Tulungagung ,Maspolin.com – Sungguh sangat disayangkan nasib bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, Pasalnya Umi Latifatul Husna (13) siswi kelas 6 di salah satu sekolah dasar Bolorejo kecamatan Kauman kabupaten Tulungagung ini menghembuskan nafas terakhirnya saat akan menyetrika bajunya.
Kapolsek Kalangbret Akp Puji Hartanto saat dihubungi wartawan Jumat 22/03 sore membenarkan peristiwa meninggalnya salah satu siswi SD Bolorejo ini .
Kapolsek Kalangbret menjelaskan awal kejadian bermula saat korban akan menyeterika baju muslim milik korban yang akan di persiapkan untuk dipakai peringatan bulan Rajab di sekolahnya.
Namun karena diduga tangan korban masih basah saat korban menancapkan colokan setrika ke aliran listrik sehingga korban tersengat aliran listrik yang mengakibatkan korban meninggal dunia .
“Dari hasil olah TKP dugaan sementara penyebab kematian korban akibat tersengat aliran listrik saat korban mau mrnancapkap colokkan setrika namun kondisi tangan korban masih basah sehingga menimbulkan korban kesetrum “terang Kapolsek .
“Kejadian pertama kali diketahui oleh Sutar (65) yang merupakan kakek korban sore tadi sekira pukul 16.00 wib yang mengetahui cucunya (korban) sudah terjatuh yang selanjutnya berusaha meminta pertolongan kepada Warman pegawai kesehatan dengan kondisi korban masih terlilit kabel.
Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kauman namun sayang nyawa korban tidak tertolong lagi ” tambah Kapolsek .
“Dari hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ,diduga korban meninggal akibat kesetrum listrik,Sesuai permintaan pihak keluarga kirban menyatakan menerima dan iklhlas atas kematian korban yang selanjutnya pihak keluarga korban meminta jasad korban untuk dibawa pulang untuk dimakamkan ” punkas Kapolsek .
Sementara itu berbagai ucapan bela sungkawa terus berdatangan dirumah korban yang sehari’harinya tinggal bersama kakek dan neneknya di dusun Morangan desa Bolorejo kecamatan Kauman karena orangtua korban bekerja diluar kota.
“Umi adalah anak yang tergolong tekun beribadah dan cerdas juga banyak teman .Bahkan beberapa hari terakhir ini Umi sempat mengutarakan niatnya jika nanti sudah lulus SD dirinya akan melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren “tutur Umar (43) salah satu tetangga korban.
“Kami semua merasa ikut kehilangan dan bersedih atas meninggalnya korban .Dan rencananya jenasah korban akan dimakamkan menunggu kepulangan ayahnya yang saat ini sudah dalam perjalanan pulang ” tambahnya.
Soim










