Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Jombang, mengakibatkan banjir yang melanda enam Desa di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/4/2019). Banjir tersebut, disebabkan oleh meluapnya sungai Catak Banteng, yang tidak mampu menampung debit air.

Meluapnya sungai tersebut, membuat Dusun Kebondalem Desa Kademangan terendam banjir. Akibatnya, banjir merendam pemukiman warga dengan ketinggian sekitar satu meter hingga masuk kedalam rumah.

Menurut salah seorang warga setempat, Sunarko (42) mengatakan, luapan air disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayahnya sejak Minggu (28/4) sore hingga Senin (29/4) dini hari. Mengakibatkan air sungai Catak Banteng, meluap dan merendam rumah miliknya serta warga lainnya.

“Hujan deras sejak Minggu sore hingga Senin Dini hari, sehingga sungai Catak Banteng meluap. Rumah saya pun ikut terendam juga, di dalam rumah saya ketinggiannya sekitar tiga puluh sentimeter, kalau ini didepan rumah sekitar satu meter tingginya,” kata Sunarko, saat berada dilokasi banjir.

Selain itu, Sunarko juga menambahkan, jika air mulai naik sekitar pukul 04.00 WIB. Dan sebagian warga ada yang mengungsi ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung serta balai Desa setempat. Dan banjir di desanya tersebut, merupakan langganan setiap tahun ketika turun hujan deras. Bahkan banjir kali ini merupakan banjir kedua di bulan April.

“Banjir sudah dua kali pada Bulan April ini, dan merendam sekitar enam puluh rumah yang berada di sini sehingga warga yang lain terpaksa harus mengungsi ke RTH dan kantor Desa,” ujarnya.

Terpantau dilokasi banjir, sejumlah relawan sedang membawa logistik seperti makanan untuk warga yang terdampak banjir menggunakan perahu karet. Dan pada pukul 08.00 WIB ketinggian air masih sepinggang orang dewasa.

Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Abdul Wahab menjelaskan, ada sekitar enam Desa yang terdampak banjir di Kecamatan Mojoagung, diantaranya Desa Kademangan, Janti, Mancilan, Betek, Mojotrisno dan Desa Karangwinongan. Namun, genangan air paling terparah di Desa Kademangan.

Hingga pukul 12.00 WIB. Genangan air mulai surut, di Desa Kademangan ketinggian air sekitar 60-70 sentimeter dan di Desa Janti ketinggian air tinggal sekitar 40 sentimeter, sedangkan di empat Desa lainnya sudah tidak ada genangan air.

“Dari enam Desa yang terdampak banjir, paling tinggi Desa Kademangan dan yang kedua Desa Janti. Sedangkan empat Desa lainnya sampai siang hari sudah tidak ada genangan air lagi,” pungkas Abdul Wahab.

Jajang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini