MASPOLIN || Malang – Besaran anggaran Sekwan DPRD Kabupaten Malang menuai polemik dimasyarakat. Sempat dikritik beberapa elemen masyarakat, akhirnya DPRD melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Soal anggaran itu, kami sudah evaluasi, dan akan melakukan pengalihan anggaran di beberapa item kegiatan DPRD yang ada di bagian Sekretaris DPRD,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi dilansir media online lokal Malang pada Jumat (20/8).
Darmadi juga menyampaikan rasa terimakasihnya. Menurutnya, kritik terhadap DPRD Malang merupakan bentuk kepedulian dan rasa cinta.
Merespon hal tersebut, Koordinator Forum Titik Temu Malang Ferry Baharudin menyampaikan bahwa, DPRD perlu tindakan nyata serta lebih serius dalam penanganan Covid-19.
“Saya kira, pertama, tindakan nyata lebih pas menjawab keresahan masyarakat di era pandemi ini. Ketua DPRD harus serius jangan sebatas Lip Service doang,” terang Aktivis berkacamata ini.
Lebih lanjut, untuk penanganan di Kabupaten Malang, Langkah Bupati hendak melibatkan aktivis mahasiswa dan relawan dalam mengambil langkah percepatan dalam menangani Covid-19 bagus dan perlu diapresiasi.
“Agar Kabupaten Malang bisa masuk Level 1 dan memulihkan ekonomi kabupaten malang, maka juga kami mendukung kerja eksra Bupati Malang dalam penanganan Covid-19,” paparnya.
Menurutnya, sinergisitas penting dilakukan seluruh pihak. Intinya, kata dia, semangat gotong royong harus ditumbuhkan dalam menanggulangi pandemi ini.
“Semata-mata karena untuk kesejahteraan masyarakat, butuh kolaborasi. Kunci utamanya adalah penggerakan potensi anak muda malang,” tutup pria yang juga aktif di HMI Malang ini.
FERRY – AGUS










