Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan S.I.K., M.H. (Dok. Bid Humas Polda Jabar)

Pangandaran, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa delapan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Atarbiyah di Desa Kertajaya, Kecamatan Cigugur. Kejadian ini berlangsung pada hari Rabu, 1 Oktober 2025, setelah para siswa mengonsumsi makanan yang baru pertama kali didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cimindi 2.

Para pelajar tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan tersebut. Akibatnya, mereka segera dilarikan ke Puskesmas Cigugur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat sekitar mengenai keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan dalam program MBG.

Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya akan fokus pada penyelidikan kasus ini. Langkah awal yang kami lakukan setelah menerima laporan adalah memantau dan mengevakuasi korban yang diduga mengalami keracunan. Kami akan fokus menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut, ujarnya. Penanganan medis diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, menjelaskan bahwa semua korban telah ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Cigugur. Empat pelajar sudah diperbolehkan pulang, sementara empat lainnya masih dalam observasi untuk memastikan kondisi mereka stabil, jelasnya. Pihaknya juga telah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui kandungan zat yang menyebabkan keracunan.

Koordinator SPPG Kabupaten Pangandaran, Virgin Kristiani, mengambil tindakan cepat dengan menutup sementara dapur SPPG Cimindi 2. Operasional kami hentikan sementara sampai hasil uji laboratorium keluar. Kami ingin memastikan bahwa makanan yang kami distribusikan aman dan memenuhi standar kesehatan, tegasnya. SPPG Cimindi 2 baru pertama kali beroperasi dan langsung menghadapi masalah serius ini.

Seorang guru MI Atarbiyah, Tati, membenarkan bahwa sejumlah siswanya mengalami gejala keracunan sekitar 30 menit setelah menyantap makanan MBG. Menu yang disajikan pada hari itu terdiri dari ayam kecap, sayur capcay, tahu goreng, dan buah jeruk. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak terkait dapat bekerja sama untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/he

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini