BOJONEGORO,Maspolin.id – Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali memakan korban kali ini terjadi di perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan , Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Kilometer 19.400.
Korban yaitu bernama, Khafidul Kalim (18), warga Desa Tembeling, RT 013, RW 002, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, seorang pengendara sepeda saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu jalur kereta api Cepu – Bojonegoro, (6/4/2019) sekitar pukul 14:20 WIB.
Menurut saksi mata dalam kejadian naas itu, sepeda motor tersebut hendak melintasi rel kereta api tertabrak kereta api barang, yang melaju dari arah barat menuju ke timur, hingga membuat korban dan sepeda motornya terseret hingga sejauh 100 meter lebih.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh perawatan medis. Namun sayang, saat masih dalam perawatan, korban menghembuskan nafas terakhir.
” Sepeda motor korban mengalami kerusakan yang sangat parah, karena body kendaraan roda dua itu patah menjadi dua bagian.” Ujar saksi.
Kapolsek Padangan Kompol Singgih Sujianto saat dikonfirmasi para awak media membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Kapolsek bahwa awal kejadian saat korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam kombinasi putih, dengan nomor polisi (nopol) S 2969 DM. Korban hendak menyeberang perlintasan tanpa palang pintu.
Diduga korban tak menoleh ke kanan-kiri, sehingga korban tertabrak Kereta api barang jurusan Semarang – Surabaya, Nomor KA 2710 Nomor Loco 2061313, dengan masinis Septiono.
“Korban mengalami luka-luka yang cukup serius dan selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Padangan untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, karena luka korban yang cukup serius hingga korban meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Padangan sekira pukul 15:00 WIB,” tegasnya.
Kapolsek mengimbau kepada warga masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur kereta yang tidak ada palang pintu, agar tidak terjadi yang tidak diinginkan.
“Jika hendak melintasi rel kereta api hendaknya menoleh ke kiri – kanan. Lihat kondisi dan situasi aman, baru boleh melintas,”himbau Kapolsek yang hobby merawat burung berkicau itu.
Ags/Hum










