Oleh: Nasrudin Joha
Kami anak tentara dididik untuk disiplin. Segala persoalan kami pertimbangkan masak-masak. Bahkan untuk urusan uang jajan pun kami sangat selektif karena kami tahu gaji orang tua kami tidak seberapa.
Kami digelari anak kolong, karena orang tua kami tak memiliki kemampuan untuk membeli rumah megah, fasilitas mewah, atau minimal menyediakan cukup kamar untuk kami tidur. Kami berbagi bantal dan guling dengan kakak dan adik, bahkan diantara kami harus mengalah tidur di kolong ranjang.
Kamar-kamar kami sempit karena sejak dahulu kala perumahan tentara ya begitu-begitu saja. Hanya mental dan keberanian yang kami warisi sementara harta dan kekayaan kami harus selalu menahan diri.
Mimpi masa depan dan hari tua indah tentu menjadi harapan semua orang. Termasuk mimpi dan harapan orang tua kami dan kami anak-anak mereka.
Tidak semua pensiunan tentara punya rumah bahkan masih ada yang diusir saat pensiun masih tinggal di asrama. karenanya kami ingin punya masa depan rela untuk hidup prihatin demi masa depan yang lebih baik.
Begitulah orang tua kami merelakan sebagian gajinya dipotong untuk membayar premi asuransi. Mereka tidak saja memikirkan kehidupan mereka tapi juga memikirkan kehidupan kami anak-anak mereka.
Pengorbanan mereka bukan hanya untuk mereka tapi juga untuk kami anak-anaknya. Namun begitu mendengar kasus korupsi Asabri yang angkanya hingga 10 trilyun rupiah lebih, kami anak tentara marah.
Itu yang dikorupsi kan uang dari gaji orang tua kami ? Itu kan yang dikorupsi adalah keringat orang tua kami ? ada pengorbanan bukan hanya pengorbanan orang tua kami tapi juga kami yang terpaksa hidup menjadi anak kolong.
Enak saja itu koruptor ngambil duit 10 triliun dari gaji orang tua kami ? Pengelola juga mengentengkan masalah seolah mereka tidak melihat masalah ini bagi kami.
Belum lagi ternyata Asabri punya utang 40 triliun lebih. Lalu kalau sudah punya duit mereka akan mendahulukan orang tua kami atau membayar utang perusahaan ?
Ya Allah ya Robbi berilah orang tua kami kesabaran. Ya Allah ya Robbi berilah kami keikhlasan. Untuk menjalani semua ketentuan Mu karena semua yang terjadi tidak lepas dari kehendak-Mu.
Tapi izinkan kami untuk marah ! Kami anak tentara marah pada koruptor Asabri ! Kami juga sangat marah jika kemudian duit korupsi itu dijadikan sarana politik kekuasaan [].
#KamiKBT_KeluargaBesarTentara.
#SkandalDanaAsabri.










