Jenderal Polisi (Purn.) Susanto, Eks Kapolri yang Terkenal Sebagai Pemberantas Perjudian di RI

Jakarta  – Maspolin.id // Seorang polisi tentunya bekerja untuk menjaga kedamaian serta mengentaskan jejaring kejahatan yang merambah di bangsa dan negara.

Masih ingat Jenderal Polisi Sutanto?

Sepak terjangnya dalam menumpas kejahatan dalam bentuk bentuk perjudian dan premanisme sudah sangat diakui.

Sutanto berusaha untuk mengentaskan perjudian sejak ia menjadi Kapolda hingga menjadi seorang Kapolri.

Tak hanya perjudian, dia juga tegas dalam memberantas bisnis ilegal bahan bakar, narkoba, dan terorisme.

Profil Jenderal Sutanto
Melansir dari wikipedia Senin (7/3/2022), Jenderal Polisi (Purn) Sutanto merupakan pria kelahiran 30 September di Comal, Pemalang, Jawa Tengah.

Ia menempuh pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) selepas mengenyam pendidikan sekolah menengah.

Pada 1973, ia berhasil lulus dengan predikat Adhi Makayasa atau lulusan terbaik.

Setelah lulus, ia berhasil menggoreskan namanya dalam sejarah kepolisian yang bersinar terang.

Sutanto mengawali karirnya sebagai Pamapta di jajaran Polda Metro Jaya.

Kemudian, berkat kerja kerasnya, ia dipromosikan sebagai Kapolsek Kebayoran Lama, Kapolsek Kebayoran Baru, Kapolres Sumenep, dan Kapolres Sidoarjo.

Tak hanya sampai di kepolisian teritori, Sutanto kemudian ditarik ke Mabes Polri sebagai Paban Asrena Polri (1994-1995).

Pada tahun 1995 hingga 1998, Sutanto pun didapuk menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Karirnya terus melejit.
Karirnya kian bergulir, Ia pun langsung menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara.

Saat ia menjabat sebagai Kapolda Sumut, ia mampu menumpas perjudian serta bisnis Sahara Oloan Panggabean.

Kemudian Sutanto pu terus bergerak dalam karirnya dan pada tahun 2000 hingga 2002, ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Karir di Kepolisan Negara Republik Indonesia
Hanya dua tahun kurang di Jatim, dia dimutasi sebagai Kalemdiklat Polri.

Kemudian, namanya melejit naik saat menjadi calon Kapolri ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden.

Dia dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jumat (8/7/2005).

Sutanto menggantikan Jenderal Pol Da’i Bachtiar.

Saat menjadi Kapolri, ia berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam mengentaskan kejahatan.

Berikut adalah beberapa peristiwa penting yang diukir oleh Sutanto saat menjabat Kapolri:

– Merancang pemberantasan perjudian pada 100 hari pertama menjabat yang terhitung sukses dalam pelaksanaannya.

– Meringkus buron gembong kasus terorisme asal Malaysia, Dr Azahari di Songgoriti, Kota Batu, Jawa Timur.

– Mengungkap identitas para pelaku Bom Bali 2005.

– Menyelesaikan kasus penyuapan saat penanganan kasus LC Fiktif yang diduga kuat menyeret petinggi Polri yakni Brigjen Pol Samuel Ismoko, Kombes Irman Santosa, dan Kabareskrim Komjen Pol Suyitno Landung.

(Stv/Hnm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini