MASPOLIN || MALANG – Ditengah Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, media mengabarkan aroma sedap soal anggaran belanja dewan yang tembus hingga 70 Miliar.

Diketahui, di tahun 2021 ini banyak didapatkan pada tunjangan Ketua dan anggota DPRD, diantaranya belanja uang representasi DPRD Rp 1,1 Miliar, tunjangan keluarga DPRD Rp. 200 juta, ada juga tunjangan jabatan DPRD senilai Rp 1,6 Miliar.

Fungsionaris HMI Cabang Malang Bidang Informasi dan Komunikasi, Ferry Baharudin menyebut, di tengah badai Pandemi Covid-19 yang belum juga usai ini, DPRD Kabupaten Malang terkesan tidak memiliki sense of crisis.

“Mestinya, kalau paham negara sedang dalam kondisi krisis, tentu DPRD Kabupaten Malang tidak akan sembrono soal anggaran, terlebih ketua DPRD nya dari pdip yang kita tahu selalu menyuarakan semangat gotong royong”, terangnya.

Menurutnya, ada baiknya dilakukan Refocusing anggaran DPRD tersebut. Ia menyebut, dewan akan lebih bijaksana mengalihkan anggaran kepada solusi penanganan Pandemi Covid-19.

Kongkritnya, nilai fantastis itu jika hanya dalam bentuk tunjangan dewan, hanya sebagian saja yang bisa mengakses. Ia menyebut, refocusing anggaran bisa lebih merakyat jika dialihkan pada bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Lebih bijaksana jika dewan melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, lebih berdampak pada masyarakat daripada harus dibuat kunjungan kerja diluar toh ini juga masih masa PPKM, apalagi disana fraksi terbesarnya pdip yang katanya partai ber ideologi pancasila 1 juni”, tegas Mahasiswa Unira tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber, beberapa elemen Masyarakat juga mulai menyoroti terkait anggaran sekwan DPRD Kabupaten Malang ini. Dalam paket penggagalan tersebut, terdapat paket pelatihan selama setahun untuk DPRD dengan nominal penganggaran sebesar 1 milyar rupiah.

“Anggaran kursus mancing satu milyar,” tulis akun facebook bernama Laksamana Caping.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Malang khususnya Ketua DPRD Kabupaten Malang yang dimana sebagai pimpinan tertinggi.

Ini merupakan respon rakyat, diketahui, di tahun 2021 ini banyak didapatkan pada tunjangan anggota DPRD, diantaranya belanja uang representasi DPRD Rp 1,1 Miliar, tunjangan keluarga DPRD Rp. 200 juta, ada juga tunjangan jabatan DPRD senilai Rp 1,6 Miliar.

Selain itu juga terdapat belanja tunjangan Reses DPRD bernilai Rp 2,2 Miliar, belanja tunjangan Perumahan DPRD bernilai Rp 4,9 Milyar, tunjangan Transportasi DPRD bernilai Rp 5,1 Miliar, dan ada juga tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD yang nilainya hingga Rp 8,8 Miliar. Anggaran Rp 8,8 Miliar itu setiap anggota dewan mendapatkan senilai Rp 14 Juta perbulan.

FERY

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini