JAKARTA – Maspolin.id|| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melarang para pedagang hewan kurban untuk menggelar lapak dagangannya di area trotoar, taman, maupun ruang terbuka hijau.
Pramono tak ingin aktivitas jual beli hewan kurban di area publik tersebut menganggu aktivitas masyarakat.
“tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik,”
“Yang seperti itu segera diberikan peringatan untuk tidak boleh berjualan,” tegas Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/5).
Gubernur menyampaikan, instruksi terkait larangan tersebut telah diterbitkan dan disosialisasikan kepada seluruh jajarannya. Nantinya para petugas akan melakukan pengawasan dan memberikan peringatan kepada para pedagang yang masih memanfaatkan area publik untuk aktivitas jual beli hewan kurban.
“Di Jakarta saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono juga memastikan harga hewan kurban di Jakarta saat ini masih terkendali dan relatif stabil. Selain itu, ia menyebut pasokan hewan kurban baik sapi ataupun kambing masih mencukupi.
“Alhamdulillah sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil. Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,” ujarnya.
Melimpahnya stok hewan kurban ini membuat daerah lain mengambil pasokan dari Jakarta. Hal ini, kata dia, menunjukan peran BUMD terutama Perumda Dharma Jaya dalam mempersiapkan pasokan hewan kurban dilakukan dengan baik.
“BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik,” tandasnya.
Pemprov DKI
bjak/mpl/apl











