MASPOLIN || SURABAYA – Inilah kisah pilu cewek di Kota Surabaya, demi uang Rp 800 ribu, nyawanya terenggut pemuda bernafsu besar.

Adalah IPS (35), yang menjadi korban pembunuhan di sebuah apartemen di Surabaya Barat oleh Ahmad Junaidi Abdilah, pemuda 20 tahun asal Karangprao Laok Emong, Sampang, Madura.

IPS adalah teman kencan Junaidi yang dikenalnya lewat aplikasi MiChat.

IPS sendiri asal Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang menyewa apartemen bulanan di Kota Surabaya untuk tempat bercinta dengan tarif  Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu sekali kencan.

Junaidi  ditangkap sekitar lima jam setelah adanya laporan jasad korban ditemukan terkapar, bersimbah darah, oleh petugas keamanan apartemen.

Tersangka teridentifikasi melalui rekaman CCTV seputar apartemen.

Baju yang dikenakan tersangka identik dengan baju yang ada dalam rekaman CCTV apartemen.

“Kami tangkap di kawasan Kecamatan Sawahan Surabaya di tempat kerjanya,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Kamis (23/4/2020).

Junaidi pun mengakui perbuatannya.

Dari keterangan tersangka, ia nekat menghabisi nyawa korban karena tersinggung setelah dihina tak mampu membayar tarif sewa layanan bercinta.

Junaidi, pegawai pabrik makanan kripik usus di Surabaya menyesal telah membunuh teman kencannya, IPS, di lantai 8 sebuah apartemen di Surabaya Barat, Rabu (22/4/2020) dini hari.

Junaidi kesal karena mendengar ucapan IPS.

Ia masih marah mengingat kata-kata teman kencan yang dikenal lewat aplikasi MiChat itu.

“Kalau tidak punya uang, jangan booking saya,” kata Junaidi menirukan perkataan korban saat konferensi pers daring, Kamis (23/3/2020).

Merasa dilecehkan dengan perkataan itu, laki-laki asal Sampang itu naik pitam dan membunuh IPS.

Junaidi membunuh perempuan yang baru dikenalnya itu menggunakan sebilah pisau dapur.

Dikutip Dari : Surya.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini