Oleh: Ferizal Ramli

Pengantar Tulisan:

Ini tulisan seorang sahabat yang sudah lama tinggal dan mengembangkan karirnya di Jerman.
Seperti negara2 di Eropa yang tertib dan disiplin, Jerman adalah salah satu kalau tidak bisa dibilang negara dengan Ekonomi dan Teknologi termaju di Eropa.

Ferizal Ramli , sang penulis Artikel adalah salah satu anak muda kita yang sukses berkarir di Jerman. Mungkin dengan membaca tulisan Ferizal kita bisa melihat dan memotret wawasan baru mengenai Anies Baswedan dari kacamata sang penulis.

Selamat membaca. (Pemred)

Selamat Pagi dan Selamat Menyambut Hari. Ijinkan aku Share pengalamanku saat mengikuti rombongan Sang Sohib Mas Gub Anies Baswedan saat di Luxemburg bertemu dengan Decision Makers European Investment Bank di Luxemburg. (Mohon maaf agak panjang)

Eropa mulai percaya diri menghadapi pandemi Covid ini. Geliat bisnis mulai terasa degupnya. Perusahaan mulai menyiapkan diri berpacu untuk revitalisasi. Tidak jarang dari mereka justru siap untuk ekspansi. Seakan pandemi menjadi kesempatan menyimpan energi untuk ekspansi.

Aku pun dapat misi besar dari perusahaanku dalam tema ekspansi dan akusisi ini. Dalam perjalananku bertemu client maka teringat aku dengan moment yang amat inspiratif dari sohibku Mas Gubernur DKI saat di Luxemburg sekitar satu bulan lalu. Ini flashback-ku…

Luxemburg itu kota “Sejuta” Bank dan Investment Bank. Ini kota negara kecil yang indah. Berbagai bangunan goethik tua, lembah, ngarai, jurang dalam kota, dan hutan yang lebat di tengah kota adalah karakter asri Luxemburg. Kota yang terlihat asri humanis dan nyaris tanpa gedung pencakar langit. Hanya di kota ini ada rumah bagi lebih dari 100 Bank, Investment Bank serta berbagai Lembaga Keuangan. Negara kota kaya raya salah satu pusat keuangan Eropa dan dunia. Penduduknya adalah penduduk yang terkaya di dunia.

Di Luxemburg ini lah beberapa waktu yang lalu kesempatanku belajar dari orang yang tepat. Aku sendiri 20 tahun lebih sudah di Eropa, saat ini menjadi Principal Consultant maka negosiasi dengan orang-orang Eropa adalah santapan harian. Aku amat terbiasa menghadapi orang-orang Eropa itu sebagai keseharianku, sudah amat terbiasa. Sebuah karakter pada mereka yang rasionalis dingin, too confident, mungkin over confident atau malah arogant, tapi di sisi lain amat kuasai masalah amat detail. Itu khas orang-orang Eropa apalagi pada posisi decision makers. Itu selalu kuhadapi dalam bertahun-tahun di keseharianku.

Hanya kali ini beda. Di kota pusat keuangan Eropa di Headquaeter-nya European Investment Bank (EIB) kulihat orang Eropa bersikap berbeda: mereka terbelalak takjub! Mereka ini bukan orang sembarangan, ini adalah para Petinggi European Investment Banking. Para Investment Bakers ini cuma bisa terbelalak takjub saat sang Sohib Gubernur DKI (aku biasanya menganggil ”Mas Gub“ sebutan Japemethe) memaparkan tentang visi-visi Jakarta dan jejak rekam success story-nya.

Kata Mas Gub, dalam B. Inggris amat lancar dan tersturktur teratur, kira-kira: „…dengan hanya 5.000 IDR atau cuma 30 CENT Euro saja maka penduduk Jakarta sudah bisa muter-muter Jakarta dengan fasilitas bus kota terintegrasi interkoneksi dengan jalur bus lainnya selama 3 jam“. Sementara bis kota di Jakarta itu kualitasnya sejajar dengan standard seperti layaknya bus di kota-kota Eropa. Biaya yang amat murah terjangkau warga Jakarta.

Keberhasilan jejak rekam DKI membangun transportasi Jakarta yang terintegrasi, harga terjangkau dengan fasilitas kualitas transportasinya sekualitas Eropa ini lah, yang membuat para Investment Bankers Eropa di Headquater-nya berdecak takjub. Tepuk tangan bergemuruh di ruang meeting yang dihadiri para decision makers European Investment Banking dan delegasi Gubernur DKI. Mereka mengakui ini kerja-kerja visioner yang penuh keberpihakan dari Pemprov DKI pada masyarakat banyak.

Dengan cepat mereka menawarkan kerja sama untuk investasi mengembangkan kota Jakarta untuk transportasi publik. EIB sendiri fokus berinvestasi pada sektor pembangunan berkelanjutan. Tahun 2030 ditargetkan dapat memobilisasi investasinya sampai 1 triliun euro (silahkan dikalikan 15.000 IDR) untuk berbagai pembangunan berkelanjutan di dunia, termasuk di Indonesia. Melihat jejak rekam success story DKI membangun fasilitas transportasi publik maka cepat saja para decision makers Europan Investment Bank menyatakan kesiapannya bekerja sama.

Ada yang menarik yang kupelajari dari Sang Sohib Mas Gub adalah caranya mempresentasikan success story dengan pride and dignity tapi jauh dari kesan arogant. Pembawaan yang cool, calm and confident tapi amat kuasai masalah secara detail. Ini mendapatkan respek amat besar dari kalangan investor Eropa.

Oleh Sang Sohib Mas Gub ini dipaparkan visi besar pembangunan DKI, diberi narasi yang terstruktur dengan pilihan diksi-diksi yang presisi, dikomunikasikan dalam B. Inggris yang teramat lancar, dan ditunjukkan bukti-bukti bahwa apa yang dikatakan dan dijanjikan, itu terbukti dalam wujudnya di lapangan sebagai success story.

Sang Sohib Mas Gub mengerjakan apa yang dikatakan dan dijanjikan melalui bukti success story. Satu kata antara perkataan dan perbuatan. Lalu mengatakan hanya yang memang didasari fakta kebenaran, serta amat paham masalah sangat detail, kesemua ini lah membuat para investor di EIB menaruh respek besar.

Sempat kuberbincang dengan salah seorang dari mereka. Ada bisik yang selalu terngiang di kepalaku. Salah seorang dari mereka sekilas bicara padaku kira-kira katanya begini: “Your Governor, He did what he said. He said only what he thinks is right.. He acts like Kanzlerin Angela Merkel. He is a great leader…!“.

Point yang kubelajar adalah: kita akan dapat respek dari orang-orang terhormat jika kita mewujudkan apa yang kita katakan, dan apa yang kita katakan harus berdasarkan kebenaran yang kita yakini. Itu yang membuat kita mendapatkan respek yang tinggi. Pelajaran ini pula yang akan kugunakan saat berhadapan dengan klienku saat kita bicara tentang program ekspansi dan akusisi. Yah, aku belajar dari moment indah Luxemburg beberapa waktu lalu…

#dariTepianLembahSungaiRheinRuhr

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini