Oleh: S Stanley Sumampouw
Tanggal 21 Juli yang lalu saya menulis artikel yang berjudul “PPKM Diperpanjang Pada Masyarakat Yang Apatis Dan Miskin Empati.”
Dalam artikel tersebut saya menyoroti masyarakat kita yang kurang memiliki perhatian kepada sesamanya dimasa pandemi Covid-19.
Beberapa hari kemudian kita sama dikejutkan oleh berita seorang bernama Akidi Tio menyumbang Rp 2 Trilyun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Sumbangan yang diserahkan pada Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr Eko Indra Heri S, M.M, oleh Keluarga Akidi Tio, bukan hanya mengejutkan Kapolda Sumsel, tetapi juga mengejutkan seluruh masyarakat Indonesia. Mengejutkan karena jumlah sumbangannya yang fantastis. Mungkin sejak republik ini berdiri, jumlah sumbangan sebesar ini, tidak pernah ada baik dari keluarga atau perusahaan besar manapun, jumlah ini memecahkan rekor.
Kita terkejut karena tidak pernah mendengar nama tersebut. Yang kita tahu nama-nama orang kaya dan terkaya Indonesia adalah nama-nama keluarga dan orang kaya yang terdapat dalam pengumuman 50 orang pembayar pajak negara terbesar. Atau nama-nama terkaya Indonesia atau Asia yang biasa diumumkan oleh majalah Fortune di Amerika. Dan tidak pernah sekalipun saya membaca nama Akidi Tio sebagai salah satu manusia terkaya Indonesia. Atau ambil contohlah keluarga Bakrie dan Sandiaga Uno sebagai orang kaya Indonesia meskipun mereka bukan yang terkaya, tetapi gaya hidup mereka sudah umum diketahui masyarakat secara luas. Padahal dua nama tersebut hanya berada pada nomor dua puluhan dalam daftar orang kaya Indonesia. Artinya, ada puluhan nama orang Indonesia yang jauh lebih kaya dari mereka.
Siapa sebenarnya Akidi Tio ini?
Almarhum Akidi Tio adalah seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang lahir di Aceh dan pernah tinggal di Palembang beberapa tahun. Almarhum semasa hidupnya memang gemar membantu masyarakat susah dan kurang mampu. Konon, di Palembang keluarga ini biasa membantu berbagai Panti Jompo dan kalangan miskin tanpa merasa perlu di publikasikan oleh media.
Akidi Tio memiliki 7 orang anak, 1 anak tinggal di Palembang dan 6 anak memilih tinggal dan berusaha di Jakarta. Usaha mereka tidak berbeda dari sang ayah dalam bidang kontraktor dan pembangunan. Akidi Tio selalu berpesan pada anak, cucu, cicit, kalau kamu berhasil di bidang apapun, jangan lupa menyisihkan sebagian keuntungan untuk orang-orang miskin.
Demikianlah, sepeninggal Akidi Tio, anak-anaknya berinisiatif menyumbang untuk masyarakat penderita Covid-19.
Menyumbang itu biasa, yang luar biasa itu jumlah nominal sumbangannya. Selain jumlah nominal yang luar biasa, saya membayangkan kekompakan luar biasa dari anak-anak almarhum sampai bisa memutuskan jumlah yang luar biasa besarnya untuk disumbangkan. Perlu kekompakan seia sekata kakak beradik memutuskan jumlah sebesar itu dan jauh dari sifat tamak. Bayangkan uang sejumlah itu bisa dibelanjakan dan dibuat apa saja. Sungguh keluarga yang luar biasa dan didikan luar biasa seorang ayah kepada anak keturunannya. Susah saya menemui sebuah keluarga seperti ini. Sampai disini susah saya bicara saking kagumnya.
Disaat bangsa kita krisis identitas dan banyak orang bersifat tamak, koruptif, konsumtif, masa bodoh dan hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya sendiri, keluarga ini memberikan contoh kebaikan.
Ketika keluarga- keluarga kaya memamerkan kehidupan mereka yang bergaya borjuis, pesawat pribadi, yacht pribadi, mobil super mewah, jor joran berbelanja barang mewah apa saja, keluarga Akidi Tio memberikan kesadaran sejuk pada bangsa ini.
Dan ketika keluarga-keluarga kaya, konglomerat, selebritis, tidak ada satupun yang perduli pada masyarakat kecil korban kebijakan PPKM dan korban pandemi Covid-19, keluarga Akidi Tio tampil tanpa banyak bicara melakukan kepedulian langsung tanpa publikasi.
Kita bisa bicara dan menyebutkan ratusan nama-nama selebritas kaya dari yang namanya youtuber top sampai yang memiliki program acara sendiri di berbagai televisi sampai anggota Dewan yang selalu mengatasnamakan rakyat, pengusaha bahkan konglomerasi 9 Naga, tidak terlihat batang hidungnya datang menolong masyarakat terdampak PPKM akibat pandemi Covid-19. Yang ada kita lihat betapa hebatnya mereka merajai berbagai bisnis kesehatan dari masker hingga obat-obatan dan vaksin Covid yang pada akhirnya dibeli pemerintah memakai uang rakyat. Dalam kasus ivermectin siapa produsennya?
Akhirnya, anda boleh bicara apa saja mengatasnamakan wong cilik atau apalah, tetapi biarlah wong cilik yang berbicara dan menilai kebenaran omongan anda.
Salut untuk keluarga Akidi Tio. Semoga Tuhan menjaga kalian dan selalu memberikan berkat dan hidayahNYA sampai keanak cucu cicit kalian.
Cinere Depok, 27 Juli 2021, pk 13.33.










