Oleh: Usep Kusnadi
(Maspolin Kota DEPOK)
Teringat di sebuah Kecamatan di Kabupaten Sumedang. Namanya Kecamatan Tanjungkerta, lokasi Kecamatan terletak di Kampung Sukamantri ( tempat kelahiran saya) jarak dari Depok sekitar 200,9 KM atau sekitar 4 jam perjalanan.
Kecamatan Tanjungkerta tidak begitu ramai dengan mobilitas penduduk ataupun kendaraan. Suasana terasa nyaman untuk sekedar liburan selama seminggu.
Ketika berkunjung ke wilayah tersebut, tidak akan menemukan ojek online, tapi disetiap pertigaan ada pangkalan ojek ( ojeg sebutan orang Sunda)
Hal yang menarik bagi saya adalah TIDAK terdengar bisingnya kendaraan bermotor dengan knalpot racing .
Anak-anak muda yang lalu lalang dengan kendaraannya ( walaupun tidak menggunakan helm). Tidak satupun terdengar suara knalpot yang memekakan telinga
Motor -motor yang lalu lalang sama juga dengan yang sering saya lihat di Depok, tentu saja baru dari berbagai merk dan tipe.
Usut punya usut ternyata penyebabnya adalah TINDAKAN TEGAS Polsek Tanjungkerta dalam menertibkan knalpot Racing. Di Depan Polsek dipajang knalpot hasil razia Polisi.
LUARBIASA itu kalimat pertama saya ucapkan. Dan itu terjadi hampir setahun yang lalu.
Artinya saat Jakarta sibuk dengan razia knalpot racing, nun jauh di bawah Gunung Tampomas, mereka mungkin senyum-senyum.
Kenapa mereka senyum – senyum? Karena jauh-jauh hari sebelum Pejabat dan Penduduk Ibu Kota Negara terganggu dengan bisingnya knalpot racing mereka sudah bertindak tegas.
Ternyata ide dan gagasan-gagasan cerdas dan cemerlang bisa lahir dari Polisi-Polisi yang tidak terliput oleh media massa.
Sayang saya tidak memotret knalpot yang dipajang di depan Polsek. Suatu saat kalau saya berkunjung ke Polsek Tanjungkerta, saya akan bawa Kartu Maspolin untuk melakukan liputan .
Bravo Polri, kami mendukung langkah-langkah tegas untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di Masyarakat. ???
Terima kasih
Ttd
Usep Kusnadi
(Maspolin Kota DEPOK)










