Bojonegoro,Maspolin.id – Untuk menjalin Keharmonisan, kerjasama Yang Baik Antara PH dan Polri, anjas Sambangi Mapolsek Kasiman guna Melakukan Koordinasi dan Silaturohmi, sebab sebuah Pekerjaan Dan Profesi memang harus ada kerja sama yang Baik.

Seperti yang ia lakukan Hari ini Kamis 21 November 2019,Anjas mendatangi Mapolsek Kasiman dalam rangka Koordinasi terkait Dugaan Penganiayaan Salah satu Santri Di ponpes Fatul Majid oleh Fd dan Zbr selaku Ustad dan Ustadzah Ponpes Tersebut.

“Saya mendatangi Mapolsek Kasiman selain dalam Rangka Silaturohmi, kita juga berkoordinasi mohon petunjuk kepada pihak Polsek Kasiman terkait dugaan Penganiayaan Yang dilakukan Ustad Ustadzah Ponpes Fatul Majid, Ujar Anjas dalam Keterangannya pada media ini.

Ditambahkan oleh Anjas dalam Keterangannya, bahwa dugaan penganiayaan tersebut berawal dari santri Atas nama Rahayu seorang Santri asal Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan Sedang sakit dan meminta izin kepada pihak Ponpes Fatul Majid, atas ijinnya tersebut Rahayu malah dihukum di panas panasan mulai pagi jam 07.00 wib sampai siang jam 10.00 wib dan diseret bahkan didenda dengan Sejumlah Uang Rp. 100.000,-.

“Akibat dari Kejadian tersebut Orang tua korban Akhirnya mengadu dan bercerita kepada saya, saya sebagai kuasa hukumnya dari ortu Rahayu menjabarkan ini dan memediasi untuk saling memaafkan dan alkhamdulillah besok pukul 08.00 wib pagi di Polsek Kasiman dari ustajah dan ustatnya ponpes Fatul Majit bersedia dan mau minta maaf kepada pihak keluarga korban, Ujar Anjas.

Ditempat yang sama Wadngul Huda selaku Orang Tua dari Rahayu mengatakan tidak akan Melanjutkan Peristiwa yang menimpa putrinya ini ke proses Hukum.

“Saya tidak akan melanjutkan Kejadian ini ke proses Hukum, yang penting Anak Saya di beri ijin untuk pindah sekolah Ke SMP Kedewan dan dari pihak Ponpes Fatul Majid khususnya Dua Ustadzah tersebut mau minta maaf kepada keluarga Korban Kita selesaikan Secara kekeluargaan, dan ini agar menjadi pembelajaran bagi para pendidik dan Pengasuh lainnya agar tidak terulang kembali, ujar orang Tua Korban.

Agus Kuprit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini