DPMPK Persilahkan JPKP Laporkan Oknum Aparat Kampung dan TPK Kampung Marga Jaya Kecamatan Meraksa Aji ke Aparat Penegak Hukum
Tulang Bawang, Maspolin.id—Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), merespon rencana
Lembaga Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) Tuba, untuk melaporkan oknum Aparatur Kampung Marga Jaya Kecamatan Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang
Ke penegak hukum.
Yang akan dilaporkan dalam hal ini Oknum Aparat Kampung PJ Kakam Marga jaya, Sekdes dan Bendahara serta Tim Pelaksana Kegiatan (TKP) ke Inspektorat atau Aparat Penegak Hukum (APH).
Kadis DPMPK, Yen Dahren, M.AP mempersilahkan langkah yang akan ditempuh.
Tim Bidang Infrastruktur JPKP Rizky Ilhamsyah akan melaporkan aparatur tersebut terkait temuan dugaan korupsi pada pelaksanaan pembangunan drainase sepanjang 200 Meter dengan menelan anggaran 77.501.000.
Selain itu, juga diduga ada aroma penyimpangan dalam pembangunan jalan onderlaag, dengan volume 3×169 meter. Yang menelan anggaran Rp. 51.240.000 yang berada di RT 06 RW 02, dimana tampak sejumlah batu tampak tak tersusun rapi sebagaimana diduga keras telah mengabaikan juklak juknis serta bestek gambar yang diharapkan.
Dengan hasil survey LSM JPKP dan bukti-bukti gambar serta Vidio hasil olah TKP, maka Apatur Kampung serta tim pembagunan dua paket kegiatan tersebut di atas ( Onderlagh dan grainase ) maka pantas untuk di laporkan ke Rana hukum tegas Rizky Ilhamsyah selaku tim Infrasetruktur LSM JPKP Tulang Bawang.
“Ya silahkan (JPKP Melapor, red), tidak apa-apa,”ungkap Yen Dahren membalas pesan wartawan, Sabtu (24/07) Minggu lalu.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan drainase yang bersumber dari uang negara itu, berkualitas sangat buruk, dimana penyusunan batu seharusnya tiap sisi diisi memakai adukan semen. Namun, justru malah memakai tanah.
Selaku warga setempat tentunya mengharapkan bangunan tersebut berkwalitas, dengan semangat yang tinggi serta rasa memiliki, sehingga secara diam-diam warga mengambil foto dan video dan mengirimkan kepada awak media, warga menduga drainase itu sengaja dikerjakan asal-asalan untuk meraup Mbah Warno (64th) mengatakan, dugaan asal jadi dalam proyek ini, terlihat dari cara penyusunan batu dan semen yang dicampur tanah.
Grainase ini kami yakin tidak akan bertahan lama, musim hujan nanti kami yakin pasti ambrol,”kata Mbah Warno kepada awak media, Kamis (22/07/21).
“Kami harap pihak Pemkab dan juga aparat penegak hukum dapat segera bertindak, agar segera dilakukan proses perbaikan atau proses hukum jika terdapat unsur kesengajaan dalam pengerjaanya”Tuturnya Mbah Warno selaku tokoh masyarakat.
Saat dikonfirmasi Awak media Sekdes Dodi dan Ketua TPK bersikukuh bahwa pengerjaan drainase di Kampung Marga Jaya sudah sesuai ketentuan.
Menurut kami pekerjaan seperti itu sudah sesuai, tidak ada masalah. Kami mengikuti petunjuk pendamping, pihak Kecamatan juga tidak mempermasalahkannya,”ketus Dodi .
( Tim ) .










