Cilacap, Maspolin.id – Memotivasi orang lain yang dilakukan Babinsa terhadap warga binaan ternyata sangat banyak dan menyentuh berbagai bidang.
Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Danasri Kidul, Koramil 05/Nusawungu, Sertu Slamet Riyadi.
Dalam tugasnya untuk memotivasi berbagai usaha warga binaan, Sertu Slamet mengunjungi salah satu usaha rumahan (home industry) garam beryodium milik warga binaan, Minggu (31/3/2019).
Sebagai aparat kewilayahan yang memiliki peran dan fungsi pembinaan masyarakat, Slamet secara rutin melaksanakan komunikasi sosial dengan warga binaan.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala dan kesulitan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat.
Seperti saat dia mengunjungi usaha rumahan garam beryodium milik Saroji, warga RT 04 RW 05 Desa Danasri Kidul.
Kedatanga Slamet ternyata mampu memotivasi dan membangkitkan semangat warga dalam membangun usaha.
Dia mengatakan, usaha seperti ini sangat baik dan perlu ditingkatkan produksinya, mengingat letak wilayah dekat pesisir dengan cuaca yang cukup terik.
Selain itu, produktivitas garam beryodium cukup menjanjikan di pasaran, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga, disamping usaha lain sebagai seorang petani.
Menurutnya, dengan meningkatnya gairah usaha di Desa Danasri akan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berdampak semakin baiknya perekonomian, dan meningkatnya kondusivitas wilayah.
“Kami selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik Pemdes dan pelaku usaha lain untuk mengatasi berbagai kendala dan mendorong produktivitas usaha warga,” terang Sertu Slamet Riyadi.
Sementara, Saroji menyambut baik kedatangan Babinsa, sembari menjelaskan dengan rinci usaha yang digelutinya saat ini.
“Garam produksi kami dipasarkan di sekitar wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas,” katanya.
Usaha garam ini menyerap tenaga kerja sekitar 15 orang, diantaranya 5 orang laki-laki dan 10 tenaga perempuan.
Saroji menambahkan, usaha ini masih mendatangkan bahan baku dari kabupaten lain, seperti Jepara dan Pati yang masih berbentuk karungan, baru kemudian diolah kembali menjadi kemasan-kemasan kecil melalui proses cetak dan dimasukkan dalam ruangan untuk dioven supaya keras dan baru dimasukkan ke dalam plastik dan dikemas. (Estanto)










