga dari Perumahan Lumin Park. Sementara itu, di kawasan Guo Kuranji, personel juga melakukan evakuasi terhadap 30 warga dari wilayah terdampak. Petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk memastikan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dapat segera memperoleh pertolongan.

Untuk mendukung proses penyelamatan, Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai peralatan SAR, di antaranya perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali karmantel, karabiner, katrol, serta body harness. Peralatan tersebut digunakan untuk menunjang keselamatan personel dan membantu proses evakuasi di kawasan yang terdampak genangan.

Selain peralatan penyelamatan, Polri juga mengoperasikan kendaraan pendukung berupa truk angkut personel, bus, kendaraan khusus SAR, serta kendaraan operasional lainnya. Dukungan tersebut digunakan untuk mobilisasi personel, membawa perlengkapan, dan menunjang pelaksanaan tugas di sejumlah titik banjir.

Di Perumahan Lumin Park, yang menjadi salah satu lokasi penanganan utama, personel mendirikan posko SAR di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Sementara itu, tim yang bertugas di Dadok Tunggul Hitam dan Guo Kuranji disiagakan untuk membantu penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Trunoyudo menegaskan, Polri akan terus mengoptimalkan upaya pertolongan dan berkoordinasi dengan unsur terkait dalam menghadapi dampak banjir. Selain evakuasi, pemantauan kondisi wilayah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak juga menjadi perhatian dalam penanganan bencana.

“Personel di lapangan terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan,” tutupnya.

Hingga Minggu (11/10/2026), personel Satbrimob Polda Sumbar masih melanjutkan kegiatan evakuasi dan penanganan warga terdampak banjir di wilayah hukum Polresta Padang.

 

Humas Polda Sumbar

red/mpl/pr

Kota Padang Dilanda Banjir Besar, Polri Kerahkan Personel dan Dirikan Posko Kesehatan

HUMAS POLRI – Maspolin.id|| Polri bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Melalui Polda Sumatera Barat, personel gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan permukiman, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyiapkan posko bagi masyarakat terdampak.

Penanganan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Ratusan personel dari Sat Brimob, Ditsabhara, Ditpolairud, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas diterjunkan untuk membantu warga terdampak.

Seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, petugas mengimbau warga agar sementara waktu tidak menempati rumah yang masih berisiko terendam dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 500 personel gabungan polri untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan. Selain itu, Posko Kesehatan dan Posko SAR didirikan di kawasan terdampak guna mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi evakuasi lanjutan.

Bantuan pakaian turut disalurkan kepada anak-anak dan warga yang pakaiannya basah akibat banjir. Sementara itu, pelayanan kesehatan dan dukungan logistik diberikan kepada para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), mengatakan bahwa Polri terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan darurat hingga kondisi kembali aman. Masyarakat juga diimbau untuk saling membantu dan memanfaatkan fasilitas posko yang telah disediakan.

Melalui langkah tersebut, Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menghadapi bencana dan menjaga keselamatan bersama.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Kepemimpinan Korlantas Polri Berganti, Irjen Pol. Wibowo Ingatkan Personel Tetap Jaga...

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Irjen Pol. Wibowo meminta seluruh personel tetap menjaga kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dalam menjalankan tugas. Hal ini dikatakan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.