Oleh: S. Stanley Sumampouw
Setiap Agustus, Merah Putih kembali berkibar di depan rumah, kantor, sekolah, dan jalan-jalan. Namun ada sebagian orang yang memilih tidak memasangnya karena kecewa kepada pemerintah dan menganggap pemerintahan hari ini gagal menjalankan amanah rakyat.
Kecewa kepada pemerintah adalah hak.
Mengkritik presiden adalah hak.
Menolak kebijakan pemerintah juga hak.
Tetapi jangan sampai kekecewaan kepada pemerintah membuat kita kehilangan rasa hormat kepada negara.
Pemerintah bukanlah negara.
Presiden akan berganti. Menteri berganti. Partai politik berganti. Kekuasaan datang dan pergi. Tetapi Indonesia tetap ada.
Begitu pula Merah Putih.
Ketika kita memasang bendera pada 17 Agustus, kita tidak sedang memuji presiden atau menyatakan semua kebijakan pemerintah benar. Kita sedang menghormati sejarah bangsa dan mereka yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
Para pahlawan tidak berjuang untuk presiden yang sekarang.
Mereka bahkan tidak tahu siapa yang kelak memimpin Indonesia.
Mereka berjuang untuk tanah air yang mereka cintai.
Karena itu, jangan campurkan kekecewaan kepada pemerintah dengan penghormatan kepada bangsa.
Kita boleh memasang Merah Putih pagi hari dan mengkritik pemerintah pada siang harinya.
Tidak ada pertentangan di antara keduanya.
Justru itulah demokrasi.
Nasionalisme bukan berarti memuji penguasa. Nasionalisme juga bukan berarti harus diam ketika pemerintah melakukan kesalahan.
Sebaliknya, mencintai Indonesia berarti berani mengkritik ketika negara berjalan ke arah yang salah, sekaligus tetap menghormati simbol dan sejarah bangsa.
Kalau pemerintah gagal, kritik pemerintah.
Kalau kebijakannya salah, lawan dengan argumentasi.
Kalau kekuasaan menyimpang, awasi.
Tetapi jangan turunkan Merah Putih.
Karena bendera itu bukan milik presiden.
Bukan milik menteri.
Bukan milik partai politik.
Bukan pula milik pemerintah yang sedang berkuasa.
Merah Putih adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
Maka pada 17 Agustus nanti, biarkan ia tetap berkibar.
Bukan sebagai tanda bahwa kita setuju kepada pemerintah.
Tetapi sebagai tanda bahwa kita masih menghormati perjuangan para pahlawan dan masih percaya bahwa Indonesia adalah rumah yang harus kita jaga bersama.
Pemerintah boleh berganti. Kekuasaan boleh berubah. Kritik boleh keras.
Tetapi Merah Putih jangan pernah kita turunkan hanya karena kita kecewa kepada pemerintah.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81
** Penulis adalah Pengusaha, Pemred Maspolin Media Group, Pemerhati Kepolisian











