Cilacap, Maspolin.id – Warga di sekitar PLTU Cilacap di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, dikagetkan suara keras bergemuruh dari dalam lokasi proyek PLTU.
Suara keras dan bergemuruh terdengar pada Jumat (1/11/2019) malam sekitar pukul 18.30 WIB, dan membuat kaget sekaligus panik warga yang tengah beristirahat di rumah.
Namun suara keras dan bergemuruh ternyata tidak hanya sekali.
Suara kedua terjadi lagi pada pukul 19.12, dan ketiga pukul 21.35 WIB.
Sehingga hampir seluruh warga keluar rumah setelah mendengar suara tersebut. Mereka kebingungan mencari tahu sumber suara.
Setelah tahu dari mana sumber suara tersebut, ratusan warga dari sejumlah desa di sekitar lokasi, menggerudug PLTU. Mereka berbondong-bondong menanyakan serta memprotes suara tersebut.
Warga masih berkumpul di pintu gerbang PLTU Cilacap. Beberapa warga tampak berdebat dengan petugas keamanan yang saat itu tengah berjaga.
Setelah mendapat penjelasan, satu persatu warga membubarkan diri.
Kabar kerasnya suara gemuruh yang bersumber dari PLTU Cilacap itu, dengan cepat menyebar melalui media sosial.
Belum diketahui pasti penyebab suara keras tersebut, namun dari informasi yang dihimpun, suara tersebut merupakan suara kegiatan steam atau buang angin. Karena apabila angin tidak dibuang akan berbahaya dan bisa meledak.
Sumber mengatakan, steam ini tidak diketahui waktunya. “Jika sudah penuh secara otomatis akan membuang sendiri,” ucap dia yang tak mau namanya ditulis.
Ditanya apakah suara gemuruh bukan dari boiler, dia memastikan tidak, dan bukan pula karena pipa yang meledak. “Suara gemuruh karena adanya kegiatan steam atau pembuangan angin,” tandasnya.
Namun, sejumlah warga yang berada di lokasi menyayangkan kejadian tersebut. Tidak adanya pemberitahuan ataupun sosialisasi kepada warga sekitar, membuat warga yang mendengar suara tersebut takut dan panik.
Salah satu warga yang mukim di pinggir pantai, Aryanto (39) mengaku takut dan panik ketika mendengar suara keras tersebut. “Anak saya yang sudah tertidur saja sampai bangun dan saya gendong keluar. Semua tetangga saya juga begitu, ada yang sudah lanjut usia juga,” kata warga Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, itu.
Pasca peristiwa tersebut, warga langsung menggelar rapat di balai pertemuan warga Dusun Winong, Desa Slarang, guna mengambil langkah selanjutnya.
Namun, usai rapat warga belum memutuskan langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Warga tampaknya memilih menunggu dan tetap waspada.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT S2P selaku pengelola PLTU Cilacap terkait peristiwa tersebut. (Estanto)










