MASPOLIN || Bojonegoro – Kejadian naas menimpa Bahtiar Badarudin. Motor miliknya dirampas paksa oleh debt kolektor, Senin (28/6/2021) di depan Kantor Bea Cukai Jalan Basuki Rahmat. Padahal, dia sudah menyanggupi akan membayar satu Angsuran dulu seperti yang diminta debt kolektor.

Kronologi bermulai saat Bahtiar pulang dari toko Cahaya Busur Jalan Tengku Umar, perempatan depan Giant menggunakan motor Mio hitam plat S 2685 AAN. Dia mengaku dipantau orang mencurigakan berciri kendaraan Satria warna putih biru.

“Ciri orangnya postur gendut. Ngikutin saya sampai Jalan Pemuda. Terus disuruh berhenti nanya apa saja anaknya Pak Marji. Lalu motor saya ditikung, disuruh berhenti paksa. Lalu saya dibonceng mereka dipaksa ke kantor dan tanda tangan,” ujarnya masih panik.

Bahtiar menjelaskan, di jalan debt kolektor menyuruhnya untuk membayar 1 angsuran dulu dan telah disanggupinya. Namun, motornya tetap dirampas ketika di kantor.

“Itu namanya perampasan motor dengan memaksa. Saya nggak terima. Saya udah bilang sanggup bayar kenapa merampas? Omongan debt kolektornya nggak konsisten. Terus gimana nasib orang seperti saya? Nggak ada pembelaan. Ditarik dengan paksa dan nggak punya aturan dan harus tanda tangan paksa juga di kantor,” ucap Bahtiar menggebu

Lanjutnya, motor itu memang milik Bapaknya dan dia telah menyanggupi untuk bertanggung jawab. Namun, ketika sampai di kantor BAF Finance Bahtiar justru diminta untuk membayar angsuran yang sudah telat 6 bulan.

“Dept Colletor bilang bayar satu angsuran dulu motor gak sya sita Lha, saya bilang saya sanggup bayar tapi satu dulu dan dipaksa bayar enam bulan. Motor kunci saya dirampas disita.”

AGUS/Bht

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini