Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berkumpul bersama keluarga besar Polda Metro Jaya yang piket bertugas saat lebaran. Irjen Fadil pun teringat akan kisahnya dengan sang ibu saat masih ditugaskan piket lebaran.
Menceritakan kisah masa lalu yang terus diingatnya tersebut, Irjen Fadil sampai tak kuasa menahan kesedihannya. Apalagi saat mengingat pesan yang diutarakan kepada sang ibu saat itu.
Melansir dari akun Instagram kapoldametrojaya, Rabu (11/5), berikut kisah Kapolda Metro saat ditelepon sang ibu saat masih bertugas piket lebaran.
Ucapkan Terima Kasih ke Anggota

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para anggota yang sudah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat luas. Khususnya di mulai dari bulan Ramadan hingga saat ini.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang sudah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari bulan suci Ramadan dan sampai dengan hari ini,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran.
“Pengorbanan ini merupakan bagian dari pengabdian kita kepada bangsa dan negara. Jadi jangan berkecil hati karena saya juga pernah merasakan seperti itu yang melihat orang mudik, dia harus tetap tinggal di Jakarta melayani orang mudik,” sambungnya.
“Terbesit dalam hati saya untuk bertemu dan berkumpul dengan teman-teman semuanya dan baru sekarang bisa terlaksana,” tambahnya.
Kisah Ditelepon Sang Ibu
“Saya juga punya kesan sebenarnya pernah suatu ketika, karena saya tidak kunjung mudik ke Makassar ke kampung halaman, Ibu saya menelepon ‘Dil, kapan kamu mudik nak?’,” ungkapnya,
“Waduh ini yang susah ini mau jawabnya. Tidak terasa malam takbiran itu saya harus menjawab ibu saya. Karena saya janji ‘Iya Mak Insya Allah saya akan pulang’ padahal saya tahu, saya enggak mungkin bisa pulang. Akhirnya ketika ibu saya sedang memasak ketupat, saya telepon, saya sampaikan ‘Mak Insya Allah kalau..’ jadi sedih juga ini,” ujar Irjen Fadil sedih.
“Jadi Insya Allah kalau saya sudah jadi Kapolda mungkin atau sudah tinggi pangkatnya tidak perlu jaga lagi, saya akan pulang’ saya bilang. Tapi Allah berkata lain ya mendahului sebelum saya menjadi Kapolda jadi ya mendoakan saja beliau dalam situasi seperti sekarang,” lanjutnya.
“
Tapi saya yakin bahwa tidak mudik itu dengan menjaga Jakarta itu menjadi sebuah pengabdian yang tak ternilai amal ibadahnya di mata Allah SWT. Mudah-mudahan pertemuan sederhana ini bisa melepaskan rindu kita kepada keluarga,” ujarnya.
“Saya ingin melihat bagaimana senyum lebar dari anggota-anggota lalu lintas yang siang, malam tidak mengenal lelah menjaga untuk pulang ke kampung halaman,” sambung Fadil.
“Alhamdulillah berkat kerja Brimob, berkat kerja Sabhara, tidak ada kejadian menonjol di bulan Ramadan ini,” jelasnya.
Kita Adalah Keluarga
“Tapi satu poin rekan-rekan semua, kita ini adalah keluarga semuanya. Yang masih muda Anda adalah anak saya, yang sudah senior adalah kakak saya,” jelasnya.
“Jadi kita tidak pulang, sebenarnya kita tetap ada dalam sebuah keluarga. Keluarga kita adalah keluarga besar Polda Metro Jaya,” tutupnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berkumpul bersama keluarga besar Polda Metro Jaya yang piket bertugas saat lebaran.
Irjen Fadil pun teringat akan kisahnya dengan sang ibu saat masih ditugaskan piket lebaran.
Menceritakan kisah masa lalu yang terus diingatnya tersebut, Irjen Fadil sampai tak kuasa menahan kesedihannya.
* Dikutip dari berbagai sumber










