SEMARANG – Maspolin.id|| Kembali tim media menjumpai kejadian pembacokan oleh sejumlah remaja, mereka menamakan dirinya “geng motor”. Ketika awak media sedang melintas dijalan majapahit mendapat info “Geng Motor” yang tak jauh dari lokasi kejadian langsung meluncur TKP untuk memastikan kejadian pembacokan, Dari info inilah awak media Maspolin.id menelusuri informasi warga dan berhasil menghimpunnya.
Geng ini muncul kembali yang selalu saja membikin keributan dan meresahkan masyarakat, khususnya wilayah kota Semarang. Saat mereka beraksi menimbulkan korban tak lain masyarakat yang melintas atau berada dijalan bertemu dengan geng motor ini, Tim awak media Maspolin.id berhasil juga menghimpun informasi dari saksi pas kejadian melihatnya “Ada enam warga jadi korban pembacokan mas” dan “Kelihatannya salah sasaran juga mas” ungkap saksi di Semarang, Jawa Tengah.
TKP
Awak media Maspolin.id saat dilapangan juga berhasil mendapatkan dua nama geng itu, sebut saja “Army 59 dan BK” yang sebelumnya berjanjian untuk tawuran, Selain itu pula info tersebut dibenarkan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, “Dari kedua peristiwa ini didahului oleh tantang – tantangan antara kelompok Army dan BK, namun kemudian mereka salah sasaran artinya menyasar orang yang tidak tahu apa-apa,” ucap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat ditemui awak media Maspolin.id, Didepan awak media Kapolrestabes menambahkan pula bahwa “peristiwa itu terjadi pada Rabu ( 31/7 ) pukul 02.00 WIB. Kedua kelompok remaja itu sempat saling tantang di media sosial dan janjian untuk bertemu namun naas pertemuan itu buntut rasa tidak terima kejadian sebelumnya dan diulang kembali beberapa waktu lalu” tandasnya. Menurut polisi, “mereka sempat konsumsi minum – minum alkohol hingga mengakibatkan hilang kesadaran dan melakukan pemukulan mengakibatkan enam warga jadi korban penganiayaan mereka” imbuhnya.Saat saksi ditemui oleh media Maspolin.id yang tak mau disebutkan namanya mengatakan “Tiga di antaranya merupakan taruna AMNI yang terjadi di Jalan Dr Cipto, sedangkan penganiayaan lainnya terjadi di Jalan Suratmo” dari keterangan ini awak media berhasil himpun melalui saksi dan Kapolrestabes mengungkapkan tambahan saksi bahwa “Korbannya taruna AMNI ada tiga orang, Satu korban di antaranya hingga kini masih kondisi kritis sampai saat ini akibat penganiayaan dengan menggunakan celurit,” ujar Irwan.
Kapolrestabes, didepan para awak media sang perwira ini menyampaikan: “Untuk saat ini kami sudah mengantongi delapan orang tersangka yang sudah dihadirkan polisi”. Lima dari kelompok BK yaitu DC (17), AWW (16), MAD (19), ASN (22), dan RWB (21) dan tiga dari kelompok Army 59 yaitu AD (18), KVB (18), dan FGR (16) lalu “Kalau yang di Jalan Cipto itu kelompoknya ada sebanyak 11 motor atau kurang lebih sekitar 22 orang”, Kemudian yang sudah dihadirkan di sini “ada lima”, Dari tujuh pelaku sudah dilakukan “penangkapan oleh tim dan sisanya akan tetap kami lakukan pengejaran atas perbuatan mereka,” pungkas Irwan.
Sumber: KBP. Irwan Anwar – Kapolrestabes Semarang
NN – Saksi
Penulis : Devita Maharani Wibowo
Editor : Panji – Maspolin










