Cilacap, Maspolin.id – Dandim 0703/Cilacap yang diwakili Kasdim Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian menghadiri upacara pembukaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di Mako Lanal Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019).

Upacara dipimpin dan dibuka Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana SSos. Juga hadir Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy Widjayanto, Kabag Sumda Polres Cilacap, Kompol Sukirwan, Kasat Polairud Cilacap, AKP Huda Syafi’i, Kepala Dishub Cilacap, Tulus Wibowo, Koordinator Pos SAR Cilacap, Moel Wahyono, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Cilacap, para pimpinan BUMN dan BUMD Kabupaten Cilacap, diikuti seluruh prajurit TNI, Polri, dan instansi sipil Kabupaten Cilacap.

Mengusung tema Melalui Latihan Penanggulangan Bencana Alam, Lanal Cilacap Siap Bersinergi dengan Intansi Terkait untuk Deteksi Dini dan Respons Cepat dalam Mengantisipasi Terjadinya Bencana Alam, kegiatan ini merupakan program kerja Lanal Cilacap yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam penanganan dan penanggulangan bencana alam.

Dalam sambutannya, Danlanal memaparkan bencana alam merupakan rangkaian suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia, atau keduanya yang mengakibatkan dampak besar adanya korban jiwa, penderitaan, kehilangan harta benda, kerusakan lingkungan, dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan manusia.

Dalam menghadapi bencana manusia sering dianggap tidak berdaya, akibat kurang baiknya manajemen darurat bencana, sebingga kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya bencana.

Sedangkan penanggulangan bencana alam merupakan suatu proses yang dinamis, berlanjut, dan terpadu untuk meningkatkan kualitas langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis serta pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi yang diakibatkan oleh bencana alam.

“Kebijakan penanggulangan bencana memberikan prioritas tinggi pada peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, serta jajaran instansi terkait dalam penanggulangan bencana alam, sehingga penanganan akan lebih cepat, tepat, dan dapat meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam,” beber Adi Lumaksana.

Menurutnya, wilayah Jawa Tengah bagian selatan merupakan daerah rawan bencana alam, khususnya wilayah Kabupaten Cilacap yang menduduki peringkat ke-17 nasional, dan segala jenis bencana berpotensi terjadi di Cilacap, seperti ancaman gelombang tinggi, pasang rob hingga tķsunami termasuk banjir dan tiupan angin kencang dan puting beliung .

“Memahami potensi bencana ini, TNI AL turut berpartisipasi dengan melaksanakan pelatihan dan informasi kepada masyarakat maupun kerja sama dengan instansi terkait yang memiliki sarana dan prasarana serta SDM untuk meningkatkan kemampuan, prosedur, dan mekanisme penanggulangan bencana alam,” tandasnya.

Usai upacara dilanjutkan foto bersama dan peninjauan peralatan latihan penanggulangan bencana alam oleh Danlanal Cilacap, didampingi para pejabat yang hadir, dan dilanjutkan latihan secara simulasi terjadi gempa yang berpotensi tsunami di area KSOP Cilacap. (Estanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini