Ainun Najib, WNI yang Diminta Jokowi Pulang ke Indonesia.

Jakarta – Maspolin.id// Presiden Joko Widodo meminta Ainun Najib yang kini bekerja di Singapura untuk pulang ke Indonesia.

Jokowi pun meminta kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk membawa Ainun pulang ke Tanah Air.

Menurutnya, jika kiai NU yang bersabda, maka pria yang kini bekerja sebagai praktisi teknologi di bidang data sains itu akan menurutinya.

Melansir dari Beritasatu pada Selasa (1/2/2022), Ainun merupakan sosok di balik gerakan Kawal Covid-19 serta situs kawalcovid19.id.

Ainun Najib lahir di Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur pada 20 Oktober 1985.

Ia belajar pendidikan agama langsung dari sang ayah, H Abdul Rozaq, yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Bungah, Gresik.

Selain menjadi tokoh agama di kampungnya, ayah Ainun juga merupakan pengawas pendidikan di Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

Sementara itu, ibunda Ainun merupakan seorang guru di SDN Klotok I Balongpanggang bernama Rustinah.

Semasa SMA, Ainun tercatat pernah menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Matematika Asia Pasifik 2003 dan meraih honorable mention.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikan sarjana dengan jurusan computer engineering di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura.

Di sana, Ainun juga pernah mengikuti perlombaan pemrograman ACM ICPC bersama dua mahasiswa Indonesia lain mewakili NTU.

Pada tahun 2006, tim tersebut menjuarai ACM ICPC level regional Asia di Teheran, Iran.

Lalu mereka juga ikut bertanding di level dunia di Tokyo, Jepang pada tahun 2007.

Setelah lulus, Ainun bergabung dengan IBM Singapura menjadi software engineer kemudian ia menjabat sebagai konsultan senior.

Pada tahun 2014, Ainun bekerja dan tinggal di Singapura bersama istri dan dua anaknya.

Ketika itu, Ainun mendapatkan ajakan untuk mengawal pemilu dari berbagai pihak seperti KPU, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta kedua capres dan wapres.

Ia bersama empat orang Indonesia lain lantas membuat situs kawalpemilu.org.

Situs tersebut merupakan crowdsourcing digitalisasi dan penghitungan hasil Pilpres 2014 berdasarkan scan formulir C1 dari KPU.

Ainun kemudian berdiskusi dengan kawannya yang ia kenal ketika menjadi peserta ACM ICPC di Tokyo, Felix dan Andrian, lalu mereka mendirikan Kawal Pemilu.

Dalam pengembangannya, mereka mengajak Ilham Winata Kurnia juga merantau yakni di Kaiserslautern, Jerman serta Fajran Iman Rusadi di Amsterdam, Belanda.

(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini