Cilacap, Maspolin.id – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terutama di Kecamatan Majenang, mengakibatkan belasan pohon roboh, Rabu (25/12/2019) sore.
Menurut informasi dari Unit Pelaksana Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (UPT BPBD) Kecamatan Majenang, hujan dan angin tersebut terjadi pukul 15.00 WIB, mengakibatkan 14 pohon jarak dan 1 pohon mahoni tumbang.

Pohon yang tumbang tersebut menutup sebagian ruas jalan nasional di kota Majenang, tepatnya di sisi barat swalayan Laksana Baru (LB).
Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di jalan protokol yakni Jalan Diponegoro dan Jalan Pramuka, menimpa beberapa sepeda motor yang diparkir serta menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas tersendat.

Unsur Forkopimcam Majenang bersama UPT BPBD, Pos Damkar Majenang, dan UPT Dinas Perkimta dibantu warga melakukan evakuasi dan pembersihan pohon yang tumbang untuk memperlancar arus lalu lintas.
Kerugian sementara belum bisa ditaksir dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy Widjayanto mengatakan, terkait bencana angin kencang dan hujan deras di Majenang, seperti pohon tumbang, rumah roboh, dan sebagainya tercatat 14 pohon. “Kerusakan dan kerugian sedang didata. Untuk rumah roboh yang terdampak bencana beberapa waktu lalu sudah dilaporkan ke bupati untuk dimintakan bantuan, dan tidak lama lagi disetujui. Rumah roboh dapat Rp 6 juta, dan rumah rusak berat Rp 5 juta. Rumah yang terkena sejumlah 24 rumah,” ucapnya, Kamis (26/12/2019) siang.
Tri menjelaskan, pihak BPBD sudah memiliki alat pendukung dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, yakni motor trail 15 unit tersebar di seluruh UPT BPBD di Cilacap, ekskavator di Majenang.

Pihaknya juga siap melayani masyarakat yang terkena dampak. Diharapkan masyarakat waspada karena saat ini sudah masuk musim hujan. “Kenali lingkungan, kurangi dampak risiko bencana seperti tanah longsor,” tandasnya.
Terkait tahun baru, Tri menegaskan petugas BPBD siap 24 jam nonstop (24/7) di posko-posko di UPT-UPT seluruh Cilacap.
“Cuaca masih ekstrem untuk seluruh Indonesia. Meski sudah musim hujan, namun cuaca tetap panas karena pengaruh global. Masyarakat diminta untuk menikmati saja cuaca seperti ini, dan bersabar. Pokoknya waspada dengan sekitarnya. Hindari rumah roboh, pohon tumbang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung,” ungkap dia.
Soal bantuan yang sudah disetujui sejumlah Rp 104 juta melalui rekening masing-masing terdampak untuk membantu memperbaiki rumah yang roboh.
“Sudah disetujui bupati,” tutupnya. (Awan/Estanto)










