Bojonegoro,Maspolin.id – Ratusan mahasiswa dari aliansi mahasiswa Muhammadiyah (AMM ) Bojonegoro melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Bojonegoro mereka menyampaikan aspirasi dan beberapa tuntutan pada (27/19).
Kegiatan unjuk rasa tersebut juga mendapatkan pengamanan langsung dari polres Bojonegoro yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro.
Aliansi mahasiswa Muhammadiyah yang terdiri dari IMN,IPM AMM STIK Mereka menyampaikan 3 aspirasi dan tuntutan diantaranya.
1. agar pemerintah membatalkan Perpu KPK yang baru .
2 menolak revisi KUHP .
3 Meminta kepada aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas pelaku penganiayaan yang mengakibatkan 3 rekan mereka yang sedang unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RKUHP di Kantor DPRD Sultra. mengalami luka-luka dan meninggal dunia
Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikhin beserta anggota menemui perwakilan mahasiswa untuk negoisasi yang baik agar semuanya menjaga ketertiban saat menyampaikan tuntuntutan.
Begitu tuntutan mereka ditandatangani oleh pimpinan DPRD maka kordinator aliansi mahasiswa Muhammadiyah yang berunjuk rasa menginstruksikan kepada para mahasiswa untuk membubarkan diri atau kembali ke kampus masing masing.
Sementara itu di waktu yang sama, Sejumlah Massa PMII dan HMI Bojonegoro juga menggelar aksi yang sama di depan Mapolres Bojonegoro.
Adapun tuntutan mereka yang di Terima media ini dalam bentuk tertulis antara lain.
1. Usut tuntas penembakan terhadap Rendi (22) Mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan UHO
2. Mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera bertanggung jawab atas tindakan Anggotanya
3. Meminta Kapolri Segera Mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra)
(Tgh/red).










