Banjarnegara, Maspolin.id – Penyebab tingginya angka kematian dan kecacatan terhadap penyakit tidak menular hingga 80 persen dalam kurun waktu 9 tahun sejak 2010, dikarenakan perilaku yang kurang sehat yaitu merokok, kurang mengonsumsi sayuran dan buah, hingga kurang aktivitas fisik dan stres, menjadi bahasan utama Sosialisasi Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular, Senin (21/10/2019), di Aula Puskesmas Rakit, Banjarnegara, Jateng.
Hal tersebut juga disampaikan dr Eri Rosita, Kabid P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.
Menurutnya, penyakit seperti jantung, kanker, stroke, dan diabetes, merupakan penyebab terbesar kematian dan kecacatan.
Untuk menghindari penyakit tersebut, imbuh Eri, perlu melaksanakan pola hidup sehat dengan cara Cerdik, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, diet sehat kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stres.
Acara tidak hanya menyosialisasikan penyakit tidak menular, namun juga memaparkan edukasi mengenai posbindu, bahaya merokok, deteksi dini kanker leher rahim, dan kanker payudara, serta diabetes mellitus dan hipertensi.
Dihadiri pula camat Rakit, camat Punggelan, PKK kecamatan, perwakilan Kades dan PKK desa di Kecamatan Rakit dan Kecamatan Punggelan, serta BPD, FKD, serta kader kesehatan. (Awan)










