Jakarta – Maspolin.id|| Hari Jumat malam, 12 November 2021, sekira pukul stengah tujuh malam, saya mendapat pesan dari seorang teman yang merupakan tokoh masyarakat di Banyuwangi.
Pesan yang disampaikan oleh teman tersebut adalah mengenai Kapolres Banyuwangi saat ini, yaitu Akbp Nasrun Pasaribu, SIK, MH.

Menurut teman tersebut, sudah banyak terjadi keluhan atas kinerja Kapolres. Keluhan yang datang bukan hanya dari mitra kerja sesama Forkopimda tetapi juga datang dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan di Banyuwangi.
“Sulitnya berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kapolres, telepon tidak diangkat, dan WA hanya di read saja..” demikian keluhan sumber berita kepada Maspolin.id, Jumat 12 November 2021.

Berbagai Organisasi Kemasyarakatan atau Ormas juga menyatakan kesulitan mereka berkomunikasi dengan Kapolres.

Selain itu, banyak permasalahan yang timbul, seperti Tambang Liar Galian C yang marak di Banyuwangi. Tak kurang berbagai media di Banyuwangi telah memberitakan keberadaan tambang liar tersebut. Tetapi hingga hari ini tidak terlihat tindakan tegas terhadap pengusaha tambang liar galian C tersebut. “Seperti ada pembiaran dan kesengajaan dari Polres Banyuwangi” demikian ujar sumber berita.

Menurut penulusuran Maspolin.id sejak lama persoalan tambang galian C di Banyuwangi sudah seperti gurita menggenggam rakyat Banyuwangi dari berbagai arah. “Masyarakat mendambakan  aparat kepolisian yang tegas dalam menindak tambang liar galian C yang marak berkembang di Banyuwangi” demikian sumber Maspolin.

Masyarakat menyambut baik berbagai program Kapolri memperbaiki aparat dan lembaga kepolisian. Juga keinginan Polri akan kritik untuk perbaikan Polri kedepan.

Masyarakat Banyuwangi menunggu tindakan nyata seperti ucapan Kapolri: “Jika tidak bisa memperbaiki buntut akan dipotong kepalanya!”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini