Beberapa hari menjelang perayaan Imlek, pesanan terhadap kue keranjang di salah satu rumah produksi milik Sulistyowati mengalami kenaikan yang signifikan.
Uniknya, dalam pembuatan kue keranjang itu, Sulistyowati masih mempertahankan takaran resep dan cara memasak orangtunya dulu. Salah satu cara yang masih dipakai hingga saat ini adalah mengukus kue keranjang dengan menggunakan kompor minyak tanah.
Menurutnya, kestabilan api saat mengukus kue keranjang akan mempengaruhi hasil akhirnya. Sehingga harus benar-benar diperhatikan saat final produksinya.
“Kalau kue keranjang api harus stabil. Pakai kompor minyak saja ditunggu harus tiap jam ditambah (minyak tanah) biar api ajeg” paparnya.
“Dari segi rasa juga mempengaruhi karena rasanya berbeda dibandingkan saat dimasak dengan kompor minyak tanah,” tambahnya.
Kue keranjang itu dibanderol seharga Rp 46.000 per kilogramnya. Setiap satu kilogram kue keranjang ada yang berisi 5 kue, 4 kue, 3 kue , 2 kue dan 1 kue, tergantung dari berat setiap kue.
Salah satu pembeli kue keranjang di rumah produksi, Yanto mengaku rutin setiap tahun membeli kue keranjang di tempat Sulistyowati oleh atasan tempat kerjanya. Menurutnya, rasa kue keranjang yang diproduksi selalu konsisten dan pas dirasa.
“Setiap tahun pasti ke sini ambil kue keranjang. Rasanya enak lebih kenyal dan tidak terlalu alot,” tandasnya.
**Berita ini dimuat juga di Kumparan.com edisi Rabu, 18 Januari 2023.










