MASPOLIN || PAMEKASAN – Dimasa Pandemi Covid-19 ini sangatlah berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
Apalagi Daring saat ini diperpanjang oleh Dinas Pendidikan setempat.
Hal itu pula yang dirasakan oleh Siska (40) warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Ibu dari 3 anak ini merasa sangat kesulitan menjalani kehidupannya saat ini.
Betapa tidak, Eka Putri Aisyah (10) anak pertamanya hampir setiap hari menangis, karena kesulitan mengerjakan tugas Dalam Jaringan (Daring) dari sekolahnya.
Aisyah yang duduk dibangku Sekolah Dasar Lawangan 03 kelas IV ini, selama pembelajaran Daring diberlakukan, setiap harinya harus kebingungan mencari pinjeman Handphone.
Kondisi keluarga yang serba kekurangan, Ibu yang hanya sebagai pemulung, dan Ayah dalam tahanan karena salah pergaulan, jelas tidak mungkin bisa membelikan Handphone Aisyah.
“Saya hanya bisa menangis mbak, ingin membelikan HP anak tapi tidak punya uang,” ucap Siska, Ibu Aisyah
Siska hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban dari Allah, mengutus seorang Dermawan agar supaya bisa membantu anaknya.
“Saat ini hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban yang datang kepada keluarga saya,” tuturnya pilu.
Sementara itu Lastri yang merupakan tetangga Aisyah mengatakan, dirinya sangatlah prihatin dengan kondisi kehidupan tetangganya tersebut.
“Makanya saya selalu berusaha meminjamkan HP saya untuk belajar Aisyah,” kata Lastri.
Saya juga berharap imbuh Lastri, ada Dermawan yang mau membantu dan membelikan HP Aisyah.
WZ










