Diminta peran Kementerian Pariwisata Kembangkan Potensi Burung Migran dipantai Cemara Kecamatan Sadu

Jambi, Maspolin.id—Keindahan Desa Cemara dengan butiran pasir hitam membentang di sepanjang pantai yang di dukung oleh keberadaan pohon cemara laut berdiri kokoh menjadikan Desa Cemara menjadi salah satu Desa yang ada di wilayah Kecamatan Sadu telah mampu memberikan perhatian dunia, terutama dengan kehadiran burung-burung migran yang setiap tahunnya tidak kurang dari puluhan ribu datang dari daratan Siberia dengan jarak tempuh lebih kurang 13.000 kilometer. Bulan November hingga Maret adalah jadwal tahunan kehadiran burung-burung migran hadir di pantai tersebut sebelum terbang ke benua Australia, (29/12/2019)

Seharusnya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur lebih fokus dalam mengembangkan potensi wisata yang ada disana, namun sangat di sayangkan, jangankan untuk memperhatikan obyek wisatanya, infrastruktur jalan pun luput dari perhatian, padahal Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto, pernah mengikrarkan janji bahwa jalan Air Hitam Laut akan di bangun. Pernyataan beliau tersebut di sampaikan pada saat peresmian jembatan Air Hitam laut yang menghubungkan tiga Desa lainnya yaitu, Desa Cemara, Desa Labuan Pering dan Desa Sungai Benuh.

Terkait dengan komitmen Presiden Joko Widodo yang menjadikan pengembangan industri pariwisata sebagai program prioritas nasional, maka dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan Kreatif untuk memberikan perhatian penuh terhadap pantai cemara, meskipun pantai cemara tidak masuk kedalam 10 Destinasi Wisata unggulan yang di prioritaskan oleh Pemerintahan Joko Widodo.

Memang saat ini telah ada lembaga yang di bentuk melalui Forum Pengembangan Kawasan Konservasi Esensial Pantai Cemara yang di prakarsai oleh Kementerian KLHH, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan telah berkali kali melakukan pertemuan dengan melibatkan berbagai pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang di tunjuk sebagai leading sector, namun dinilai belum mampu menunjukkan kinerja yang significant.

Untuk lebih terfokusnya pengembangan Pantai Cemara sebagai salah satu Destinasi Wisata, hendaknya Kementerian Pariwisata Kreatif dapat membangun kerjasama dan koordinasi dengan Kementerian KLHK, Kemendes, Kementerian PUPR, sehingga Pantai Cemara dapat berkontribusi terhadap Pengembangan Industri Pariwisata secara Nasional.

Semoga dari berita ini mampu memberikan pemikiran kepada kita semua, apalagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang sudah berusia 20 tahun, belum memiliki identitas diri sebagaimana dengan daerah lainnya.

Bagaimana Industri Pariwisata di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kalau infrastruktur jalannya saja tidak ada yang beres.dan besar harapan kami selaku penggiat dan pemerhati lingkungan ini mampu menjadi aicon tanjabtim

Penulis/Sumber:Arie Suryanto selaku Penggiat, pemerhati, pengamat sekaligus Dewan Pimpinan Cabang HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) kab Tanjab Timur, Jambi

Kian Tat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini