SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Polda Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam mengantisipasi dua periode puncak arus mudik selama masa angkutan Lebaran 2026.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto di Semarang, Rabu, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 1,4 hingga 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Diprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026,” katanya.
Menurutnya, pola dua gelombang puncak mudik tersebut dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait fleksibilitas waktu kerja, sehingga arus kepulangan masyarakat tidak terkonsentrasi dalam satu waktu tertentu.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penempatan personel di jalur tol, jalur arteri, serta titik-titik yang rawan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, pos pengamanan dan pos terpadu juga disiagakan guna memberikan pelayanan cepat kepada para pemudik.
Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) telah dipersiapkan dan akan diberlakukan secara situasional sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran, ia mengingatkan agar melakukan persiapan sejak dini.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat. Cek saldo kartu uang elektronik agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” katanya.
Humas Polda Jateng
bjateng/mpl/ls










