Jombang,Maspolin.id – Memasuki hari ketiga banjir terus meluas dan merendam ratusan rumah di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jum’at (3/5/2019) Sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter hingga 1 meter.
Selain merendam ratusan rumah, banjir pun merendam jalan hingga melumpuhkan jalur Alternatif Jombang-Mojokerto. Bahkan, sejumlah pengendara motor yang nekad melintasi jalan tersebut, berakhir mogok.
Paimin (50), warga yang terdampak banjir mengatakan, banjir yang sudah belangsung selama tiga hari ini tidak kunjung surut, bahkan tambah meningkat. Sementara itu, akibat banjir seluruh aktifitas warga tidak berfungsi dan dan lumpuh total. Warga pun kesulitan mendapatkan stok bahan makanan dan air bersih.
“Banjir sudah tiga hari, namun tidak kunjung surut malah tambah meningkat dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter sampai 1 meter hingga melumpuhkan aktifitas warga. Sedangkan untuk makan saya mendapatkan kiriman nasi bungkus untuk pagi dan sore hari, kalau air bersih dapat kiriman dua tengki perhari,” kata Paimin.
Lanjutnya, penyebab banjir, karena air sungai sebelah utara rumanya meluap akibat tidak adanya tanggul di pinggir sungai serta mengalami pendangkalan dan belum ada pengerukan agar mempermudah laju air sungai bila ada penaikan debit air. Sehingga banjir rutin hampir setiap tahun ketika musim penghujan tiba melanda wilayahnya.
“Banjir disini akibat tidak adanya tanggul di pinggir sungai dan sungai mengalami pendangkalan, sehingga kalau hujan air naik ke permukiman hingga merendam 150 rumah. Dan banjir pun hampir setiap tahun terjadi kalau musim hujan,” terangnya.
Warga yang terdampak banjir, rata rata masih tetap tinggal dirumah. Meskipun pihak aparat sudah menyediakan posko pengungsian di sejumlah lokasi. Hal ini disampaikan Danramil Kecamatan Kesamben, Kapten Aman Teguh Bakti saat memantau kondisi banjir dan membantu evakuasi barang milik warga ketempat yang lebih aman.
Tapi dengan itu, dia menghimbau kepada warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman bila ketinggian air sudah semakin tinggi dan membahayakan untuk warga di Dusun Beluk, Desa Jombok.
“Untuk pos pengungsian sudah kita siapkan di balai Dusun Beluk. Tapi mereka masih memilih tetap bertahan dirumahya, karena warga menilai kondisi air masih dianggap normal. Namun, jika air terus meningkat kami anjurkan kepada masyarakat untuk segera mengungsi,” pungkasnya.
Jajang










