Dugaan sapi sapi raib (Ilustrasi) Foto: Fals Yudistira

Trenggalek, Maspolin.id – Sekitar tahun 2010 Pemerintah Pusat meluncurkan program Insentif Penyelamatan Sapi Betina Produktif (IPBP) yang ditujukan untuk penyelamatan populasi sapi di tanah air. Kabupaten Trenggalek salah satu daerah yang mendapatkan intervensi program ini dari pusat. Bagaimana ya kabar program tersebut sekarang di Kota Gaplek ini.

Anggaran yang dikucurkan cukup besar, untuk program penyelamatan sebesar Rp. 500 juta perkelompok sedangakan untuk yang insentif sebesar Rp 150 juta per kelompok. Untuk yang penyelamatan sendiri kelompok diwajibkan membuat Rencana Usaha Bersama (RUB) yang didalamnya melakukan pengadaan sapi betina produktif dan sapi pengganti, dimana bila ada jagal atau rumah potong hewan yang akan menyembelih sapi betina yang masih produktif kelompok berkoordinasi dan mengganti sapi tersebut dengan sapi pengganti dengan perhitungan harga antara kedua belah pihak.

Dengan begitu sapi betina produktif ini terselamatkan dan populasi sapi semakin berkembang. Sedangkan untuk program insentif kelompok memfasilitasi sapi produktif untuk dilakukan insemasi buatan secara gratis sehingga sapi-sapi tersebut bisa bunting dan menambah populasi.

Heri Kabid Peternakan saat dikonfirmasi mengenai hal ini menuturkan bawasanya dirinya minta waktu karena yang mengurusi sudah banyak yang purna tugas dan diperlukan waktu untuk mencari berkas. Hal ini menggelitik Maspolin.id, untuk mencari informasi lebih dalam, karena dengan tidak tahu maka sudah tidak ada pendampingan dan pematauan terhadap program ini.

Padahal program ini cukup baik untuk bisa menambah populasi ternak. Dikonfirmasi lebih lanjut terkait pengembangan program, Heri menambahkan “laporannya langsung ke pusat dinas teknis hanya pembinaan secara riil korelasi sangat positip ternak berkembang namun demikian tergantung dinamika kelompoknya,” tuturnya.

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan setelahnya ketika Maspolin.id menyampaikan berdasar informasi narasumber banyak sapi yang sudah raib di kelompok. Heri menjawab pernyataan tersebut dengan mengatakan “Berkasnya saja kami belum paham dulu berapa nilainya.

Bagaimana saya bisa coment yang jelas secara global bahwa jumlah kelahiran per tahun sekitar 12 ribu pedet berarti induknya termasuk program tersebut,” lanjut Heri.

Maspolin.id meyakini pernyataan Pejabat ini berdasarkan asumsi pribadinya, bukan berdasar data yang konkrit yang ada.

Penulis: Fals Yudistira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini