OPINI – Hiruk pikuk dan carut marut masalah di dunia khususnya di negara kita, tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan, entah itu kekuasaan politik (legislatif, negarawan, politikus), kekuasaan yudikatif, birokrasi dan eksekutif.

Berbalur kekuasaan itulah mereka – mereka mencoba mengotak atik irama kehidupan bangsa kita, Bangsa yang berbudaya gotong royong, musyararah, menghormati sesamanya.

Itu sebabnya kekuasaan bisa saja membuat subyek terlena dan terseret ke dalam nafsu dominasi. Kekuasaan lalu menjadi tujuan dan bukan sekadar alat demi kebaikan umum. Motif-motif moral mulia yang semula dijadikan pesona menarik suara publik tak jarang kandas di jalan, tergilas oleh nafsu berkuasa.

Yang semuanya itu merupakan perilaku yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa Almasih dan juga Sidarta Gautama, Kekuasan menjadi diagungkan sebagai jelmaan atas jerih payahnya, sebagai wujud dari perjuangan hidupnya.

Hal ini yang pada akhirnya melupakan apa hakekat dari amanah-Nya, Beberapa masalah di negara kita diciptakan dari para pemegang kekuasaan, kekuasaan dalam pemutus kebijakan, penentu kelangsungan bangsa, pembangun opini, pembela kebenaran agama dan lain sebagainya.

Upaya membangun kekuatan yang dikemas dalam kekuasaan atas dirinya akan menghalalkan segala cara, semua tindakan, daya dan alam pikir yang menurutnya menjadi sebuah kebenaran. Semoga apa yg dipikirkan para pemegang kekuasaan terketuk imannya untuk kembali kepada jalan -Nya, ihdinash shiraathaal mustaqiim.

Oleh: Brigjen Pol Dwi Setiyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini