Carut Marut Pendistribusian Bahan Bakar Minyak Di Kabupaten Muaro Bungo Dan Sekitarnya Sudah Berlangsung Lama.

Muaro Bungo –Maspolin.id//Dari Pantauan dan laporan masyarakat kabupaten Muaro bungo antrian panjang untuk dapat membeli bahan bakar terutama minyak solar subsidi sudah berlangsung lama dan sampai saat ini tidak ada upaya SPBU untuk memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat terutama konsumen dalam kebutuhan akan bahan bakar solar, Minggu, 10/10/2021.

Dari salah satu konsumen yang sudah lama mengeluh dalam membeli solar di SPBU di Muaro bungo yang berinisial (WN) mengatakan kepada Media ini untuk dapat membeli atau mengisi minyak solar untuk kebutuhan mobil oprasional kendaraannya baik mobil pribadi maupun untuk kendaraan angkutannya, setiap hari harus mengantri sampai puluhan jam, itupun minyak solar waktunya malam baru ada, katanya

Perlu di ketahui kata (WN) khusus di kabupaten Muaro bungo ada delapan SPBU yang beroprasi untuk melayani masyarakat dalam mendapatkan minyak solar subsidi, rata-rata semua SPBU pemandangan yang terjadi setiap harinya kalau tidak minyak kosong, paling juga juga dimalam hari adalah anterian mobil yang panjang, satu unit kendaraan kalau mau isi bahan bakar solar bisa ngantri dari tujuh jam bahkan lebih, kalau tidak begitu ya tidak dapat beli, kejadian begini sudah dalam kurun waktu yang lama, dan tidak upaya dari pemerintah setempat atau pihak Pertamina untuk mengatasi keluhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik yang baik, ungkapnya

Dari keterangan yang berbeda kita mendapatkan laporan salah satu pengusaha jasa angkutan orang (travel bus) yang berdomisili di Pagar Alam Sumsel (Dms) yang setiap hari armadanya tujuan provinsi Jambi khususnya rute singkut – Sarolongun – Merangin dan Muaro bungo mengatakan apabilah sudah masuk wilayah provinsi jambi sopirnya udah sulit dalam pelayanan SPBU untuk mengisi bahan bakar solar di setiap SPBU harus Antri panjang kalau tidak bahan bakarnya kosong bahkan kadang harus adu mulut dulu dengan petugas SPBU baru dapat beli minyak, katanya.

(kt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini