Cilacap, Maspolin.id – Babinsa Koramil 06/Kesugihan, Sertu Rasidi bersama dinas instansi terkait dan mahasiswa melakukan pendampingan panen padi menggunakan alat modern mesin pemanen padi, combine harvester merek Quic yang dilaksanakan di sawah Kelompok Tani (Poktan) Mekar Berkah, Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jateng, dengan luas lahan 5 hektar menggunakan varietas padi Mekongga, Rabu (7/8/2019).
Kegiatan dihadiri PPL Desa Kesugihan Guleno Iriyanto, mahasiswa PKL dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta, Ketua Poktan Mekar Berkah Anwar, dan anggota Poktan Mekar Berkah.
Pendampingan ini merupakan bentuk monitoring bidang pertanian Upsus Pajale serta salah satu langkah menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Cilacap, khususnya di wilayah Kecamatan Kesugihan.
Rasidi mengatakan bahwa panen padi di areal pertanian milik Poktan Mekar Berkah ini menggunakan mesin combine harvester, diharapkan akan efisien dan menghemat pengeluaran bagi petani dalam proses panen, sehingga petani semakin sukses.
Selain itu, bisa meminimalkan bulir padi yang terbuang sia-sia karena padi langsung masuk ke kantong yang telah ditempatkan pada mesin panen.
“Dengan panen menggunakan mesin ini pengeluaran petani akan efisien sehingga petani semakin sukses, karena ongkos panen dengan mesin lebih murah dibandingkan dengan tenaga manusia dan butiran padi bisa diminimalisir terbuang sia-sia,” jelasnya.
Sementara, Ketua Poktan Mekar Berkah, Anwar mengaku senang dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan PPL yang terjun langsung membantu para petani dengan memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani.
“Dengan pendampingan dari Babinsa dan PPL yang langsung turun ke sawah telah menumbuhkan semangat dalam bertani. Terbukti ada peningkatan dalam produktivitas hasil panen,” ucap Anwar.
Dia berharap, ini bisa terus dilakukan oleh Babinsa bersama PPL Pertanian, sehingga para petani bisa ikut serta menyukseskan swasembada pangan secara nasional, agar masyarakat tidak sampai kekurangan pangan. (Estanto)










