PEMALANG | MASPOLIN.ID – Kesadaran masyarakat Pemalang, Jawa Tengah, dalam upaya mencegah dan memutus rantai Covid-19 dinilai cukup ideal guna diterapkan dalam kenormalan baru (new normal).

Hal itu terbukti setelah Bupati Pemalang H Junaedi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemalang mengecek langsung kondisi masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Jajaran Forkopimda yang dipimpin bupati melakukan pengecekan di tempat-tempat keramaian serta fasilitas pelayanan masyarakat, Sabtu (6/6/2020).

Junaedi mengatakan, hasil pantauan langsung seluruh fasilitas pelayanan masyarakat tempat ibadah, terminal, stasiun, dan mal, sudah cukup ideal dalam persiapan menghadapi new normal.

“Sebagaimana yang kita lihat dari berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, 75 persen sudah mendekati ideal, hanya perlu sedikit pembenahan-pembenahan. Di Pasar Pagi misalnya, perlu ada penyekatan antar-penjual. Untuk terminal dan mal perlu ada pengetatan kembali termasuk kedisiplinan dari masyarakat,” kata Junaedi.

Pengecekan bergeser ke Masjid Al-Islah di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Di masjid itu protokol kesehatan sudah bagus dengan pemberlakuan jarak antar-jamaah lebih dari 1 meter.

Sebagai tindak lanjut dari aturan jam malam, Kabupaten Pemalang akan segera memberlakukan new normal setelah surat edaran gubernur mengenai panduan new normal turun.

“Pemalang sedang menunggu edaran dari gubernur tentang panduan new normal,” tandas bupati.

Pihaknya tentu mengkaji yang terbaik seperti apa. Sebab, di kabupaten atau kota lain ada beberapa pengetatan aturan-aturan, seperti mewajibkan masyarakatnya menggunakan masker, dan kalau tidak pakai masker didenda. “Kita sedang kaji hal itu,” tegasnya.

Mengenai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan new normal, Junaedi menekankan, saat ini Kabupaten Pemalang sedang melakukan pengkajian sambil menunggu pedoman umum dari peraturan gubernur.

“Untuk mendisiplinkan masyarakat, kalau tidak ada pemaksaan kelihatannya kok susah. Pemaksaan itu ya didukung dengan regulasi,” imbuhnya. [estanto]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini