MASPOLIN || YOGYAKARTA – Aksi sederhana Bripka Nur Ali Suwandi, Anggota Bidpropam Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membantu renovasi gereja Kapel Santo Yakobus, Nglipar Lor, Nglipar, Gunungkidul mendapat respon bahagia dan haru dari para jemaat.

Bahkan Ig. Sutopo, pengurus gereja tampak terharu dan berkaca-kaca matanya. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Bripka Ali.

Sebab sebagai umat minoritas di kawasan tersebut, ia dan rekan-rekannya mendapatkan perhatian dari seorang polisi baik hati yang berbeda keyakinan.

“Dalam ajaran kami Katolik, kasih adalah yang tertinggi, terimakasih Pak Ali kami telah diingatkan karena terkadang kami lupa akan kasih tersebut,” ungkapnya, Kamis (1/4/2021).

Menurut Sutopo, Bripka Ali ini bisa menjadi contoh karena merangkul semua kalangan masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, ras, suku maupun latar belakang sosial. Ini sesauai Bhinneka Tinggal Ika.

“Gereja kami ini letaknya di daerah terpencil dan jemaatnya sedikit. Kami sangat terbantu atas perhatian Pak Ali ini,” katanya.

Kedatangan Bripka Ali ke gereja yang terletak di daerah pinggiran Gunungkidul tersebut untuk ikut terlibat renovasi membantu pengecatan dan beberapa renovasi kecil lainnya.

Selain itu, ia juga membagikan paket sembako dan sejumlah uang untuk warga yang kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Tujuan utama kami tentu saja untuk bersilaturahmi sebagai sesama umat beragama yang harus hidup rukun dan berdampingan,” kata polisi yang akrab disapa Bon Ali ini.

Bripka Ali selama ini memang aktif di bidang kemanusiaan. Di rumahnya, ia merawat ratusan anak yatim. Ia juga membangun masjid untuk warga di kawasan pinggiran dI Yogyakarta.

Mata Air

Warga Padukuhan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul tidak akan lagi kesulitan air.

Sebuah sumur yang baru saja selesai dibangun, telah menjadi jawaban atas kesulitan air yang selama ini menghadang sekitar 500 jiwa warga Padukuhan Mertelu.

Mengawali tahun 2020 ini, Polda DI Yogyakarta bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY serta Komunitas Selembar Daun meresmikan Sumber Air di Padukuhan Mertelu.

Berawal dari kondisi kekeringan yang selalu menjadi masalah buat warga setiap tahunnya, sumber air selalu menjadi masalah dan menghantui setiap musim kemarau.

Bripka Nur Ali dan Yayasan Bumi Damai yang rajin blusukan ke wilayah-wilayah terpencil tersebut mendapatkan informasi mengenai situasi tersebut.

Hal tersebut kemudian disampaikan kepada Pimpinan di Polda DIY dan mendapatkan respon positif.

Dengan menggandeng Kanwil Kementerian Agama DIY dan Komunitas Selembar Daun, sumur yang selama ini menjadi andalan warga namun pada musim kemarau selalu kering, kemudian sumur tersebut digali lebih dalam hingga mendapatkan mata air yang berlimpah.

Sumur tersebut terletak di tanah yang diwakafkan oleh Ibu Sri Rahayu binti Harjosumarto.

Dengan bantuan dari Polda DIY dan Kanwil Kemenag DIY serta Komunitas Selembar Daun, maka sumur tersebut kemudian dapat dilengkapi dengan pompa dan instalasi pipa untuk dinaikkan ke Bak Penampungan.

Kemudian didistribusikan menggunakan pipa untuk dialirkan ke masjid dan rumah-rumah warga.

Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, S.IK. dalam sambutannya mengapresiasi Bripka Nur Ali yang telah melakukan blusukan dan memikirkan masyarakat yang tinggalnya jauh dari kota.

“Bripka Nur Ali ini, walaupun pangkatnya di bawah saya, tapi perilakunya jauh di atas saya, bagaimana Nur Ali memikirkan masyarkat di sini yang harus menghadapi kemarau,” jelas Wakapolda DIY.

Menurut Wakapolda, apa yang dilakukan Bripka Nur Ali ini adalah hal positif yang harus diapresiasi.

Di tempat yang sama, Pak Samsul seorang warga Padukuhan Mertelu sangat berterima kasih atas keberadaan Sumber Air “Bumi Damai” ini.

“Saat kemarau, bisa dibayangkan betapa sulitnya untuk mendapatkan air, hal ini dirasakan sekali oleh warga yang memiliki anak kecil,” jelas Pak Samsul.

Menurutnya, pagi-pagi sekali setelah Subuh ibu-ibu harus rela mengambil air dan berjalan kurang lebih 1 kilometer.

“Kami berharap, ke depan keturunan kami tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” tutup Pak Samsul seusai peresmian Sumber Air “Bumi Damai”.

(rls/Dikutip dari : Tribun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini