Cilacap, Maspolin.id – Hadir pada kegiatan Reses Anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem, Cahyo Sasongko untuk Masa Sidang I Tahun 2019, Camat Kesugihan, Basuki Priyo Nugroho mengatakan, Desa Menganti masuk zona merah dalam hal kesehatan dan sanitasi. Di antara 16 desa zona merah, Menganti masih belum keluar dari zona tersebut. “Di Kesugihan ada 10 wilayah zona merah, saat ini tinggal 6 termasuk Desa Menganti,” ungkap Basuki.
Pihaknya berharap, masalah tersebut nantinya digarap bareng-bareng.
“Untuk itu, masalah sanitasi dan juga jambanisasi yang masuk program pola hidup bersih dan sehat harus kita pikirkan bersama. Maka adanya reses ini menjadi ajang tukar infornasi tentang kondisi wilayah masing-masing daerah pemiihan,” imbuhnya.
Cahyo menanggapi lontaran Basuki bahwa fungsi DPRD sebagai pembuat legislasi, pengusul anggaran, dan pengawasan akan berkoordinasi dengan eksekutif termasuk program pemerintah di bidang kesehatan.
“Sebenarnya bukan ranah Komisi C, namun di sini ada Pak Suwito yang duduk di Komisi D. Saya rasa bisa melaksanakan itu,” ungkapnya.
Menurut dia, yang penting aspirasi masyarakat bisa tersalurkan melalui reses ini, dan membawa aspirasi masyarakat sebaik-baiknya.
Ditanya prioritas yang akan dilakukan DPRD usai reses, Cahyo menjawab imfrastruktur. Karena hampir di semua reses, infrastruktur menjadi usulan paling banyak.
Sebagai anggota DPRD, menghadapi begitu banyak aspirasi masyarakat yang disampakan terutama di reses, dia akan meneruskan aspirasi dengan sebaik-baiknya.
“Anggota Dewan harus berani melakukan terobosan dan tegas dalam mengawasi proyek pembangunan yang sudah berjalan,” ucapnya.
Dia mengaku dalam beberapa pekan terakhir melakukan pengecekan pembangunan jalan, dan masih saja ada kontraktor yang nakal. “Itu langsung saja tegur tanpa pandang bulu. Di Kroya 1 titik dan Bantarsari 1 titik. Kita tegur semuanya,” katanya.
Untuk itu dia harus benar-benar memperhatikan aspirasi masyarakat yang memilihnya.
Terkait inovasi desa, Cahyo mengaku sangat setuju. Sebab, dari inovasi desa akan muncul potensi desa yang selama ini tersembunyi. “Kita akan dukung desa-desa yang berinovasi,” tandasnya.
Menurut dia, inovasi desa samgat positif, sebuah gebrakan yang sangat luar biasa dan berani. Di desa yang berisi banyak karakter yang berbeda-beda, termasuk kultural dan geografis yang berbeda.
“Di sini peran kepala desa sangat signifikan karena memunculkan potensi,” ucapnya.
Untuk itu, Dewan akan memberikan support kepada para kepala desa yang berani ini. (Estanto)










