Jakarta Barat – Maspolin.id|| Polisi membongkar aksi nekat satu keluarga yang berupaya membobol mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi tersebut gagal setelah oksigen yang digunakan untuk mengelas mesin ATM habis.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, kasus tersebut dilaporkan pada Februari 2026. Dalam menjalankan aksinya, tiga pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga telah menyusun peran masing-masing.

Ketiganya terdiri atas bapak tiri berinisial RH, ibu kandung berinisial D, dan anak berinisial H.

“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Nasriadi saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (01/09/2026).

Modus yang digunakan cukup nekat. RH dan H masuk ke dalam minimarket dengan membawa peralatan las untuk menjebol mesin ATM. Sementara D bertugas mengawasi situasi dari luar minimarket.

Namun, upaya tersebut terhenti ketika oksigen yang digunakan untuk proses pengelasan habis.
“Pelaku RH bersama H masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (D) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar. Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” ujar Nasriadi.

Gagal membuka mesin ATM, para pelaku kemudian mengalihkan sasaran. Mereka mengambil sejumlah bungkus rokok yang berada di dalam minimarket.

Polisi juga menemukan fakta bahwa salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket. Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi serta kamera CCTV.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menangkap dua pelaku, yakni H dan D. Sementara RH masih buron dan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Nasriadi menyebut aksi tersebut diduga dipicu persoalan ekonomi. RH diduga mengajak istrinya untuk ikut dalam pencurian tersebut.

“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkap Nasriadi.

Polisi juga menduga aksi pembobolan ATM menggunakan peralatan las bukan pertama kali dilakukan RH. Dugaan itu muncul karena pelaku dinilai telah memahami modus dan berani menggunakan peralatan khusus untuk membongkar mesin ATM.

“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” kata Nasriadi.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya baju merah marun, pakaian menyerupai seragam minimarket, satu unit telepon seluler, dan tong sampah.

Sementara itu, peralatan las yang digunakan untuk membobol ATM dibuang para pelaku ke Kali Angke. Polisi masih melakukan pencarian karena peralatan tersebut memiliki bobot cukup berat.
“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya,” pungkas Nasriadi.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini