Cilacap, Maspolin.id – Gedung DPRD Kabupaten Cilacap geger. Pasalnya, ditemukan sesosok mayat dalam posisi telentang di area parkir sepeda motor gedung rakyat tersebut, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi tersebut kontan saja membuat sebagian anggota Dewan dan pegawai Setwan geger.

Apalagi saat itu baru saja usai kegiatan rapat pansus dan rapat komisi dengan agenda dengar pendapat dengan mitra kerja Dewan, yakni dinas-dinas di lingkungan Pemkab Cilacap.

Kabar penemuan tersebut disampaikan oleh Pujiyono, sopir Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat bersama dua orang karyawan Setwan.

Karuan saja kabar tersebut menyebar dan menggegerkan seluruh karyawan untuk turun melihat kebenaran kabar tersebut.

Mereka sempat kasak-kusuk tentang awal penemuan korban dan siapa yang ditemukan meninggal mendadak tersebut, sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian dan ambulans.

Salah satu karyawan bagian umum di DPRD Cilacap, Sunarto mengaku tahu terhadap korban, sebab beberapa jam sebelum meninggal, dia menawarkan minuman kopi kepada korban. Namun ditolak dan korban meminta air mineral.

Sunarto pun mengambilnya di lantai dua.

“Setelah itu saya nggak tahu, dan saya kembali bekerja,” katanya.

Lain dengan rekan reporter Banyumas TV, Ramyana. Dia mengatakan melihat korban sedang duduk di area parkir, sekitar 30 menit sebelum meninggal.

Wong saya baru saja pergi dari Dewan nggak lama,” terangnya.

Saat polisi dari Polsek Cilacap Selatan datang, identitas korban diketahui bernama Alek (53), warga Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang.

Alek merupakan adik sepupu anggota DPRD dari Fraksi PKB, Didi Yudi Cahyadi yang juga Ketua Komisi D.

Menurut Didi, korban dalam kondisi sehat. “Tadi dia saya ajak ke sini,” ucapnya, sambil menjelaskan pekerjaan sehari-hari Alek adalah tukang ojeg malam.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat mengungkapkan, dia baru dengar kalau ada orang meninggal di tempat parkir. Dia terus turun dan melihat. “Korban adalah saudaranya Didi Yudi Cahyadi, Ketua Komisi D dari Fraksi PKB,” katanya.

Ditanya korban ada keperluan apa ke Dewan, Taufik mengaku tidak tahu, juga saat ditanya kronologis kejadian. “Tadi ada polisi, ya tanya saja ke petugas dan sekarang membawa korban ke rumah sakit, sesuai prosedurnya saja,” imbuhnya.

Tentang riwayat penyakit korban, Taufik menolak menjawab karena tidak tahu punya penyakit atau tidak.

Dari pantauan, korban saat ini berada di rumah sakit dengan ambulans dari Pemuda Pancasila.

Sementara petugas polisi menolak menjawab terkait penemuan tersebut.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Diduga korban terkena serangan jantung atau hipertensi, sebab dari bagian belakang kepala korban mengalir cairan.

Yang jelas, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, dan korban dalam pengawasan petugas kepolisian. (Estanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini