Hari ini, Rabu 30 Maret 2022, pagi2 buta, terjadi keributan dirumah kami. Istri yang biasa bangun subuh ribut karena motor menantu yang dititipkan dirumah kami, Kawasaki W175, hilang lenyap di garasi kami.
Saat istri membuka pintu depan rumah, pintu pagar sudah terbuka lebar dan salah satu dari tiga (3) motor yg terparkir hilang.
4 tahun yang lalu, juga subuh2 seperti hari ini, kita kehilangan motor anak bungsu saya Honda CBR-150.
Belum lagi sesudah itu mobil saya dibobol pecah kaca dan tas kantor serta peralatan yg didalam mobil hilang. Padahal mobil hanya diparkir sebentar didepan rumah.
Herannya, pada saat itu, tidak ada satupun pengurus RT atau RW yang datang menunjukkan batang hidungnya kerumah saya sebagai tanda perhatian, prihatin dan simpati. Ketua RW yang waktu pemilihan sebagai Ketua RW selalu menunjukkan wajah ramahnya, pada saat kita kehilangan motor, tidak nongol wajah tersebut. Demikianpun yang namanya pak RT, tidak kelihatan ujung hidungnya.
Waktu itu, karena rasa marah dan emosi kami sebagai warga yang taat membayar retribusi iuran keamanan dan sampah, saya dan istri memutuskan untuk tidak membayar iuran Keamanan selama setahun. Tetapi yang terjadi saat itu berdampak pada anak saya yang ingin mengurus surat pindah “diganjal” oleh bu RT (pak RT nya tidak ada waktu itu) yang dgn angkuhnya mengatakan tidak akan memberikan Surat Pindah jika tidak melunasi iuran Keamanan yang kami belum bayar.
Hebat! Berharap uang keamanan padahal kampung tidak aman sama sekali.
Hari ini, hal yang sama terulang kembali. Motor menantu saya yang dititipkan disini hilang di dalam rumah kami yang pagar serta gemboknya dibobol maling
Akankah terjadi hal yang sama? Sikap pengurus RT dan RW yang cuek bebek tidak bersimpati sama sekali bahkan boro2 minta maaf terhadap warga yang kehilangan.
Terjadi pencurian dan kehilangan ranmor di blok G membuktikan lemahnya sistim keamanan disini.
Lemahnya dimana dan apa penyebabnya, bukan warga yang seharusnya berpikir. Warga hanya membayar iuran dan menunjuk/memilih pengurus RT dan RW yang sudah seharusnya memikirkan sistim keamanan di blok G sebagai wakil warga blok G.
Sebelum saya kehilangan, rumah adik ipar saya yang hanya berjarak 2 rumah juga kehilangan burung peliharaan dihalaman rumahnya.
Sudah lama CCTV di jalan Kalimantan ujung ini mati/rusak dan jawaban satpam waktu itu katanya belum ada dana untuk perbaikan karena pak RW mau bangun balai warga dulu.
Whaaaaatt?? Balai wargaaaaa???
Mending pengurus warga di blok G mikirlah… Mending mikir bagaimana memberikan hak2 warga yang bayar iuran keamanan dululah daripada mikir yg muluk2 Balai Warga segala….
S Stanley Sumampouw
Warga Jl Kalimantan no 8, Rt 01/Rw 18, sejak tahun 1996.










